Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Jl. Jogonegaran, Pringgokusuman, Kec. Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta; Map: Cek Lokasi

Daerah Istimewa Yogyakarta memang terkenal menyimpan banyak peninggalan sejarah berupa candi. Dimana cagar budaya tersebut acap kali berhasil menggaet banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, khususnya yang menyukai wisata sejarah dan ingin melihat megahnya bangunan candi.

Namun siapa sangka ada wisata candi yang memiliki daya tarik berbeda di Jogja, namanya Candi Donotirto. Objek wisata ini begitu unik lantaran tidak seperti candi seperti yang anda bayangkan. Karena meskipun disematkan kata candi, situs ini sebenarnya merupakan tempat pemandian umum. Penasaran seperti apa ? Yuk intip bagaimana keseruan candi berupa pemandian umum ini.

Sejarah Singkat Candi Donotirto

Sejarah Singkat Candi Donotirto
Image Credit: Google Maps Sije Sije

Ketika mendengar namanya, banyak orang yang salah kaprah mengenai Donotirto. Karena disematkan kata candi, wisatawan yang tidak pernah ke sini mungkin membayangkan akan menemukan candi candi megah macam Borobudur, Prambanan, Candi Ijo, atau Ratu Boko yang terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun pada kenyataannya, Donotirto adalah sebuah pemandian umum. Bahkan untuk warga setempat sendiri sering menyebutnya sebagai WC umum, karena banyak yang datang untuk menumpang mandi, buang air kecil, atau sekadar cuci kaki. Bisa dibilang bahwa ini adalah bathhouse ala masyarakat setempat.

Satu satunya ciri bangunan yang terlihat seperti bangunan kuno adalah susunan bagian atapnya yang terlihat menumpuk. Jika dilihat lebih seksama, bentuk atap dari bangunan yang dicat berwarna hitam legam berpadu cokelat tersebut tampak seperti bangunan pada era zaman Mataram Islam.

Jadi Candi Donotirto bukan peninggalan zaman Hindu-Buddha di Yogyakarta. Menurut penuturan penduduk lokal, candi yang mempunyai pancuran air di dalamnya ini telah dibangun sejak sekitar tahun 1930. Yakni pada masa pemerintahan kolonial Belanda, dan pembangunannya diprakarsai oleh Sultan Hamengku Buwono IX.

Informasi tersebut bisa dilihat pada plat nama candi yang ditempel di dinding pintu masuk, di tengah batas area pemandian untuk pria dan wanita. Bangunannya memang sengaja dibuat sebagai sarana mandi dan mencuci muka bagi kaum pribumi pada masa penjajahan. Dengan aliran pancuran air yang berasal dari salah satu mata air di Kali Winongo.

Setidaknya ada sekitar 10 pancuran air di Donotirto, 5 pancuran di area pria dan 5 pancuran lagi di area pemandian untuk wanita, yang semuanya mengalir dari Kali Winongo. Sementara asal usul pemberian namanya yang menggunakan istilah candi sampai saat ini belum diketahui alasan di baliknya.

Hanya saja orang orang sampai sekarang mengenal pemandian tersebut sebagai Candi Donotirto. Dan kegunaannya tidak berubah, yakni sebagai bangunan pemandian umum. Pengelolaannya sendiri diserahkan ke warga Kemetiran, yang dulunya milik Keraton Yogyakarta.

Meski bukan candi sungguhan, namun warga sekitar merawat dan menjaga kebersihannya dengan baik. Karena bangunan tersebut tetap merupakan warisan dari nenek moyang yang patut dilestarikan sampai anak cucu nanti. Dimana biaya perawatannya diperoleh dari kotak uluran tangan sukarela setiap orang yang menggunakannya.

Daya Tarik Candi Donotirto

Daya Tarik Candi Donotirto
Image Credit: Google Maps Yongki Sultan

1. Candi yang Merupakan Pemandian Umum

Daya tarik utama dari Candi Donotirto tidak lain adalah pemberian namanya yang begitu unik. Jika anda tidak mengetahuinya, tentu anda akan berpikir bahwa destinasi ini menyuguhkan bangunan candi megah layaknya Borobudur atau candi lainnya yang terkenal di Yogyakarta.

Namun sesampainya di sana, akan dibuat kaget karena Donotirto justru menampilkan pemandian umum pancuran air jernih yang berasal dari sumber mata air Kali Winongo. Yang mana area pemandian tersebut bagian atas bangunannya tidak memiliki atap. Sehingga mandi di sini serasa mandi di tempat terbuka.

2. Banyak Pancuran Air

Pancuran air di Donotirto tidak hanya satu atau dua buah saja. Namun anda akan menemukan sepuluh pancuran sekaligus di sana. Lima pancuran berada di area pemandian laki laki, dan lima sisanya berada di area pemandian wanita. Semua aliran pancuran tersebut dibuat tanpa adanya pembatas sekat.

Jadi yang membatasinya hanya pemandian laki laki dan wanita saja. Dimana area sebelah timur diperuntukkan untuk kaum hawa, dan untuk kaum adam menempati sebelah barat. Sedangkan pintu masuk ke Donotirto berada di tengah batas antara pemandian untuk pria dan wanita tersebut.

3. Pemandian Tanpa Sekat

Jangan kaget ketika anda berkunjung ke Candi Donotirto, karena pemandian ini memang dibuat tanpa sekat. Jadi pancuran yang terbuat dari tatanan batu di Donotirto diletakkan pada satu ruangan yang sama. Hanya saja beberapa pancuran ditempatkan pada area yang sedikit lebih tinggi.

Untuk warga sekitar, tampaknya hal tersebut sudah hal yang wajar. Mereka tidak terlihat canggung ketika ada orang asing masuk ke ruangan, meskipun sedang mandi atau mencuci pakaian tanpa sehelai benang pun menempel di tubuh. Mirip seperti Onsen di Jepang, yang menerapkan mandi tanpa busana secara bersama sama.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Rute Menuju Lokasi Candi Donotirto
Image Credit: Google Maps Adi Kowe

Candi Donotirto berada di Jalan Jogonegaran, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Yogyakarta. Area ini berada tidak begitu jauh dari Malioboro, kurang lebih membutuhkan 4 menit perjalanan saja. Sehingga anda tidak akan kesulitan untuk mencapai lokasi. Lebih tepatnya, lokasi candi berada tepat di dekat pasar Pathok sentra penjualan bakpia khas Yogyakarta yang terkenal.

Pintu masuk candi ada di depan bangunan Balai Rukun Warga Kemetiran Kidul. Dari tepi jalan, anda bisa menuruni undakan tangga yang terletak di samping bangunan candi. Di sana ada dua undakan anak tangga sebagai jalan masuk, satu di sebelah barat dan satu lagi di sebelah timur. Kedua undakan tersebut bertemu di depan halaman Balai Rukun Warga.

Melalui petunjuk coretan tulisan yang ada di pintu masuk, Donotirto dibagi menjadi dua ruangan terpisah kegunaannya. Area untuk kaum wanita berada di bagian timur dan bagian barat untuk pria. Jadi dari sini anda bisa melewati pintu masuk sesuai jenis kelamin masing masing. Jika masih bingung cara mencapai lokasi, bisa menggunakan bantuan peta digital atau bertanya ke masyarakat sekitar.

Harga Tiket Masuk Candi Donotirto

Harga Tiket Masuk Candi Donotirto
Image Credit: Google Maps autin epriastin

Apabila ingin berkunjung dan menikmati berbagai keseruan di Candi Donotirto, anda bisa ke sini kapan saja. Pasalnya bangunan candi yang berupa area pemandian umum tersebut dibuka selama 24 jam setiap hari. Sehingga anda bisa datang kapan saja jika ingin menikmati jernih dan segarnya pancuran air yang mengalir dari Kali Winongo.

Buka sepanjang hari juga memungkinkan anda untuk menikmati pemandian di jam jam sepi. Cocok sebagai pilihan jika anda merasa canggung harus mandi bersama dengan orang asing yang tidak dikenal. Sementara harga tiket masuknya sendiri tidak dipatok dengan tetap, bahkan bisa dibilang gratis karena anda hanya diminta seikhlasnya saja.

Meskipun begitu, sebaiknya jangan masuk dengan cuma cuma dan sisihkan uang untuk mengisi kotak uluran tangan yang sudah tersedia di dekat pintu masuk. Pasalnya dana seikhlasnya dari pengunjung tersebut yang digunakan oleh warga setempat untuk merawat Donotirto selama ini.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Menarik Candi Donotirto
Image Credit: Instagram Pinkan Beby

1. Menikmati Segarnya Pancuran Air

Candi Donotirto menyimpan area pemandian yang berisi pancuran air segar mengalir dari Kali Winongo. Jadi sangat disayangkan jika anda tidak menyempatkan diri menikmati segarnya pancuran air di sana. Biasanya masyarakat sekitar memanfaatkan pancuran air tersebut sebagai sarana mandi.

Apabila anda merasa risih mandi di area yang terbuka seperti ini, mengingat bahwa area pemandian tidak memiliki atap dan tanpa sekat, maka anda bisa sekadar bermain air atau membasuh muka saja untuk menikmatinya. Atau bisa juga pilih waktu kedatangan yang cukup sepi agar bisa lebih puas mandi di pancuran.

2. Menikmati Bangunan Candi

Selain menikmati segarnya pancuran air, anda juga bisa menikmati bangunan candi yang eksotis. Meskipun bukan bangunan candi sesungguhnya seperti yang anda bayangkan. Namun Donotirto juga memiliki etnik bangunan yang cukup unik untuk disaksikan. Jadi aktivitas ini dapat dilakukan sebagai alternatif, apabila anda merasa risih untuk mandi di area terbuka.

3. Berburu Oleh Oleh

Karena Candi Donotirto terletak berdekatan dengan bakpia Pathok, anda bisa sekaligus berburu oleh oleh untuk sanak saudara di rumah ketika berkunjung ke sini. Apalagi lokasi candi berada tidak jauh dari Malioboro. Yang berarti anda bisa berburu lebih banyak oleh oleh selain bakpia khas Yogyakarta.

Fasilitas yang Tersedia di Candi Donotirto

Fasilitas Candi Donotirto
Image Credit: Google Maps Sije Sije

Berbicara mengenai fasilitas, bisa dibilang bahwa Candi Donotirto hanya menyediakan fasilitas minimalis untuk para pengunjung. Sangat merakyat istilahnya, karena di sini memang hanya berupa dua ruangan pemandian dengan sepuluh pancuran air. Bahkan tidak ada toilet untuk BAB bisa ditemukan.

Tapi karena lokasi objek wisata yang tergolong strategis, infrastruktur publik termasuk cukup lengkap di sekitar. Anda bisa menemukan tempat jual oleh oleh, warung makan, kendaraan umum, dan lain sebagainya yang dapat mengakomodasi kebutuhan ketika berkunjung ke destinasi.

Bagaimana, tertarik untuk berkunjung ke Candi Donotirto ? Meskipun namanya candi, sebenarnya destinasi ini merupakan pemandian umum dengan pancuran air yang jernih dan segar. Uniknya tidak ada sekat pada pemandian tersebut, hanya dibedakan atas ruangan untuk perempuan dan laki laki. Jika tidak ingin mandi, anda masih bisa sekadar membasuh kaki untuk menikmati pancuran air.