Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Kauman, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah; Map: Cek Lokasi

Berkunjung ke Jawa Tengah kurang lengkap rasanya jika tidak mampir ke Semarang. Lokasi destinasi wisata yang unik ini memiliki berbagai keindahan ala arsitektur tempo dulu yang menawan. Dengan sederet history melekat dalam bangunan bersejarah, ada banyak wisata yang bisa anda kunjungi untuk menghabiskan waktu liburan seru.

Salah satu lokasi yang menjadi ikon dari kota ini adalah Kampung Pecinan Semarang. Bagi pelancong yang datang ke kawasan ini, ada banyak daya tarik yang bisa anda nikmati, mulai dari suasana, fasilitas, dan beragam aktivitas di dalamnya. Untuk memudahkan perjalanan anda di Kampung Pecinan, berikut beberapa informasi mengenai lokasi wisata.

Sejarah Singkat Kampung Pecinan Semarang

Sejarah Singkat Kampung Pecinan Semarang
Image Credit: Instagram soca.ratimaya

Bagi anda yang berlibur ke Semarang, jangan lupa mampir ke kawasan Kampung Pecinan. Lokasinya begitu cepat dijangkau dan tidak sulit, sehingga para pelancong dari luar daerah mudah mencapai lokasi. Anda bisa mengaksesnya lebih cepat dari kawasan Kota Lama. Dengan kata lain, Kampung Pecinan tidak berada jauh dari kawasan Kota Lama.

Dari sinilah bisa diketahui jika lokasi ini memiliki sejarah panjang dalam pendirian kota Semarang. Tempat ini dikenal memiliki potensi tinggi untuk destinasi budaya yang otentik di kawasan Semarang. Pada mulanya, kawasan ini merupakan aera pemberontakan orang Cina yang berada di kawasan Batavia terhadap kolonial Belanda.

Pada saat itu, terjadi pemberontakan kolonial, tetapi berhasil digagalkan pada tahun 1740 sampai dengan 1743. Pemerintah kolonial takut jika orang orang Cina akan beraksi lagi. Karena alasan tersebutlah, maka kawasan Pecinan dibuat tidak jauh dari pusat militer Belanda di Kota Lama. Sebelumnya, orang keturunan Cina Semarang tinggal di daerah Gedong Batu.

Namun, karena pemerintah Belanda pada saat itu takut dengan tindakan orang orang Cina, maka mereka memindahkannya ke dekat markasnya. Selain itu, jika anda ingin mengunjungi peninggalan masa penjajahan, maka bisa mengunjungi kawasan Kampung Pecinan Semarang. Di tahun 2005, Walikota menetapkan kampung ini sebagai pusat kebudayaan di kota Semarang.

BACA JUGA:  Pagoda Avalokitesvara - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi dan Ragam Aktivitas

Daya Tarik Kampung Pecinan Semarang

Daya Tarik Kampung Pecinan Semarang
Image Credit: Instagram Destinasi Pariwisata Jateng

Kampung Pecinan ini memiliki daya tarik yang tidak ada duanya di Jawa Tengah. Hal ini karena banyak arsitektur bangunan unik khas Cina. Pencampuran budaya Tionghoa dengan Belanda juga terasa di kawasan satu ini. Tidak heran jika para wisatawan akan berdecak kagum ketika berkunjung ke kawasan Semarang Chinatown untuk berlibur.

Kawasan satu ini termasuk tempat bersejarah yang masih dijaga keasliannya. Alhasil, ada banyak bangunan tua dengan gaya ala negara tirai bambu dan gaya Belanda. Bangunan khas Belanda dibangun saling berjejeran di kawasan yang cukup padat satu ini. Hal inilah yang membuat para wisatawan berbondong bondong untuk menyusuri kampung pecinan di Semarang.

Meskipun memiliki lokasi yang sempit dan berdekatan, anda akan merasakan sensasi tersendiri ketika berada di kawasan Chinatown. Belum lagi tampilan megah dari kelenteng yang ada di kawasan tersebut. Setidaknya, anda akan menemukan sembilan bangunan kelenteng yang tersebar luas di setiap gang di Kampung Pecinan Semarang.

Jarak satu kelenteng dengan kelenteng lainnya berjarak cukup dekat satu sama lain. Anda tidak hanya terkagum dengan bagunan yang masih berdiri megah beserta kebudayaan di dalamnya. Hal inilah yang memberikan daya tarik tersendiri ketika menyusuri destinasi kebudayaan yang ada di kawasan Pecinan Semarang.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Kampung Semarang
Image Credit: Instagram S. Syifa Adhima

Untuk memudahkan anda menjangkau perjalanan ke kawasan Chinatown, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu informasi sebelum, berangkat. Pasalnya, kawasan kampung cina ini berada di kelurahan Kauman, Semarang, Jawa Tengah. Lebih tepatnya, Chinatown bisa anda temukan dengan destinasi Kota Lama dan Lawang Sewu.

Jika ingin tiba dengan cepat, ada baiknya menggunakan kendaraan pribadi. Tetapi tidak bisa dipungkiri jika anda juga ingin mengaksesnya dengan transportasi umum. Ini karena ada banyak jalur yang bisa anda pilih untuk sampai ke lokasi menggunakan transportasi umum. Dalam hal ini, anda bisa melewati dua pintu masuk yaitu Jalan Pekojan dan Jalan Kranggan.

Namun jika anda ingin rute yang paling terbaik, maka bisa menuju kawasan Kampung Pecinan Semarang menggunakan bantuan Peta Digital. Berkat adanya teknologi satu ini, tentu perjalanan anda jadi lebih mudah dan cepat. Sekalipun anda merupakan orang dari luar daerah Semarang, tetapi masih bisa mudah menemukan lokasinya dengan maps.

Harga Tiket Masuk Kampung Pecinan

Harga Tiket Masuk Kampung Pecinan
Image Credit: Google Maps Deta Widyananda

Satu lagi yang membuat kawasan ini menjadi begitu menarik untuk dikunjungi berkat jam operasionalnya. Destinasi ini terbuka untuk umum selama 24 jam penuh jika anda ingin menghabiskan waktu di kawasan ini kapanpun anda mau. Sementara itu, ada beberapa waktu yang bisa anda kunjungi jika ingin mengunjungi pasar Semawis.

BACA JUGA:  Gedung Siola - Sejarah, Koleksi, Lokasi & Ragam Aktivitas

Pasar yang satu ini akan buka sekitar pukul 18.00 sampai 23.00 WIB di setiap akhir pekan. Akan tetapi jika ingin mendapatkan pengalaman yang lebih menarik, datanglah pada perayaan Imlek. Dijamin, anda akan menemukan daya tarik yang tidak terlupakan berkat kegiatan keagamaan dan budaya di Kampung Pecinan Semarang.

Selain itu, wisatawan yang berkunjung tidak perlu menghabiskan uangnya untuk membayar tiket masuk. Pasalnya, kawasan ini terbuka untuk umum dan gratis untuk dikunjungi. Namun, anda hanya perlu mempersiapkan untuk kebutuhan parkir dan belanja. Tarif untuk motor dipatok Rp 2000 dan parkir mobil sebesar Rp 5000.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Menarik Kampung Pecinan
Image Credit: Instagram Siska

1. Mengunjungi Klenteng

Salah satu kegiatan yang paling top dilakukan para wisatawan yaitu dengan mengunjungi klenteng. Meskipun lokasinya yang berada di dalam gang sempit, tetapi kawasan pecinan memiliki Kelenteng yang ikonik untuk dikunjungi. Setidaknya, anda bisa menemukan 8 bangunan kelenteng saat berada di kawasan ini.

Hal yang menarik, bangunan klenteng ini tidak berkumpul jadi satu, sebab bangunan ini tersebar di setiap gang Kampung Pecinan Semarang. Jarak satu dengan yang lainnya juga tidak terlalu jauh maupun dekat. Jadi, anda bisa dengan mudah mengunjungi dan melanjutkan keliling kelenteng ke semua lokasinya.

Salah satu klenteng yang cukup populer di kalangan wisatawan yaitu Klenteng Tay Kak Sie atau Istana Para Dewa. Julukan ini menjadi salah satu hal yang paling ikonik karena di dalam klenteng terdapat jumlah dewa yang disembah sangat lengkap. Selain itu, anda juga bisa melihat patung yang berdiri gagah Sam Poo Tay Djien atau Laksamana Cheng Ho.

2. Melakukan Tur Sejarah dan Budaya

Kawasan Pecinan termasuk dalam lokasi bersejarah yang masih utuh layaknya area Kota Lama Semarang. Wisatawan bisa melihat berbagai macam bangunan tua bergaya Belanda dan arsitektur Cina yang dibangun saling berdempetan karena area yang begitu padat. Salah satu yang menarik perhatian yaitu Gang Lombok (dulu menjadi area tanaman cabai atau lombok banyak ditanam).

Selain melihat arsitektur tua, anda juga bisa belajar mengenai budaya Tionghoa yang begitu erat dengan kampung Pecinan ini. Nuansa yang unik seperti di cina Semarang ini akan semakin ramai ketika menjelang hari raya Imlek. Setiap jalan terdapat ornamen menarik serta lampion merah lengkap dengan atraksi khas Cina.

BACA JUGA:  Kelenteng Sam Poo Kong - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

3. Menikmati Lumpia Lombok

Aktivitas Menarik di Kampung Pecinan
Image Credit: Instagram Heru

Kuliner Lumpia Gang Lombok menjadi salah satu hal yang bisa anda coba ketika berada di kawasan pecinan. Dengan kios sederhana, ternyata lokasi ini yang mengenalkan lumpia menjadi khas dari kota Semarang. Usianya yang sudah lebih dari seratus tahun ini masih bertahan dengan rasa khas yang begitu lezat.

Sekalipun sudah dipegang oleh generasi keempat, tetapi kawasan Kampung Pecinan Semarang tidak pernah sepi pemburu kuliner. Banyak pengunjung yang rela untuk menunggu antrian agar bisa menikmati kelezatan lumpia yang otentik. Anda bisa menikmati olahan rebung yang dibungkus kulit lumpia dengan cita rasa yang original.

4. Berwisata Kuliner di Pasar Semawis

Selain menikmati lumpia, anda juga bisa berwisata kuliner di kawasan Pasar Malang Semawis. Seperti namanya, konsep pasar yang satu ini dibuka pada saat malam hari dan akhir pekan. Alhasil, lokasi ini tidak pernah sepi dari para pengunjung untuk menikmati kuliner yang lezat. Jadi, jika anda ingin merasakan kuliner yang tidak terlupakan, coba datang ke sini.

Makanan khas Semarang disajikan dengan rasa yang lezat dan otentik. Semakin lengkap, anda bisa merasakan vibrant tempo dulu dengan jajanan tradisional yang cukup langka[, seperti pisang plenet dan es hawa. Ada juga makanan khas Cina yaitu Babi yang dijual mulai pukul 18.00 WIB hingga tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Fasilitas Wisata di Kampung Pecinan Semarang

Fasilitas Wisata di Kampung Pecinan Semarang
Image Credit: Instagram Caecilia Sintia Dewi

Untuk menunjang kenyamanan wisatawan saat berkunjung, ada berbagai macam fasilitas yang telah disediakan di Pecinan Semarang. Anda bisa dengan mudah menemukan toilet umum di beberapa spot.

Selain itu, ada juga puluhan kios makanan yang menyajikan berbagai menu setelah anda lelah seharian berkeliling di kawasan Kampung Pecinan. Makanan dan minuman yang disajikan tentunya ditawarkan dengan harga yang terjangkau.

Secara keseluruhan, ada banyak aktivitas yang bisa anda coba ketika berkunjung ke Kampung Pecinan Semarang. Selain mengunjungi bangunan klenteng khas Tionghoa, anda juga bisa melihat bangunan bersejarah atau tua peninggalan belanda. Semakin lengkap, tur sejarah dan budaya menjadi aktivitas pertama yang bisa anda pilih ketika berada di Chinatown Semarang.