Harga Tiket: Rp 5.000, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Cepit, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DI Yogyakarta; Map: Cek Lokasi

Candi Banyunibo memiliki makna yang indah di balik namanya, yakni air yang jatuh. Ini merupakan sebuah tempat peribadatan bercorak Budha, di mana eksistensinya disinyalir sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram Kuno. Corak kepercayaan Budha dapat ditemukan pada puncak candi yang memiliki stupa.

Wisata Sleman ini dipenuhi oleh relief dan ornamen dengan berbagai macam corak. Lalu, yang paling menonjol adalah relief tentang Sang Dewi Kesuburan, Dewi Hariti. Dewi ini dipercaya oleh umat Budha mampu memberikan kesuburan kepada manusia. Boleh jadi didirikannya candi yang terpencil ini bertujuan untuk mengagungkan Dewi Hariti.

Oleh masyarakat setempat, dahulu candi cantik ini sempat dijuluki Si Sebatang kara”. Alasannya karena lokasinya yang terpencil, jauh dari candi-candi lainnya di wilayah serupa. Kemudian, ditemukan dua patung singa di depan candi ini, persis di sisi kiri dan kanan pintu masuk. Komponen ini seolah menguatkan asumsi warga tentang julukan atas Banyunibo.

Daya Tarik Wisata Candi Banyunibo

Daya Tarik Candi Banyunibo
Image Credit: Goolge Maps Dwi Mbako

1. Lokasi Terasing

Keterasingan Candi Banyunibo semestinya menjadi daya tarik bagi mereka yang tidak menyukai objek wisata padat pengunjung. Keterasingan ini bukan merujuk pada lokasi yang terpencil, melainkan terpisah dari candi-candi lainnya di wilayah administrasi serupa.

Kompleks candi cantik ini sebenarnya cukup luas dengan suasana hijau sejauh mata memandang. Sementara itu, bangunan candinya sendiri sangat minimalis bahkan mungkin lebih kecil dibanding kamar tidur Anda di rumah.

Namun demikian, ukuran tersebut tentunya tidak mengurangi kesakralan candi Buddha ini. Sekalipun kini mulai difokuskan pada aspek wisata, tetapi dahulu pastinya pernah menjadi sarana peribadatan.

2. Hijau Sejauh Mata Memandang

Suasana khas pedesaan sangat kental dirasakan saat menginjakkan kaki di Dusun Cepit. Di tepi jalan banyak terhampar areal persawahan yang menghijau saat sedang bertumbuh, dan mulai menguning ketika mendekati musim panen.

BACA JUGA:  Candi Semar - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

Memasuki kompleks Candi Banyunibo, kehijauan tadi semakin terasa menyegarkan karena halamannya ditumbuhi rerumputan. Rumput yang terpangkas rapi, ditata sedemikian rupa sehingga membuat bangunan candinya lebih estetis.

Lalu, di antara halaman yang dipenuhi rumput ini ada ruas-ruas jalan dengan paving block. Ini kerap digunakan oleh pengunjung untuk berkeliling demi menghabiskan waktu luang mereka.

Jika tersedia, Anda bahkan bisa menggunakan sepeda atau menumpang becak dan delman. Itu pasti akan menjadi pengalaman paling seru saat bepergian ke destinasi berbasis religiositas.

3. Bunga Padma

Ada bunga padma yang tampak megah di puncak Candi Banyunibo. Bunga yang biasanya mengapung di atas air ini akan menambah nilai estetika candi minimalis tersebut saat dipandang lama-lama.

Bunga air ini diyakini oleh penganut Buddha sebagai kendaraan bepergian para dewa. Jadi, lebih dari sekedar stupa yang melengkapi bangunan kuno tersebut, bunga padma juga menyimpan spiritualitas dari orang-orang yang memercayainya.

Barangkali Anda ingin menjadikan bunga padma di puncak candi sebagai ikon foto atau sekadar ingin tahu tentang makna di baliknya. Datanglah dan temukan sendiri, lalu tarik kesimpulan tentang apa yang sebenarnya tersirat di balik eksistensi stupa tersebut.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Candi Banyunibo
Image Credit: Goolge Maps Cupesisme 007

Bawa kendaraan Anda melintasi perjalanan dari pusat Kota Jogja menuju Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Jika diteruskan sejauh 16 km maka ini bisa membawa Anda menikmati keterasingan Candi Banyunibo.

Berada di Dusun Cepit, letak candi cantik itu sebenarnya tidak sulit ditemukan. Apalagi, walaupun relatif terasing dari candi-candi lainnya tapi cukup banyak pengunjung berdatangan hanya agar bisa melihatnya.

Bahkan, Anda bisa sampai kurang dari satu jam di Desa Bokoharjo dan menikmati keindahan alam di sana. Kemudian, candi yang minimalis tersebut masih berlokasi di kompleks yang sama dengan Candi Ijo, yakni di Kecamatan Prambanan.

Harga Tiket Masuk Candi Banyunibo

Tiket Candi Banyunibo
Image Credit: Goolge Maps Mas Goen

Jumlah candi di Indonesia yang sudah ditemukan dan dipugar sebagai objek wisata sudah begitu banyak. Ini pihak pengelola candi perlu menyajikan sesuatu yang ikonik sehingga mampu menarik animo masyarakat umum, seperti menetapkan tarif masuk amat terjangkau.

Salah satu alasan mengapa Anda harus mengunjungi Candi Banyunibo yakni soal harga. Memutuskan mampir ke sini tidak akan membuat dompet kosong. Pasalnya, cukup dengan retribusi Rp 5.000 dan minimal Rp 2.000 untuk masing-masing tiket masuk serta sewa parkir. Sementara itu, jika pengunjung datang bersama mobil maka harus membayar parkir Rp 5.000.

BACA JUGA:  Museum Sonobudoyo - Sejarah, Koleksi, Tiket & Ragam Aktivitas

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Candi Banyunibo
Image Credit: Goolge Maps Real Gusday

1. Memperhatikan Detail Bentuk Candi

Candi Banyunibo sebenarnya ditemukan dalam kondisi hancur sebelum dilakukan pemugaran beberapa kali. Akhirnya, candi yang pernah disakralkan oleh umat Budha itu tersusun lagi menjadi bentuknya sekarang ini.

Ukuran candi terbilang minimalis bila dibandingkan dengan candi-candi lainnya di wilayah yang sama. Ada sebuah candi utama yang bisa Anda amati dengan saksama, serta enam buah candi pendamping. Masing-masing dari mereka seluruhnya mengandung relief dan ornamen tertentu.

Adanya relief ini bisa menjadi aktivitas bermakna yang perlu Anda lakukan saat berkunjung. Melihat setiap detail bentuk candi, lalu mencari maknanya. Entah bertanya kepada pihak pengelola atau membaca catatan sejarah yang mungkin tersimpan di lokasi.

2. Datang ke Warung Kopi

Ada warung kopi legendaris yang didirikan di sekitar kompleks percandian. Dikenal sebagai Warung Kopi Banyunibo, kedai sederhana ini menyajikan aneka cita rasa olahan biji kopi original.

Apalagi, kopi kini sedang menjadi tren di kalangan milenial dan generasi Z, yang kerap kali dipakai sebagai konten. Jika Anda termasuk orang dengan kesenangan mengunggah aktivitas pribadi di media sosial, datang ke warung kopi bertema kekeluargaan ini semestinya menjadi pilihan bagus.

Setelah itu, tentunya harus dibarengi pula dengan menikmati sajiannya, bukan cuma sebatas konten. Saat datang bersama kawan terdekat, itu bisa jadi ajang mengobrol yang seru sambil mencicipi secangkir kopi di tengah udara sejuk.

3. Sunset Banyunibo

Sunset pastinya sudah menjadi aktivitas yang terlampau familier bagi kita semua. Khususnya penduduk di negara beriklim tropis, sunset adalah sesuatu yang lumrah di mana dapat kita saksikan hampir setiap harinya.

Namun, sunset di Candi Banyunibo akan memberikan sensasi berbeda. Matahari yang megah akan terlihat semakin megah saat tenggelam dengan latar candi minimalis ini. Apalagi, ada banyak rerumputan hijau di sekeliling kompleks. Artinya, perpaduan hijau dan jingga siap menemani peralihan sore ke malam yang singkat di sini.

BACA JUGA:  Candi Sambisari - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

4. Bersantai

Desain kompleks Candi Banyunibo yang dipenuhi rumput hijau dan tertata rapi, juga paving block di antara jalan setapak, membuatnya cocok jadi tempat bersantai. Anda dapat berjalan ke sana-kemari, menumpang delman atau becak, duduk di atas tanah beralaskan rumput, dan lain sebagainya.

Aktivitas ini semestinya kian menyenangkan bila dilakukan dengan orang terkasih. Berkeliling kompleks sambil bergandengan tangan, betapa romantisnya hal itu. Namun, kalaupun hanya dapat dilakukan sendiri, tidak perlu dipersoalkan sebab suasana sekitar sudah cukup menjadi penghibur hati.

Bagi Anda yang senang membaca, datang ke kompleks hijau ini juga bisa diselingi dengan buku. Cari tempat yang jarang dilalui orang, lalu nikmati waktu bersama buku bacaan yang harus dituntaskan.

Fasilitas di Sekitar Candi Banyunibo

Fasilitas Candi Banyunibo
Image Credit: Goolge Maps Sagitama Krisnandaru

Ada taman yang akan membuat perasaan Anda jadi lebih segar saat mampir ke Candi Banyunibo. Taman ini sebenarnya dibangun dengan suasana sederhana, hanya rumput hijau yang merambat secara estetis di halaman kompleks candi. Kemudian, di antara jalan setapak dibangun paving block sehingga membuat kegiatan jalan-jalan jadi nyaman.

Udara di sekitarnya kental akan suasana pedesaan dan aroma padi yang menguar dari sawah warga. Baik datang saat pagi maupun siang hari, kesegaran tetap menjadi teman baik hingga Anda pulang ke rumah. Namun, jika merasa bahwa udaranya terlalu dingin dan butuh istirahat sejenak, Anda dapat pergi ke warung kopi terdekat.

Pengalaman wisata di candi minimalis ini sejatinya sarat akan kesederhanaan. Seperti pemahaman umat Budha yang cenderung egaliter, Anda pun barangkali dapat ikut merasakan prinsip-prinsip tersebut saat berada di kompleks percandian. Nikmati setiap momen tersebut sampai Anda pulang ke rumah dan beraktivitas seperti biasanya lagi.

Pengembangan di Candi Banyunibo sudah cukup bagus, di mana awalnya hanya reruntuhan hingga kini mulai diperhitungkan wisatawan. Jika Anda sedang mencari wisata seperti Borobudur atau Prambanan tapi dengan suasana terasing dan lahan yang super hijau, datang ke sini adalah pilihan paling masuk akal.