Harga Tiket: Rp 20.000, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Pasanggrahan, Kec. Bojong, Kab. Purwakarta, Jawa Barat; Map: Cek Lokasi

Meski nama Gunung Burangrang tidak seterkenal nama gunung lainnya di Jawa Barat, namun bukan berarti gunung ini lantas tidak layak dikunjungi. Sebaliknya, Burangrang banyak menyimpan misteri dan keindahan alam yang begitu memikat. Bagi para pecinta alam, gunung ini menawarkan pesona keindahan kota Bandung dan Purwakarta yang bisa terlihat jelas dari puncaknya, sehingga tidak akan membuat Anda menyesal ketika mendaki ke puncaknya.

Burangrang disebut sebagai bagian dari rangkaian pegunungan Sunda atau Gunung Sunda Purba yang konon katanya meletus dan membentuk beberapa gunung, salah satunya adalah Burangrang ini. Sama seperti beberapa gunung dari rangkaian pegunungan Sunda, gunung ini juga mengelilingi kota Bandung di sebelah barat laut, dan berbatasan langsung dengan Subang dan Purwakarta.

Bagi Anda yang melintas di Tol Cipularang +Km 100, maka gunung setinggi 2.050 meter yang termasuk kategori gunung api mati ini akan terlihat cukup jelas. Selain itu, gunung ini juga akan terlihat apabila Anda berkendara dari arah kawasan Wisata Geopark Stone Garden Padalarang menuju arah utara.

Jika dilihat, sekilas gunung ini akan terlihat tidak jauh berbeda dengan Gunung Salak. Karena gunung satu ini juga cukup rimbun seta tertutup pohon lebat. Di samping itu, Burangrang juga sesekali tertutup kabut di bagian puncaknya pada waktu waktu tertentu, benar benar mirip dengan Gunung Salak.

Daya Tarik yang Dimiliki Gunung Burangrang

Daya Tarik Gunung Burangrang
Image Credit: Twitter.com @puryuda1

1. Sejarah Terbentuknya Burangrang

Nyatanya, sejarah terbentuknya acapkali menjadi daya tarik yang memikat para wisatawan untuk berkunjung ke destinasi ini. Yang mana Burangrang diyakini tercipta akibat letusan dari Gunung Sunda Purba berjuta juta tahun yang lalu. Para ahli sendiri berpendapat bahwa gunung ini merupakan bagian kerucut dari pegunungan Sunda yang meletus.

Karena letusan Gunung Sunda Purba terbagi ke dalam beberapa tahapan, tidak hanya Burangrang ini yang tercipta. Sisa sisa letusannya diyakini menjadi beberapa objek wisata lain yang ada di sekitar daerah tersebut, seperti Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Manglayang, Situ Lembang, blok Pulosari, Gunung Patuha, Gunung Malabar, dan beberapa gunung kecil lainnya.

2. Ranting Pohon dan Legenda Sangkuriang

Selain sejarah terciptanya, ada pula legenda dari Gunung Burangrang yang membuat banyak wisatawan terpikat untuk bertandang ke objek wisata satu ini. Jika berdasarkan cerita masyarakat setempat, Burangrang memiliki keterkaitan dengan legenda Sangkuriang. Anda pastinya sudah tidak asing dengan legenda tersebut, yang sudah begitu terkenal seantero negeri.

Alkisah diceritakan bahwa Sangkuriang merupakan seorang pemuda sakti mandraguna yang saat kecil telah terpisah dengan ibunya karena suatu hal. Ketika dewasa, Sangkuriang bertemu kembali dengan ibunya dan terobsesi untuk menikahinya. Kecantikan sang ibu membuatnya tidak percaya bahwa perempuan cantik tersebut merupakan Dayang Sumbi, ibunya sendiri.

Agar menggagalkan keinginan Sangkuriang, Dayang Sumbi meminta untuk dibuatkan perahu hanya dalam satu malam sebagai syarat jika ingin menikahinya. Dengan kesaktian Sangkuriang, sebenarnya perahu tersebut sudah hampir selesai. Namun Dayang Sumbi menggunakan trik yang membuat rencana Sangkuriang gagal.

Merasa marah karena gagal, Sangkuriang kemudian menendang perahu yang dibuatnya. Perahu tersebut kemudian dianggap sebagai asal mula Gunung Tangkuban Perahu. Lalu apa hubungannya dengan gunung ini? Ternyata menurut legenda, sisa ranting dan juga kayu yang digunakan untuk membuat perahu tersebut juga menjadi gunung yaitu Burangrang ini.

3. Curug Cijalu dan Curug Putri

Apabila Gunung Pangrango mempunyai Curug Cibeureum, maka Burangrang juga mempunyai curug yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Bahkan tidak tanggung tanggung, gunung satu ini mempunyai dua curug sekaligus yaitu Curug Cijalu dan Curug Putri. Untuk Curug Cijalu, letaknya berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut.

Curug Cijalu tersebut merupakan salah satu spot yang terkenal dari Kawasan gunung ini. Meski begitu, Curug Putri yang berada pada ketinggian lebih rendah dari Curug Cijalu juga tidak kalah menarik. Jika berdasarkan penuturan warga setempat, Curug Cijalu maupun Curug Putri ini dipercaya menjadi tempat pertapaan orang orang sakti dari tanah Sunda.

Sehingga kedua curug tersebut dianggap keramat bagi kepercayaan masyarakat sekitar, serta mempunyai nilai supranatural yang kental sebagai tempat bersemedi. Tidak hanya orang asli Sunda saja yang percaya hal tersebut. Bahkan masyarakat Tionghoa yang sering berinteraksi dengan Burangrang, juga menyebutkan bahwa gunung tersebut adalah tempat mandinya para bidadari kayangan.

Daya Tarik Burangrang
Image Credit: Google Maps (Dwise Hope)

4. Tempat Menikmati Keindahan Alam Bandung

Gunung Burangrang merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan alam Bandung dari ketinggian, tidak kalah dari Bukit Moko, Bukit Gantole Cililin, Bukit Bintang, dan lainnya yang juga telah memiliki nama. Bahkan sebelum Anda mendaki gunungnya saja, atau saat berada di lokasi pos pendaftaran, Anda sudah bisa menikmati keindahan kota Bandung dari kejauhan.

Apabila berjalan sedikit ke balik perbukitan, Anda akan dibuat takjub dengan melihat sisi keindahan dari Gunung Tangkuban Perahu yang namanya sudah tersohor di mana mana. Gunung tersebut dibingkai dengan kawasan hijau menghampar dari kebun teh di Bandung, membuatnya makin mampu menyejukkan mata.

Tidak jauh dari pemandangan Gunung Tangkuban Perahu, indera penglihatan Anda akan disapa dengan wisata danau di Bandung Barat yang sangat terkenal yaitu Situ Lembang. Semua eksotisme yang disuguhkan ini bisa dilihat semenjak Anda mulai mendaki, hingga sampai di puncak gunung ini.

5. Pesona Bukit Senyum

Dari namanya saja Bukit Senyum sudah berhasil membuat siapapun merasa penasaran. Bukit ini menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan Paris van Java dari ketinggian. Yang mana letak dari Bukit Senyum tersebut yaitu berada di lereng Burangrang, Desa Cipada, Cikalongwetan, Bandung Barat.

Dari Bukit Senyum, Anda akan disuguhi pemandangan luar biasa yang tidak ada duanya. Tidak heran jika bukit tersebut diberi nama Bukit Senyum, karena siapapun yang berhasil sampai di sana akan tersenyum sumringah berkat indahnya panorama alam yang ada. Jadi, namanya memang tidak diambil dari nama desa atau kawasan di sekitarnya, namun berawal dari celetukan para pendaki.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi Gunung Burangrang

Alamat Gunung Burangrang
Image Credit: Google Maps (Ahmad Parid)

Gunung Burangrang terletak di Desa Kertawangi, Cisarua-Lembang, antara Cimahi dan Purwakarta. Yang mana jalur pendakiannya sendiri yang biasanya dilalui oleh para pendaki, memiliki 3 rute pendakian. Yaitu via legok haji, via pangheotan, dan juga jalur Kopassus, yang masing masing memiliki keistimewaan tersendiri.

1. Jalur Pendakian Via Legok Haji

Jalur pendakian via Legok Haji menjadi favorit bagi para pendaki yang sudah memiliki banyak pengalaman. Sebab jalur yang basecampnya ada di Desa Nyalindung ini merupakan jalur pendakian tercepat, namun juga sekaligus yang mempunyai trek terberat. Karena jalannya penuh dengan lintasan yang curam dan terjal.

Jalur pendakian Legok Haji sendiri setidaknya ada 2 pos saja menuju puncak, yang dapat dilewati kurang lebih dengan estimasi waktu 3 jam perjalanan. Dimana pendakian diawali dengan perjalanan santai dari basecamp, kemudian dilanjutkan dengan trek hutan pinus hingga sampai di pos 1.

Dari basecamp menuju pos 1 membutuhkan waktu kira kira 1 jam perjalanan. Sesampainya di pos 1, perjalanan akan menjadi lebih berat saat pendakian ke pos 2, karena jalannya semakin curam. Yang mana jika Anda sudah sampai pos 2, di area tersebut bisa digunakan untuk camp. Namun apabila ingin melanjutkan perjalanan bisa langsung menuju puncak barat Burangrang.

2. Jalur Pendakian Via Pangheotan

Apabila Anda memiliki waktu cukup banyak untuk mendaki dan ingin lebih lama menikmati kegiatan pendakian ini, mala jalur via Pangheotan akan menjadi pilihan yang paling tepat. Pasalnya jalur satu ini memang membutuhkan waktu yang paling lama untuk sampai di puncak. Namun pemandangan yang mampu diberikan pun jauh lebih indah bila dibandingkan dengan jalur lainnya.

Waktu tempatnya sendiri membutuhkan kurang lebih 5 jam perjalanan, atau bisa lebih, tergantung cuaca dan kecepatan masing masing pendaki. Alasan yang membuat jalur Pangheotan menjadi lama adalah karena treknya melewati beberapa pegunungan lain. Untuk melewati lintasan ini, Anda perlu menuju ke Kecamatan Cikalong Wetan terlebih dahulu.

3. Jalur Pendakian Kopassus

Untuk jalur pendakian Kopassus, tidak boleh dilewati oleh sembarang orang. Dimana Anda perlu meminta izin terlebih dahulu agar pendakian lebih nyaman dan aman. Sebab sesuai dengan namanya, jalur pendakian Kopassus melewati medan yang dijadikan sebagai pusat pelatihan TNI. Sehingga lintasannya melewati kawasan latihan hutan Kopassus di Situ Lembang.

Maka dari itu, para pendaki yang ingin melewati jalur ini harus meminta izin terlebih dahulu sebelum mendaki. Hal ini dilakukan agar waktu pendakian tidak bertepatan dengan waktu Kopassus melakukan latihan. Sehingga diharapkan berbagai risiko tidak diinginkan seperti peluru nyasar dan lainnya tidak terjadi.

Untuk mendaki Gunung Burangrang, para pendaki perlu membayar biaya tarif pendakian kurang lebih Rp. 20.000 atau lebih per kelompok. Namun tarif pendakian ini tidak menentu, sebab tarif tersebut merupakan biaya jasa pengantar dan penunjuk arah pendakian yang diberikan oleh penduduk setempat.

Sehingga sifatnya opsional, bisa Anda gunakan atau tidak sesuai kebutuhan. Sebab PT Perhutani selaku pengelola sendiri tidak benar benar menetapkan tarif pendakian yang berlaku. Sehingga biayanya pun tidak ada patokan pasti, tapi seikhlasnya. Anda pun bisa berkunjung sewaktu waktu untuk mendaki gunung satu ini.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Gunung Burangrang

Kegiatan di Gunung Burangrang
Image Credit: Google Maps (Dendy Priatna)

1. Mendaki ke Puncak

Namanya saja objek wisata gunung, tentu salah satu kegiatan menarik yang harus Anda lakukan adalah mendaki ke puncaknya. Jangan hanya melihat lihat keindahannya di kaki gunung atau di lereng saja, sebab sesampainya di puncak akan tersaji pemandangan indah nan mempesona yang hanya bisa Anda lihat dari puncak.

2. Berburu Foto

Di bagian puncak gunung terdapat sebuah tugu yang diberi nama Tugu Burangrang. Tugu tersebut menjadi salah satu spot foto populer bagi para pendaki, karena membuktikan bahwa mereka telah sampai di puncak gunung ini. Belum lagi dengan latar belakang pemandangan indah yang membuat potret Anda akan menjadi lebih apik.

3. Camping

Berkemah sembari menunggu senja atau menunggu matahari terbit adalah salah satu kegiatan yang tidak boleh Anda lewatkan saat mendaki gunung, termasuk saat mendaki Gunung Burangrang. Karena dengan melihat indahnya pemandangan sunrise atau sunset, maka semua lelah ketika mendaki akan sirna seketika.

Objek wisata gunung memang tidak pernah membosankan, terlebih bagi para pecinta alam yang hobi mendaki. Oleh sebab itu, Burangrang wajib masuk ke dalam list gunung yang perlu Anda taklukkan. Terlebih gunung satu ini memiliki banyak wisata lain yang menarik, mulai dari curug hingga bukit di lereng gunungnya.

REKOMENDASI DESTINASI