Harga Tiket: Rp 10.000, Jam Operasional: 08.00-16.00 WIB, Alamat: Bodean Krajan, Toyomarto, Kec. Singosari, Kab. Malang, Jawa Timur; Map: Cek Lokasi

Indonesia menyimpan banyak sekali candi yang tersebar di berbagai wilayah. Dimana candi candi peninggalan dari zaman kerajaan tersebut saat ini menjadi wisata sejarah yang diminati oleh masyarakat. Salah satunya di daerah Malang yang memang terkenal mempunyai berbagai macam jenis objek wisata, termasuk wisata sejarah yang meliputi candi.

Di Malang sendiri terdapat deretan candi seperti Candi Jago, Candi Badut, Candi Kidal, dan masih banyak lagi. Kali ini akan dibahas mengenai Candi Sumberawan Singosari yang mempunyai bangunan kuno dan eksotis. Selain itu candi di kawasan Singosari ini juga menyimpan banyak kisah unik, sehingga populer di kalangan masyarakat sekitar maupun wisatawan dari luar daerah.

Sejarah Singkat Candi Sumberawan

Sejarah Singkat Candi Sumberawan
Image Credit: Google Maps Channel CaK WoTo Channel CaK WoTo

Candi yang ada di kawasan Singosari, Malang, ini adalah satu satunya candi yang memiliki bentuk stupa di daerah Jawa Timur. Candi Sumberawan adalah bangunan peninggalan dari orang Budha dari kerajaan Singosari. Pertama kali ditemukannya bangunan sejarah itu sendiri terjadi pada tahun 1904, dan ditemukan oleh orang Belanda.

Dalam prasasti Negarakertagama, candi yang diprediksi berasal dari abad 14 atau awal abad 15 ini dinamakan Kasuranggan atau diidentifikasi sebagai Taman Surga Nimfa. Yang mana kata kasuranggan sendiri mempunyai arti yaitu sebuah taman yang dipenuhi oleh bidadari atau malaikat.

Selain itu, beberapa catatan juga menunjukkan bahwa candi ini juga pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk dari Majapahit pada tahun 1359, dalam rangka observasi mengelilingi daerah kekuasaannya. Dan berdasarkan informasi dari para pakar sejarah, dulunya bangunan candi dimanfaatkan oleh orang Budha dari kerajaan Singosari sebagai tempat sembahyang.

Bahkan pada hari hari tertentu, Candi Sumberawan sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat ritual oleh warga sekitar yang memeluk agama Budha. Sejak ditemukan pada tahun 1904, candi yang mempunyai bangunan dengan ukuran 6,25m x 5,25m x 5,23m ini juga pernah mengalami renovasi pada tahun 1937 di bawah pimpinan pemerintah Hindia-Belanda.

BACA JUGA:  Candi Ceto - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

Dan saat melakukan pemugaran pada bangunan candi, diyakini bahwa terdapat sumber air yang ditemukan di bawah candi. Namun setelah semua proses pemugaran rampung, aliran air dari sumber tersebut justru merembes kemana mana. Sehingga setelah itu muncul sumber air baru yang dapat ditemukan di beberapa lokasi dekat candi.

Untuk bangunan candinya sendiri terbuat dari material batu andesit, tidak ada tangga naik untuk menuju ruangan di dalamnya yang biasanya digunakan sebagai tempat menyimpan benda suci. Sehingga fungsi dari candi tersebut memang tidak selazimnya stupa sesungguhnya, meskipun bentuk luarnya berupa stupa.

Daya Tarik yang Dimiliki Candi Sumberawan

Daya Tarik Candi Sumberawan
Image Credit: Google Maps Kumbarakarta Kharisma

1. Air Suci Tirta Amerta

Pada masa kolonial Belanda, tepatnya di tahun 1937, candi yang ada di Singosari ini memang sempat mengalami pemugaran. Dimana selama proses renovasi tersebut ditemukan sumber air yang ada di bawah candi. Dan setelah proses pemugaran selesai aliran air menjadi merembes dan muncul sebagai sumber air baru di beberapa lokasi.

Berdasarkan cerita penjaga candi, sumber di bawah Candi Sumberawan yang kemudian mengalir ke berbagai lokasi ini merupakan air suci. Hal itu disebabkan oleh kuatnya para pertapa yang sebelumnya telah melakukan ritual di dalam candi. Sehingga sumber air ini menjadi air keabadian atau air amerta.

Bahkan sejumlah agama juga menganggap air di Sumberawan tersebut memang suci, dan memanfaatkannya untuk upacara Waisak sampai digunakan sebagai air pembaptisan bagi umat Kristen Protestan. Selain itu, menurut hasil penelitian di laboratorium, Air Suci Tirta Amerta ini memang sangat jernih dan layak untuk diminum langsung.

2. Mitos Asal Usul Nama Sumberawan

Daya tarik Candi Sumberawan juga didapat dari mitos asal usul namanya. Karena menurut juru kunci, nama Sumberawan ini berasal dari dua kata yaitu sumber dan rawan. Kedua kata tersebut jika digabungkan bisa diartikan sebagai sumber yang berasal dari rerawan atau rawa rawa.

Tidak sampai di situ saja, juru kunci juga menyebutkan bahwa konon kawasan Sumberawan ini dulunya juga disebut dengan nama Tanah Kasurangganan atau tanah bidadari. Dimana pada kawasan tersebut terdapat sumber air yang biasa dikunjungi oleh para bidadari. Letaknya yaitu di sekitar lereng Gunung Arjuna, dengan ketinggian kurang lebih 650 mdpl.

Tidak heran apabila saat berkunjung ke sini banyak wisatawan yang mencoba untuk pergi menuju tempat sumber air secara langsung. Beberapa menggunakannya untuk membasuh muka, dan lainnya mencoba meminum airnya. Usut punya usut, meminum air dari sumber air di Sumberawan katanya bisa membuat seseorang menjadi awet muda.

BACA JUGA:  Candi Tikus - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

3. Panorama Indah di Sekitar Candi

Lokasi Candi Sumberawan berada di kawasan kaki Gunung Arjuna. Letak dari lokasinya tersebut ada di ketinggian kurang lebih 650 di atas permukaan laut, yang membuat suasana di sekitar candi sangat sejuk dan menyegarkan. Sehingga destinasi ini tidak hanya menjadi wisata sejarah, tapi sekaligus menjadi wisata alam yang menawarkan panorama memanjakan mata.

Apalagi di kawasan tersebut terdapat banyak pohon pinus dan sumber air. Ditambah dengan hamparan persawahan, membuat landscape yang bagus untuk berburu foto. Jadi meskipun relief candi memang cenderung polos, namun latar belakangnya yang mempunyai pemandangan menawan membuat banyak orang tertarik untuk mengabadikan momen di sini.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Candi Sumberawan
Image Credit: Google Maps hariesdesign

Bagi anda yang ingin melakukan wisata sejarah sekaligus wisata alam ke Candi Sumberawan, destinasi ini beralamatkan di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasinya berada di ketinggian kurang lebih 650 di atas permukaan laut pada kawasan kaki Gunung Arjuna.

Dari tugu Kota Malang sendiri, jaraknya sekitar 16,5 kilometer atau membutuhkan waktu kurang lebih 41 menit lewat Jalan Raya Lawang dan Gempol. Perjalanan yang perlu anda tempuh untuk melihat candi ini tergolong tidak mudah, karena akses jalan tidak begitu lebar. Sehingga anda sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua untuk menuju lokasi.

Sesampainya di lokasi parkir, nantinya anda perlu berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 400 meter jauhnya. Baru anda bisa berjumpa dengan bangunan candi yang memiliki bentuk stupa ini. Dimana sepanjang perjalanan menuju candi, anda akan disuguhi oleh pemandangan lereng Gunung Arjuna yang sangat indah dengan udara yang begitu sejuk.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Harga Tiket Masuk Candi Sumberawan
Image Credit: Google Maps then must boss

Candi Sumberawan dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Jadi pastikan anda datang berkunjung pada jam operasionalnya tersebut agar dapat menikmati suasana di candi dan menjelajah keunikan bangunan candi tersebut. Untuk harga tiket masuknya sendiri yang terbaru yaitu Rp. 10.000 per orang.

Harga tersebut sepertinya naik dua kali lipat sejak beberapa tahun sebelumnya, yang mana sekitar tahun 2017 harga tiket masuk masih sebesar kurang lebih Rp. 5.000 per orang. Oleh karena itu, harga tiket masuk yang berlaku di objek wisata sejarah ini bisa berubah sewaktu waktu sesuai dengan kebijakan pengelola.

BACA JUGA:  Candi Kidal - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Menarik Candi Sumberawan
Image Credit: Google Maps Air Romadhon

1. Berburu Foto di Candi Sumberawan

Mengunjungi area wisata tentu ada yang kurang apabila tidak sambil berburu foto ciamik selama berada di lokasi. Termasuk saat berkunjung ke Candi Sumberawan yang mempunyai bangunan unik. Meskipun candinya sendiri tidak memiliki relief dan cenderung polos, namun bangunan candi yang berbentuk stupa membuatnya menjadi sangat menarik.

Apalagi kawasan Sumberawan ini menjadi satu satunya daerah di Jawa Timur yang memiliki candi berbentuk stupa. Ditambah dengan panorama di sekitar candi yang dipenuhi dengan pohon pinus dan hamparan sawah hijau, membuatnya menjadi lokasi yang bagus untuk mengambil potret Instagramable.

2. Menikmati Panorama Alam

Berada di kaki Gunung Arjuna membuat kawasan Candi Sumberawan memiliki panorama alam yang begitu memanjakan mata. Area wisata bersejarah ini dipenuhi dengan hamparan sawah dan aliran sungai gemericik. Suasananya yang menenangkan dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan tersebut membuat kawasan candi seringkali dijadikan sebagai tempat meditasi.

3. Mencoba Air Suci Tirta Amerta

Di area candi terdapat sumber air yang konon katanya dianggap suci oleh masyarakat sekitar. Air suci tirta amerta ini bahkan sering menjadi bagian dari prosesi perayaan Waisak umat Budha. Diyakini dapat membuat seseorang menjadi awet muda, banyak pengunjung yang mencoba untuk mengambil air dan minum langsung dari sumber air dekat candi tersebut.

Fasilitas yang Tersedia di Candi Sumberawan

Fasilitas Candi Sumberawan
Image Credit: Google Maps Dè ju

Candi ini termasuk objek wisata yang dikelola dengan baik, sehingga fasilitas yang disediakan di sini cukup banyak dan mampu membuat para pengunjung betah selama bertandang kemari. Adapun fasilitas yang tersedia antara lain tempat parkir cukup luas, mushola, beberapa warung makan, sampai toilet.

Jadi meskipun berlokasi di tengah area hutan, anda tidak akan sulit menemukan fasilitas memadai di area candi. Apalagi area candi ini berada tidak jauh dari wilayah pemukiman warga. Apabila anda tidak menemukan makanan atau kebutuhan lainnya di lokasi wisata, maka anda bisa langsung menuju pemukiman untuk mencari barang yang dibutuhkan.

Dengan berbagai pesona yang ditawarkan Candi Sumberawan di Kabupaten Malang, tentu tidak heran apabila banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung ke sana. Bahkan bukan hanya wisatawan lokal saja, namun ada pula beberapa pelancong dari luar daerah yang ditemukan berkunjung ke wisata sejarah tersebut.