Harga Tiket: Rp 2.000, Jam Operasional: 08.00-16.00 WIB, Alamat: Jl. Lembang No.67, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta; Map: Cek Lokasi

Nama Ahmad Yani pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita sebagai masyarakat Indonesia. Dia adalah seorang Pahlawan Revolusioner yang menjadi korban dari sebuah peristiwa bersejarah yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September. Museum Ahmad Yani sendiri awalnya hanya sebuah rumah biasa yang kemudian dijadikan sebagai museum.

Di dalam bangunan bersejarah ini anda dapat menemukan banyak sekali barang-barang bersejarah yang rata-rata memiliki hubungan dengan mantan Panglima Angkatan Darat Republik Indonesia ke 6 tersebut. Bahkan anda juga bisa melihat sendiri dimana lokasi sang Pahlawan Revolusioner ini meninggal dunia.

Namun sebelum dikenal sebagai museum bangunan yang dominan memiliki warna putih ini sudah sempat digunakan oleh bangsa Belanda pada tahun 1930an. Untuk lebih mengenal seperti apa bangunan bersejarah tersebut mari simak baik-baik beberapa review singkat berikut ini.

Daya Tarik Museum Ahmad Yani

Daya Tarik Museum Ahmad Yani
Image Credit: Google Maps Ridho Vickryan

1. Bangunan dan Koleksi yang Dimiliki

Sebelum memasuki kawasan museum anda akan menemukan sebuah patung berukuran 3 meter yang menyerupai Jenderal Ahmad Yani menggunakan seragam TNI Angkatan Darat, patung ini dibuat oleh Soenarto PR. Ketika memasuki bangunan Museum Ahmad Yani pertama-tama anda akan melewati ruang tamu.

Di ruangan ini anda akan menemukan banyak sekali barang koleksi dari jenderal Angkatan Darat tersebut. Pada bagian dinding terdapat sebuah lukisan yang sangat besar menggambarkan detik-detik pembunuhan sang Pahlawan Revolusioner terjadi.

Beralih ke ruang makan anda akan menemukan sebuah meja makan besar yang sering digunakan oleh keluarga sang jenderal saat melakukan makan bersama. Di samping meja makan tersebut ada sebuah kursi berwarna hitam yang sering dijadikan tempat duduk oleh mantan pemimpin TNI AD ini saat menonton televisi.

BACA JUGA:  Museum Satria Mandala - Sejarah, Koleksi, Tiket & Ragam Aktivitas

Masih di ruangan yang sama terdapat mini bar tempat dia sering menjamu teman dan sahabatnya. Selanjutnya pada bagian dinding anda akan melihat foto yang berisikan 9 orang Pahlawan Revolusioner yang meninggal di rumah ini. Ruangan selanjutnya adalah kamar tidur yang berisikan banyak pakaian Jenderal Ahmad Yani dari seragam sampai sepatu.

Ada juga sebuah senjata Thompson yang mengakhiri nyawanya. Di kamar tidur ini anda juga akan melihat sebuah lukisan halilintar yang menjadi simbol cerita saat dirinya diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat. Kemudian ada juga sebuah bedak milik sang istri yang masih tersimpan dengan rapi.

2. Tempat Pembunuhan Pahlawan Revolusioner

Di dalam kawasan Museum Ahmad Yani juga terdapat sebuah tempat bersejarah yang menjadi daya tarik utama tempat wisata bersejarah ini yaitu lokasi dibunuhnya Pahlawan Revolusioner Indonesia. Letak dari tempat tersebut yaitu berada pada bagian kiri ruang makan yang memiliki sebuah batas khusus.

Di lantai ruangan tersebut terdapat tulisan “Disinilah Gugurnya Pahlawan Revolusioner Jenderal Ahmad Yani Pada Tanggal 1 Oktober 1965 Jam 04.35”. Anda juga bisa melihat sendiri bekas peluru yang melubangi dinding sekitar.

Total ada 7 tembakan yang dikeluarkan pada saat itu dimana 5 diantaranya mengenai tubuhnya dan tembus sampai membekas di lemari dan lukisan. Kemudian 2 peluru lainnya bersarang di tubuh A. Yani sampai ditemukan.

3. Sejarah Bangunan

Sejarah dari bangunan Museum Ahmad Yani juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dimana awalnya pada tahun 1930 sampai 1940an bangunan menawan tersebut digunakan sebagai tempat tinggal sementara oleh Pejabat Maskapai Swasta Belanda dan Eropa. Kemudian di tahun 1950an mulai dijadikan rumah dinas tentara.

Pada saat itu Jenderal Ahmad Yani yang menjadi pemilik rumah tersebut sampai dia meninggal karena dibunuh pada tanggal 1 Oktober 1965 oleh pemberontak yang disebut sebagai PKI. Setelah kematiannya rumah dinas ini kemudian dijadikan sebuah museum untuk mengenang mantan Panglima Angkatan Darat tersebut.

Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk

Alamat Musuem Ahmad Yani
Image Credit: Google Maps Dendy Irawan

Museum Ahmad Yani berada di Kota Jakarta Pusat, Kecamatan Menteng, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, di Jl. Lembang RT 11, RW 7, No. 67. Untuk mencapai lokasi tersebut juga sangat mudah karena hanya berjarak sekitar 3 km dari Bundaran HI yang dapat ditempuh selama 10 menit saja menggunakan kendaraan pribadi.

BACA JUGA:  Museum Moja Jakarta - Sejarah, Koleksi, Tiket & Ragam Aktivitas

Dari Bundaran HI silahkan ambil jalur keluar melewati Jl. Jenderal Sudirman kemudian melewati Jl. Blora dan tiba di pertigaan dekat Stasiun Sudirman. Silahkan belok kiri di pertigaan tersebut dan terus lurus melewati Jl. Kendal dan masuk ke Jl. Latuharhary kemudian menemukan pertigaan Jl. Lembang.

Silahkan belok kiri di pertigaan tersebut dan anda akan sampai di Museum Ahmad Yani yang berada tepat di sebelah kiri anda. Perjalanan ini bisa lebih lama karena anda akan melewati salah satu titik macet di Kota Jakarta.

Untuk memasuki kawasan wisata sejarah ini anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp 2.000 per orang. Perlu diketahui bahwa Museum Ahmad Yani buka untuk umum setiap hari Selasa sampai hari Minggu (Senin tutup) dengan jam operasional mulai dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Menarik Museum Ahmad Yani
Image Credit: Google Maps Iam Iam

1. Menjelajah Isi Museum Sambil Melihat Koleksi

Kegiatan menarik paling pertama yang bisa anda lakukan di lokasi wisata bersejarah ini adalah mengelilingi semua ruangan sambil melihat-lihat segala koleksi yang ada. Terdapat beberapa ruangan yang bisa anda jelajahi mulai dari ruang tamu dengan banyak koleksi pribadi Jenderal A. Yani dan sejumlah foto beserta lukisan yang tertempel di dinding.

Kemudian ada ruang makan dan ruang keluarga yang memiliki barang-barang kenangan sang jenderal bersama keluarga kecilnya. Selanjutnya ada kamar tidur yang menyimpan pakaian, lencana, sepatu, dan barang pribadi Pahlawan Revolusioner ini beserta sang istri.

Dari semua ruangan tersebut ada sebuah ruangan yang paling bersejarah di Museum Ahmad Yani yaitu tempat meninggalnya sang jenderal. Letak dari ruangan tersebut berada di sebelah kiri ruang makan dan pada bagian lantainya terdapat tulisan mengenai waktu meninggal salah satu Pahlawan Indonesia ini.

2. Belajar Sejarah

Sebelum dijadikan rumah dinas tentara, bangunan dengan tembok berwarna putih ini merupakan sebuah tempat singgah bagi Pejabat Maskapai Swasta Belanda dan Eropa mulai dari tahun 1930 kemudian baru dijadikan rumah dinas TNI pada tahun 1950an. Selama selang waktu tersebut pasti ada banyak sekali kejadian yang berlangsung atau terjadi.

BACA JUGA:  Museum Macan Jakarta - Sejarah, Koleksi, Tiket & Ragam Aktivitas

Maka dari itu, setiap wisatawan juga bisa sekaligus melakukan belajar mengenai sejarah di destinasi wisata bersejarah ini. Untuk lebih mendapatkan jawaban yang pasti anda bisa bertanya kepada petugas atau penjaga museum, karena mereka pasti mengetahui beberapa hal yang tidak dipublikasikan oleh media.

3. Swafoto di Museum Ahmad Yani

Museum ini memiliki banyak sekali barang bersejarah dan kenang-kenangan yang dijaga dengan baik oleh petugas agar bisa tetap dilihat dan dipelajari oleh siapa saja. Maka dari itu, anda juga bisa sekaligus memotret barang-barang bersejarah tersebut atau menjadikan mereka sebagai properti foto pribadi anda.

Namun pastikan jangan sampai merusak barang-barang tersebut, sebaiknya ambil jarak atau jangan menyentuh barang-barang yang ada di dalam museum menawan ini karena usia mereka pasti sudah sangat tua jadi akan mudah rusak. Salah satu tempat yang wajib menjadi lokasi berfoto anda adalah tempat dimana Jenderal A. Yani meninggal dunia.

Fasilitas yang Tersedia di Museum Ahmad Yani

Fasilitas Museum Ahmad Yani
Image Credit: Google Maps Affandy Ridwan

1. Tempat Parkir

Fasilitas pertama yang bisa digunakan oleh setiap wisatawan yang datang berkunjung ke Museum Ahmad Yani adalah tempat parkir. Fasilitas ini berupa sebuah lahan kosong yang tidak begitu besar namun dapat menampung beberapa mobil dan motor.

2. Toilet Umum

Berikutnya ada sebuah toilet umum bagi wisatawan yang ingin membuang air kecil atau besar. Fasilitas ini sendiri berada di bagian belakang bangunan utama, jika anda bingung tentang letaknya maka bertanyalah kepada petugas museum agar mereka bisa menunjuk arah yang benar.

3. Lampu atau Penerang

Fasilitas terakhir dari museum yang berada di Jakarta Pusat ini adalah lampu atau penerang yang dipasang di semua ruangan, teras museum, dan taman museum. Berkat adanya fasilitas tersebut membuat bangunan bersejarah ini akan tetap terang meskipun malam hari.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Museum Ahmad Yani adalah mulai pukul 11.00 sampai 14.00 WIB. Karena saat itu cahaya Matahari sangat terang sehingga semua lukisan dan barang-barang di dalam bangunan menawan ini bisa anda lihat dengan sangat jelas.