Harga Tiket: Rp 40.000, Jam Operasional: 07.00-18.00 WIB, Alamat: Jl. Blabak – Boyolali Tlatar, Krogowanan, Kec. Sawangan, Kab. Magelang, Jawa Tengah; Map: Cek Lokasi

Candi Lumbung adalah candi yang masih berhubungan dengan candi sewu. Hal tersebut bisa dilihat dari bentuk stupanya yang ada. Di dekat candi ada prasasti kelurak yang diketahui melambangkan tentang terbentuknya bangunan wisata ini. Candi utama yang ada di bagian depan pernah mengalami kerusakan, tetapi saat ini pengelola sudah melakukan renovasi untuk memperbaikinya.

Lahannya mempunyai luas sekitar 350 meter dengan tubuh candi yang berdiri di atas ketinggian 2,5 m. Pada sisi utara, selatan, dan barat terlihat relung atau tempat peletakan arca Dhyani Buddha. Di sekelilingnya pun dilengkapi dengan pagar untuk melindungi tiap sisi bangunan candi.

Dahulu fasilitas di Candi Lumbung ini masih sangat minim sehingga belum banyak wisatawan yang berkunjung kesini. Namun, lambat laun pengelola terus menambahkan berbagai fasilitas penunjang yang bisa dinikmati secara gratis. Situs bersejarah ini juga diberi perawatan khusus untuk menjaga keberadaannya agar dapat dinikmati oleh masyarakat dari masa ke masa.

Sejarah Wisata Candi Lumbung

Sejarah Wisata Candi Lumbung
Image Credit: Google Maps bamb kis

Situs bersejarah Candi Lumbung merupakan bangunan peninggalan Buddha yang letaknya masih satu kawasan dengan Candi Prambanan. Bentuknya menyerupai lumbung, hal itulah yang menginspirasi nama dari candi tersebut. Diketahui bangunan ini berasal dari kerajaan Mataram yang didirikan sekitar abad ke 10. Pada zaman dahulu tempatnya digunakan sebagai persemayaman.

Design arsitekturnya begitu unik dengan perpaduan gaya Buddha dan Jawa yang melebur menjadi satu. Pada halaman depannya ditutup hamparan batu andesit yang terlihat kokoh. Pada masa kerajaan, tempat ini difungsikan sebagai pusat aktivitas ritual agama yang dilakukan oleh penduduk setempat. Sampai saat ini pun kawasannya masih digunakan untuk merayakan hari besar agama.

Di sudut lain terpampang hiasan kalamakara yang mempunyai cerita sejarah. Dalam cerita Budha kalamakara adalah dewa Buddha yang sangat tampan namun terkena kutukan dari Sang Hyang Widhi. Terdapat juga prasasti Sri Manggala dan Kurambitan yang melambangkan tentang sejarah Dharma di Salingsingan. Dari prasasti ini dapat diketahui bahwa pendirinya adalah Rakai Kayuwangi.

Daya Tarik Candi Lumbung

Daya Tarik Candi Lumbung
Image Credit: Google Maps Joko Yuwono

1. Tempat Liburan dan Religi

Selain sebagai tempat liburan, wisata candi juga diyakini sebagai tempat ibadah. Pada hari besar tertentu beberapa penduduk sekitar melakukan ritual di tempat ini dengan membuat sesaji untuk menghormati leluhur. Di sudut lain ada bangunan khusus yang memang difungsikan untuk religi sehingga tidak semua orang bisa menuju tempat itu selain para tokoh agama.

Tujuan lain ritualnya yaitu untuk melestarikan tradisi dan budaya yang ada sejak zaman kerajaan terdahulu. Anda yang berlibur ke candi juga bisa mempelajari budayanya dengan melihat ritual agama yang dilakukan. Hal yang perlu diingat traveller yang datang disarankan memakai baju yang sopan saat berada di areanya.

2. Memiliki 17 Bangunan Candi

Candi Lumbung diketahui mempunyai 17 bangunan yang berjejer rapi. Terdapat 1 candi utama dan 16 candi kecil yang berada di sekitarnya. Tiap bangunannya dibentuk dengan sangat teliti sehingga tampak kokoh. Selain itu juga ada pahatan patung 3 dimensi yang menambah keestetikan wisatanya.

3. Dikelilingi Pemandangan Alam

Keberadaan candi yang dikelilingi beberapa gunung sangat indah dipandang mata. Di kawasannya pun terdapat tanaman hijau berupa rumput dan pohon yang menambah keasrian wisata. Saat siang tidak akan terasa panas terik karena banyak penghijauan tersebut. Petugasnya selalu menjaga kebersihan area sekitar dan Anda yang berlibur diharapkan tidak mengotori area wisata.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Candi Lumbung
Image Credit: Google Maps Ephin N

Situs bersejarah Candi Lumbung tepat berada di Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Letaknya berdekatan dengan kali Apu yang berasal dari Gunung Merapi. Pengunjung diharapkan membawa kendaraan pribadi baik sepeda maupun mobil saat menuju kesini. Namun, Anda juga bisa menyewa travel yang tersedia di pusat kota Magelang.

Jika Anda berangkat dari luar kota bisa naik pesawat terbang dengan pemberhentian di bandara internasional Adisucipto. Kemudian lanjut ke arah Jalan Raya Solo Yogyakarta. Kemudian lurus sampai menemukan kawasan Jalan Taman Prambanan Kulon. Dari sini jaraknya hanya beberapa meter saja, di depan gerbang akan tampak gapura selamat datang yang menyambut para pelancong.

Anda yang pertama kali datang tidak perlu khawatir karena tersedia papan penunjuk jalan yang menunjukkan lokasi candi. Wisatawan bisa pula mengaksesnya melalui google maps atau bertanya langsung kepada penduduk setempat. Sepanjang perjalanan traveller akan melihat pemandangan Yogyakarta dengan hiruk pikuk aktivitas masyarakat yang memadati kota.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk Candi Lumbung
Image Credit: Google Maps Adnan Rusdi

Sebelum memasuki wisata Candi Lumbung akan terlihat petugas yang menjual karcis tiket. Tarifnya diketahui sama seperti candi prambanan, yaitu Rp 40.000 untuk dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak. Biasanya bagi wisatawan mancanegara dikenai tarif tiket sedikit mahal. Biaya tersebut digunakan sebagai perawatan dan pemeliharaan candi yang ada di kawasan ini.

Pada area pintu depannya juga ada lahan parkir kendaraan roda dua dan empat. Bagi pengunjung yang parkir akan dikenai harga Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil maupun kendaraan roda empat lainnya. Lahannya yang luas diketahui dapat menampung lebih dari 50 kendaraan, sehingga Anda tidak perlu khawatir meskipun wisatanya sangat ramai.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik Candi Lumbung
Image Credit: Google Maps Sun Chaser Magelang

1. Mengabadikan Momen

Kamera menjadi salah satu barang yang wajib dibawa saat berwisata, apalagi ketika berada di situs bersejarah ini. Di dalamnya terdapat beberapa candi yang terlihat estetik karena terbuat dari batu yang berwarna abu-abu. Di sekitarnya pun banyak prasasti yang berderet rapi melengkapi wisata. Hal itulah yang dijadikan pengunjung sebagai spot menarik untuk berfoto atau mengambil rekaman video.

2. Berjalan Santai

Lahannya yang sangat luas cocok digunakan untuk berkeliling Candi Lumbung. Apalagi saat cuaca sedang cerah akan terasa menyenangkan saat berjalan kaki disini dengan bercengkrama bersama keluarga. Petugaspun bersedia menemani wisatawan untuk berkeliling dan menunjukkan rute jalannya. Aktivitas ini berguna agar Anda dapat melihat sisi bangunan candi secara lebih dekat.

3. Mempelajari Sejarah

Wisata candi ini memang diketahui memiliki banyak sejarah yang menceritakan masa kerajaan terdahulu. Aksara Jawa yang ada di depannya bertuliskan tentang nama, tanggal didirikan, dan asal mula didirikan bangunannya. Namun sampai sekarang masih belum ada terjemah dari tulisan tersebut. Sehingga traveller dapat bertanya kepada petugas setempat mengenai sejarah secara rinci.

Aktivitas Menarik di Candi Lumbung
Image Credit: Google Maps dian adi

4. Bersepeda

Pengunjung yang berlibur dapat membawa sepeda ontel dari rumah maupun menyewa di tempat persediaan sekitar. Saat hari tertentu akan terlihat beberapa orang yang bersepeda di dalam kawasannya. Namun tidak semua rute di dalamnya yang boleh dilewati dengan sepeda ontel, hanya beberapa areanya saja yang diizinkan. Ajak kerabat untuk menikmati candi dengan bersepeda santai.

5. Melihat Sisi Bangunan

Beberapa bangunan yang berjejer di dalam Candi Lumbung terlihat unik dan klasik. Pemerintah masih melestarikan bangunan lamanya, namun ada juga beberapa yang mengalami renovasi. Terdapat beberapa relief yang dilengkapi dengan ukiran dan pahatan yang menambah keekstetikannya. Semuanya dirawat dan dilestarikan dengan baik agar bisa dinikmati semua orang.

Objek Wisata Terdekat dari Candi Lumbung

Objek Wisata Terdekat dari Candi Lumbung
Image Credit: Google Maps Dimar Raditio

1. Mangli Sky View

Jarak Candi Lumbung menuju ke Mangli Sky View lumayan dekat, hanya membutuhkan waktu sekitar 50 menit saja. Destinasi ini berada pada ketinggian 1.570 mdpl di atas permukaan laut. Tempatnya menyuguhkan pemandangan awan putih yang begitu indah. Dari sini tampak beberapa gunung yang mengelilinginya, salah satunya gunung sumbing, tidar, merapi, serta merbabu.

2. Candi Borobudur

Situs bersejarah candi Borobudur adalah candi peninggalan Budha yang masuk dalam 7 keajaiban dunia. Bangunannya begitu besar dengan lahan sangat luas yang didirikan sekitar tahun 780 Masehi pada masa kerajaan terdahulu. Di dalamnya terdapat banyak stupa yang berjejer rapi menambah keestetikan candi. Namun, perlu diingat tamu yang datang kesini harus memakai pakaian yang sopan.

3. Silancur Highland

Destinasi ini menawarkan pemandangan alam yang memikat hati para traveller. Saat masuk ke kawasannya, Anda akan terpesona melihat berbagai bunga yang warna-warni. Ada pula gunung yang menghadap langsung ke wisata tersebut nampak melengkapi keindahannya. Tempatnya yang menenangkan banyak diincar oleh para pelancong ketika sudah usai berlibur dari Candi Lumbung.

4. Air Terjun Sekar Langit

Diketahui air terjun sekar langit menyimpan cerita sejarah yang berkaitan dengan legenda Jaka Tarub. Wisatanya menyuguhkan air terjun yang mengalir jernih dari atas ke arah kolam penampungan. Di sudut lain ada jembatan pelangi yang biasanya dijadikan spot berfoto. Udaranya pun terasa menyejukkan sehingga cocok untuk sekedar melepas penat di sela-sela kesibukan.

Demikian beberapa penjelasan mengenai wisata Candi Lumbung mulai dari sejarah, harga tiket, hingga alamatnya. Wisatawan yang berkunjung disarankan mengajak keluarga atau kerabat dekat. Siapkan kendaraan dan budget yang cukup sebelum berlibur. Jangan lupa pula untuk mengabadikan momen selama berada di kawasan tersebut untuk dijadikan kenang-kenangan ketika sudah pulang.