Harga Tiket: Rp 8.000, Jam Operasional: 08.00-17.00 WIB, Alamat: Jl. Banjarsari No.12. Kwaron, Kec. Prambanan, Kab. Klaten, Jawa Tengah; Map: Cek Lokasi

Provinsi Jawa Tengah merupakan sebuah daerah yang terletak dibagian Utara pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan langsung dengan dua Provinsi lain, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur.

Karena diapit oleh dua Provinsi, membuat Jawa tengah menjadi daerah dengan kunjungan wisata tinggi sepanjang tahun. Terutama pada bulan November hingga Januari, tempat-tempat wisata di Jawa Tengah akan ramai dikunjungi wisatawan.

Salah satu tempat wisata yang menarik dan banyak dibicarakan oleh wisatawan adalah Candi Sojiwan, karena bangunan ini merupakan peninggalan dari kepercayaan Buddha yang telah berdiri sejak abad 9 Masehi. Di tempat ini pengunjung dapat melakukan banyak kegiatan, misalnya seperti berjalan mengelilingi candi atau berfoto ria bersama keluarga.

Sejarah Candi Sojiwan

Sejarah Candi Sojiwan
Image Credit: Google Maps Raynardthan Pontoh

Tidak banyak yang diketahui dari sejarah Candi Sojiwan kecuali saat pelaporannya oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1813 secara tidak sengaja. Saat ini Kolonel yang diperintahkan langsung oleh Gubernur Raffles mendatangi rumah pengunjung untuk melakukan sensus.

Namun ketika tengah berkeliling, sang Kolonel malah menemukan bangunan yang telah lama ditinggalkan dan berada diantara semak belukar. Kemudian Kolonel tersebut memasuki area bangunan, lalu menemukan fakta bahwa di dalam semak-semak terdapat sebuah candi.

Menariknya, candi ini ternyata berada tak jauh dari salah satu candi yang sudah terkenal di telinga pengunjung. Candi tersebut adalah Prambanan. dan candi ini sendiri hanya berjarak sekitar 2 kilometer saja dari arah Prambanan.

Candi yang telah dipugar oleh pemerintah pada tahun 2011 ini ternyata memiliki sejarah lain yang menarik untuk ditelusuri. Berawal dari penemuan prasasti dari tahun 800 hingga 900 Masehi, dan kemudian disimpan pada bangunan museum di Kota Jakarta.

Tulisan pada bagian atas prasasti memberitahu bahwa di bagian Tengah pulau Jawa terdapat satu candi yang memiliki nama persis sama dengan nama pendirinya. Kemudian dengan informasi tersebut, pemerintah memutuskan untuk menyebut area candi dengan nama Sojiwan.

Banyak terdapat prasasti di bagian dinding candi yang mengisahkan sejarah kebudayaan Budha. Selain itu, ada juga lukisan yang menggambarkan kemasyuran masyarakat Kebon Dalem Kidul pada masa lampau.

Daya Tarik Candi Sojiwan

Daya Tarik Candi Sojiwan
Image Credit: Instagram Hafiz Rancajale

Candi Sojiwan adalah sebuah candi peninggalan kebudayaan Buddha yang menyimpan banyak daya tarik tersendiri untuk dinikmati oleh para pengunjung. Diantaranya adalah bentuk prasasti, arca, serta ukiran pada daerah dinding candi.

1. Prasasti Sejarah Candi

Ketika mengelilingi daerah Candi Sojiwan, pengunjung akan diberitahu oleh pengelola bahwa candi ini sudah berdiri sejak tahun 841 masehi. Banyak prasasti sejarah yang menceritakan tentang kisah candi ini, juga bagaimana proses pendirian candi.

Pengunjung dapat menemukan informasi mengenai candi pada bagian depan, sepanjang garis masuk menuju candi. Bagi pengunjung yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dari candi, maka pengunjung harus berwisata ke Museum Nasional di Kota Jakarta.

Karena museum tersebut memiliki sebagian prasasti yang menceritakan tentang candi. Dahulu prasasti sengaja dibawa oleh pemerintah Hindia Belanda guna mempelajari tentang sejarah candi, hingga saat ini prasasti-prasasti tersebut terbagi menjadi dua bagian.

2. Arca Peninggalan Agama Buddha

Bentuk arca yang besar dan menyimbolkan sebagai penjaga bangunan candi dapat pengunjung temui pada bagian dasar candi, juga pada bagian atas. Arca ini dibentuk menyerupai dewa penjaga yang dipercayai oleh masyarakat penganut agama Buddha.

Arca-arca yang ada di daerah candi telah mengalami beberapa kali peremajaan. Tujuannya adalah agar bentuk dari arca tidak berubah karena perubahan zaman, dan juga agar pengunjung terus bisa menikmati kemegahan dari arca tersebut.

Daya Tarik di Candi Sojiwan
Image Credit: Instagram Hasti

3. Ukiran Pada Dinding Candi

Bagi pengunjung yang ingin mengetahui kisah dari masyarakat yang dahulu tinggal di sekitar Kebon Dalem Kidul. Maka pengunjung bisa melihat berbagai ukiran yang ada di dinding candi.

Ukiran-ukiran tersebut juga mengisahkan tentang perjuangan masyarakat dari para penjajah, serta bagaimana kehidupan masyarakat yang hidup di bawah Kerajaan. Perawatan terus dilakukan baik oleh pengelola, maupun oleh pemerintah agar peninggalan sejarah berupa cerita tersebut tidak lekang karena waktu.

Uniknya, ukiran yang ada di dinding candi tidak hanya terletak pada bagian dasar. Namun juga berada di sepanjang dinding candi dari bawah hingga paling atas.

4. Kawasan Taman yang Hijau

Selain daya tarik yang dimiliki oleh candi, ternyata pada daerah sekitar juga tersimpan keindahan. Hamparan rerumputan hijau dan pohon-pohon yang menjulang tinggi tentu dapat meninggalkan kesan tenang bagi pengunjung.

Area Candi Sojiwan yang luas juga membuat vegetasi dari tanaman di sekitar candi menjadi tumbuh subur. Pada bulan tertentu, pengunjung dapat menemukan banyak bunga-bunga bermekaran.

Selanjutnya, pengunjung juga dapat menikmati panorama dari area yang lebih jauh. Karena terletak cukup jauh dari rumah warga, membuat pemandangan jadi semakin asri untuk dipandang.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Candi Sojiwan
Image Credit: Google Maps Eni

Ketika hendak berwisata ke Candi Sojiwan, maka pengunjung dapat melakukan perjalanan hingga sampai ke pusat Kota Semarang. Ada berbagai moda transportasi yang bisa pengunjung gunakan, diantaranya adalah moda transportasi darat, laut, dan juga udara.

Setelah sampai di Semarang, kemudian pengunjung harus melanjutkan perjalanan hingga ke Kabupaten Klaten. Akses paling mudah yang dapat pengunjung jumpai adalah dengan memanfaatkan kendaraan umum antar kota seperti kereta api atau bus.

Selanjutnya pengunjung tinggal menuju Kecamatan Prambanan dengan menaiki bus sambung dari Klaten. Pengunjung tidak perlu merasa khawatir ketika sampai di Klaten, karena disana sudah tersedia banyak angkot dan angkutan khusus wisata guna mengangkut pengunjung hingga sampai ke depan candi.

Sesampainya pengunjung di Kecamatan Prambanan, maka jalur selanjutnya yang dapat pengunjung pilih adalah jalur menuju Desa Kebon Dalem Kidul. Kawasan ini mempunyai jalur utama yang lebar dan mudah untuk ditemukan.

Pengunjung tinggal berkendara sebentar hingga sampai ke Jalan Banjarsari, dan pengunjung akan sampai ke depan area candi. Tanda bahwa pengunjung telah berada dekat dari candi adalah, ketika pengunjung sudah melewati area depan Candi Prambanan.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk Candi Sojiwan
Image Credit: Instagram Hafiz Rancajale

Untuk bisa menikmati keindahan Candi Sojiwan dan sejarah yang terkandung di dalamnya, pengunjung tidak perlu merogoh kocek sepeserpun. Pengunjung tinggal mengisi daftar tamu seperti nama pengunjung, tempat asal, dan juga nomor telepon yang dapat dihubungi.

Biaya lain yang harus pengunjung keluarkan ketika akan berwisata ke candi ini adalah untuk parkir. Jika pengunjung datang menggunakan kendaraan roda dua, maka biaya parkirnya adalah sebesar Rp 2.000,00.

Sedangkan bagi pengunjung yang datang dengan menggunakan kendaraan roda empat pribadi, maka biayanya adalah sebesar Rp 5.000,00. Selanjutnya jika pengunjung datang bersama rombongan, maka biaya parkir untuk tiap kendaraan adalah sebesar Rp 20.000,00.

Keadaan lain yang harus pengunjung perhatikan ketika akan berkunjung ke candi adalah waktu buka dan tutup. Pengelola mengijinkan pengunjung untuk menikmati keindahan candi dari pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore.

Candi ini memang buka setiap hari, namun biasanya pada 3 hingga 4 bulan sekali candi akan tutup pada akhir minggu. Tujuannya adalah untuk melakukan perawatan pada bangunan, agar bisa bertahan lebih lama.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik Candi Sojiwan
Image Credit: Google Maps deny acces

1. Bersantai Menikmati Panorama

Bagi pengunjung yang ingin sekedar bersantai dan menghilangkan rasa penat dari pikiran sebab kegiatan sehari-hari. Maka pengunjung dapat berwisata ke Candi Sojiwan yang terkenal akan ketenangannya.

Pengunjung dapat membawa peralatan seperti tikar dan juga kotak berisi makanan. Pelataran luas yang ada di area candi dapat pengunjung manfaatkan sebagai tempat piknik bersama keluarga.

2. Mengelilingi Bangunan Candi

Kegiatan selanjutnya yang dapat pengunjung lakukan ketika datang ke candi ini adalah melihat berbagai ukiran pada dinding candi. Pengunjung dapat mengetahui bagaimana masyarakat di masa lalu hidup, dan juga pelajaran lain mengenai gotong royong yang sudah menjadi tradisi turun menurun.

Selain ukiran pada dinding, pengunjung juga dapat melihat arca di bagian dasar dan puncak candi. Bentuk arca yang kuat dan megah tentu bisa membentuk gairah keberanian dalam hati pengunjung.

3. Memotret Bagian Candi

Jika pengunjung ingin mengambil banyak foto dengan latar belakang serta tema unik. Maka tempat ini bisa menjadi tujuan yang bagus.

Pengunjung bisa memotret bagian candi dengan kamera milik pengunjung. Kemudian pengunjung juga bisa berfoto ria di depan candi, untuk memberi kesan latar belakang klasik.

Objek Wisata Terdekat dari Candi Sojiwan

Objek Wisata Terdekat dari Candi Sojiwan
Image Credit: Instagram lidia

1. Kawasan Candi Prambanan

Terletak hanya 2 kilometer dari Candi Sojiwan, membuat Candi Prambanan juga harus pengunjung masukkan pada daftar liburan selama berada di Kebon Dalem Kidul.

2. Kawasan Candi Boko

Tempat wisata lain yang dapat pengunjung datangi adalah Candi Boko, karena terletak hanya sejauh 1,5 kilometer saja dari tujuan awal pengunjung.

3. Kawasan Candi Plaosan

Karena berada di daerah yang sekitarnya memiliki banyak bangunan berbentuk candi, sehingga akan sayang rasanya jika pengunjung tidak datang ke area Candi Plaosan yang memiliki bentuk candi unik dan indah.

Candi Sojiwan sendiri merupakan satu dari sekian banyak candi yang ada di daerah Kebon Dalem Kidul. Berada di lokasi yang strategis dan memiliki area datar nan luas, membuat pemandangan dari sekitar candi terlihat begitu spesial.