Harga Tiket: Rp 35.000, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Sugihmukti, Kec. Pasirjambu, Kab. Bandung, Jawa Barat; Map: Cek Lokasi

Pesona pegunungan Indonesia masih menjadi salah satu ikon yang kerap diburu para petualang. Terutama karena negara ini memiliki aneka macam lanskap di dataran tinggi dengan berbagai keindahannya, tak heran sukses mengundang massa dari banyak penjuru. Apakah itu wisatawan lokal maupun internasional, gunung tetap menjadi primadona.

Sebut saja Gunung Patuha di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, persisnya di Desa Sugih Mukti, Anda akan menemukan pemandangan indah di atas ketinggian 2.434 meter dari permukaan laut. Udara yang berembus tentu akan terasa sangat dingin, jadi sebaiknya gunakan pakaian tebal atau berlapis.

Menjelajah di pegunungan ini butuh perjalanan yang tidak singkat walaupun sesungguhnya telah tersedia setidaknya tiga rute alternatif. Di antara jalur paling ramah adalah melintasi Kawah Putih. Oleh karena itu, pertimbangkan rute ini jika Anda ingin menikmati sajian alam di atas gunung cantik di Kecamatan Pasir Jambu.

Daya Tarik yang Dimiliki Gunung Patuha

Daya Tarik Gunung Patuha
Image Credit: Google Maps Naida

1. Melintasi Kawah Putih

Kawah Putih bisa menjadi pilihan rute paling aman untuk pendaki pemula saat hendak berlibur ke Gunung Patuha. Meskipun tempat cantik ini dioperasikan secara terpisah, tetapi sering kali tiket masuknya bisa dibeli bersamaan. Artinya, Kawah Putih dapat dikatakan sebagai salah satu poin menarik dari objek tujuan utama Anda.

Kabarnya, pada abad ke-10 dan ke-12, pegunungan terdekat dari Kawah Putih mengalami erupsi yang cukup kuat. Inilah alasan utama terbentuknya danau vulkano ini. Tidak heran, tanah di sekitarnya cenderung berwarna putih yang biasanya termasuk situasi lumrah atas hasil endapan abu dari gunung berapi.

Sementara itu, danau yang membentang tampak jernih dengan sentuhan putih dan hijau muda. Di sekitar perairan Anda akan menemukan hamparan pasir putih yang memukau, juga udara dengan asap sedikit pekat. Tidak jarang, pelancong akan disuguhkan pemandangan lumpur hidup yang meletup pada waktu-waktu tertentu.

Namun, sejatinya warna air di Kawah Putih bisa berubah sesekali waktu menyesuaikan kadar belerang di dalamnya. Belum lagi jika mempertimbangkan kondisi cuaca dan suhu, mata Anda bisa saja menangkap warna yang bervariasi. Kadang kala itu cokelat seperti susu, hijau layaknya apel, putih dengan kabut pekat, atau tampak kebiru-biruan.

Terlepas dari warna kawah yang bisa Anda saksikan, lanskap secara umum tidak pernah mengecewakan. Sangat layak dijadikan primadona ketika berjalan melintasi rute menuju Gunung Patuha.

Perlu diketahui, aroma belerang bisa terendus sangat kuat saat Anda berada di area Kawah Putih. Bagaimanapun, tingkat keasaman di sekitarnya berada pada rentang pH 0,5 sampai 1,3. Oleh karenanya, tidak diperkenankan mandi atau bermain di perairan sebab kandungan sulfur yang tinggi bisa menciderai pengunjung.

Lantas, apa yang bisa dilakukan saat berkunjung ke sini? Itu tidak lain adalah menyempatkan diri mengambil momen sebanyak mungkin. Abadikan perjalanan Anda pada bingkai foto sebelum benar-benar lanjut ke area pegunungan.

Sangat disayangkan bukan jika Anda punya kesempatan melewati Kawah Putih, tetapi tidak berfoto meski hanya satu kali jepret saja? Maka dari itu, gunakan setiap detiknya secara optimal untuk menikmati pemandangan langka di sekitaran Bandung agar Anda tidak menyesal telah menempuh perjalanan jauh agar tiba di sini.

2. Pendakian yang Menantang

Area pegunungan tidak pernah mengecewakan dengan segala daya tarik yang menarik minat para petualang. Salah satu dari sekian opsi yang mungkin bisa ditawarkan, melintasi ruas-ruas jalan sambil mendaki ke puncak Gunung Patuha adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman liburan Anda.

Sejalan dengan munculnya tiga jalur alternatif menuju ke sini, Anda tetap akan ditimpa kelelahan yang amat sangat selama prosesnya. Meskipun begitu, jika memiliki jiwa petualangan, suasana menantang semacam ini justru memicu adrenalin untuk terus meningkat.

Bagaimanapun, puncak pegunungan tujuan Anda berada pada ketinggian 2.434 meter dari permukaan laut. Hal ini akan terasa berat ketika tidak diiringi semangat yang besar dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah bagi teman kelompok pendakian.

Maka dari itu, jika Anda telah yakin hendak mendaki menuju pegunungan menawan ini, sebaiknya persiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Paling tidak, membiasakan beraktivitas fisik berat sekitar dua pekan sebelum jadwal keberangkatan.

Pasalnya, di sepanjang perjalanan medan yang dilalui tidak selalu mulus beraspal. Bisa jadi justru tanah yang licin, terutama karena embun pada pagi buta. Belum lagi dengan udara dingin ketika menerpa kulit, rasanya seperti menggigil jika tidak dilapisi oleh pakaian tebal dan berlapis.

Meski begitu, lanskap dataran rendah dari lereng-lereng bukit akan begitu memukau dan memanjakan mata. Agaknya, perjalanan menuju Gunung Patuha bisa menjadi sarana mengagumi Mahakarya Sang Pencipta di bumi Indonesia.

3. Suasana Eksklusif

Apa yang mungkin bisa dilihat selama proses perjalanan menuju objek wisata tujuan Anda tentu bersifat eksklusif. Itu berlaku hanya bagi mereka dengan keberanian melintasi jalur-jalur pendakian demi mendapatkan kesenangan hati.

Terutama jika Anda berdomisili di metropolitan, tentunya sulit untuk menemukan pemandangan indah dengan pohon-pohon hijau yang rimbun ketika berdiam di rumah saja atau sekadar pulang pergi penuju kantor. Oleh karenanya, mengambil jeda sejenak menikmati keindahan di puncak bukit merupakan pilihan hiburan yang menggembirakan.

Dari rute yang sedikit licin dan perlu kehati-hatian selama mendaki, juga berbagai ikon menawan menghiasi perjalanan, semua ini saling berpadu membentuk keindahan eksklusif. Jadi, jika memiliki kesempatan mendaki ke Gunung Patuha di Desa Sugih Mukti, jangan berpikir untuk mengabaikannya!

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Gunung Patuha
Image Credit: Google Maps Heri Setiawan

Jika Anda mengambil rute dari Kawah Putih, ini bisa diawali dengan menumpang kereta api dari lokasi yang terhubung dengan Stasiun Bandung. Setelah itu, teruskan perjalanan ke arah Terminal Leuwi Panjang menggunakan angkot. Tak berhenti sampai di situ, Anda masih perlu menumpang bis lagi agar bisa sampai di Terminal Ciwidey.

Sebagai saran, cobalah untuk menyewa angkot dari Terminal Ciwidey menuju Kawah Putih. Biasanya tarif standarnya berkisar antara Rp 400.000 sampai Rp 500.000, jadi tergantung kepandaian Anda dalam bernegosiasi. Kemudian, jangan sampai lupa meminta nomor HP sopir agar bisa ditelepon kembali ketika hendak pulang.

Sesampai di gerbang Kawah Putih, setiap pengunjung akan dikenakan biaya retribusi khusus, di mana nantinya untuk dipakai menaiki ontang-anting menuju lokasi Kawah Saat. Jika ingin membuat perjalanan jadi lebih aman dan terhindar dari kejadian tersesat, sebaiknya cari jasa pemandu terlebih dahulu.

Berangkat dari Bibir Kawah Saat, Anda harus melintasi jalur menanjak dan kegiatan ini lumayan membebani fisik. Pemandangan yang akan ditemukan antara lain pepohonan lebat, tanah dengan daun berguguran, serta akar-akar melintang bebas di atas tanah. Maka dari itu, Anda harus senantiasa berhati-hati, jangan sampai lengah!

Setidaknya perlu waktu sekitar 4 jam untuk melintas rute ke Kawah Saat, di mana di perjalanan akan ditemukan pula sejumlah makam keramat. Berangkat dari sini, Anda masih harus menyusuri area bukit yang medannya menanjak. Umumnya, ada dua puncak tujuan para wisatawan, di ketinggian 2.300 mdpl atau di puncak teratas 2.434 mdpl.

Dengan pilihan puncak yang tersedia, Anda tinggal menentukan hendak membuka tenda di bagian mana. Apakah berhenti pada puncak pertama Gunung Patuha atau lanjut terus hingga ke puncak tertinggi?

Harga Tiket Masuk Wisata Alam

Harga Tiket Masuk Wisata Alam Gunung Patuha
Image Credit: Google Maps Heri Setiawan

Ketika memasuki gerbang Kawah Putih, Anda akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 35.000 dan sudah termasuk ongkos naik ontang-anting. Sementara itu, jika datang membawa kendaraan sendiri, akan ada biaya tambahan. Rinciannya yaitu mobil senilai Rp 11.000 dan motor Rp 6.000.

Pegunungan menawan ini dibuka selama 24 jam penuh dalam sepekan, jadi Anda bisa datang kapan saja menyesuaikan waktu luang. Jika memungkinkan, bermalamlah minimal satu hari dan nikmati seluruh suguhan alam dari puncak tertinggi.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Gunung Patuha

Kegiatan Menarik Gunung Patuha
Image Credit: Google Maps Aleale.33

1. Berkemah

Apa yang lebih menarik dibandingkan berkemah di atas puncak Gunung Patuha ketika telah merencanakan perjalanan ke sini?

Jangan lewatkan kesempatan, ambil waktu luang Anda, dan gelar tenda di antara keindahan alam pegunungan. Agar menambah keseruan, lebih disarankan datang bersama kawan-kawan terdekat sehingga bisa berbagi kegembiraan bersama ataupun sekadar bercerita dibalut udara dingin.

Bawa perlengkapan terbaik yang sifatnya penting dan memang bermanfaat ketika berada di pegunungan. Hindari menyertakan barang-barang yang tidak efektif demi kesenangan semata karena itu berpotensi membebani diri Anda selama masa pendakian.

2. Melihat Bintang

Di puncak bukit, biasanya bintang-bintang bertaburan di angkasa malam. Gunung Patuha bisa menjadi pilihan tepat bagi mereka yang tinggal di metropolitan, tempat di mana polusi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari udara.

Jika memungkinkan, akan lebih bagus lagi untuk membawa teleskop sebagai media pengamatan. Kerlap-kerlip bintang saat malam hari tentu akan jadi pemandangan yang sulit dilupakan, bahkan setelah Anda meninggalkan area pegunungan eksotis ini.

Barangkali, sambil melihat bintang, itu bisa diikuti dengan kegiatan seru lainnya, misalnya bermain game bersama kawan dalam kelompok pendakian, bernyanyi, dan seterusnya. Hanya saja, selalu ingat untuk tidak mengotori lingkungan di sekitar sini, bawalah kantong sampah secara terpisah.

3. Melihat Sunrise

Sesaat sebelum matahari terbit dari ufuk timur, Anda bisa menyiapkan diri menantikan pancaran emas yang gagah di angkasa. Siapkan kamera terbaik agar dapat mengabadikan momen seoptimal mungkin, lalu nikmati waktu sambil bersiap membidik.

Bias-bias kuning keemasan yang timbul malu-malu di balik pegunungan akan tampak memukau dan layak dinanti. Jangan sampai Anda bangun kesiangan lalu melewatkannya begitu saja, bahkan bila perlu ikuti dengan memasang alarm.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Gunung

Fasilitas Gunung Patuha
Image Credit: Google Maps Naida

Fasilitas di Gunung Patuha nan cantik ini bisa dibilang sudah cukup lengkap dan tidak akan membuat pendaki terlalu kesulitan. Apalagi, jika dibandingkan dengan wisata serupa di belahan bumi Indonesia yang lain, rute menuju ke sini terbilang relatif aman. Tentu, ini harus dibarengi sikap hati-hati dari individu wisatawan sendiri.

Secara umum, kebutuhan mendasar Anda bisa dipenuhi ketika berada di kawasan ini. Apakah itu untuk menuntaskan urusan di toilet, beribadah harian, ataupun sekadar bersantai menghabiskan waktu, semuanya mungkin untuk diwujudkan dengan segera.

Meskipun demikian, untuk urusan makanan tentu harus disiapkan sendiri, jadi jangan lupa membawa perlengkapan memasak yang efektif. Pada prinsipnya, momen mendaki merupakan cara unik jika ingin melatih kemandirian.

Gunung Patuha adalah bukti keindahan alam di bilangan Kabupaten Bandung dengan keunikannya yang menawan. Mampir ke sini sama artinya menjelajahi keping-keping pesona milik Indonesia.

REKOMENDASI DESTINASI