Harga Tiket: Rp 2.000, Jam Operasional: 09.00-15.00 WIB, Alamat: Jl. Lapangan Stasiun No.1, Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta; Map: Cek Lokasi

Mengunjungi tempat wisata bersejarah seperti Museum Bank Mandiri bisa menjadi pilihan liburan edukasi untuk keluarga. Selain menceritakan kisah masa lalu, anak akan lebih banyak mendapat pelajaran dan keteladanan dari para tokoh sejarah. Didaerah Ibukota Jakarta terdapat banyak museum yang bisa dikunjungi. Berikut adalah ulasannya.

Sejarah Museum Bank Mandiri

Sejarah Museum Bank Mandiri
Image Credit: Google Maps ice three

Museum yang didirikan pada jaman kolonial ini awalnya bernama Gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij. Gedung ini awalnya difungsikan sebagai perusahaan dagang milik Belanda dan lanjut berkembang menjadi perusahaan perbankan. Gedung ini kemudian disulap menjadi museum setelah jaman Kolonial berakhir hingga kini.

Gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij atau HNM berdiri pada tahun 1929 oleh C. Van de Linde dan J.J.J de Bruyn, A.P. Smits. Gedung tersebut lalu resmi di operasikan oleh Cornelis Johannes Karel van Aalst selaku presiden NHM ke-10 pada 1933. Gedung NHM pada tahun 1960 kemudian beralih menjadi milik Indonesia setelah dinasionalisasi.

Kegiatan utama HNM adalah jual beli rempah rempah pada saat itu. HNM mengambil posisi sebagai fasilitator antara pribumi dan Belanda. HNM juga berperan dalam membantu pengiriman uang ke luar negeri seperti Cina, India dan Australia. Gedung ini juga sempat berubah menjadi Kantor Pusat Bank Exim atau Bank Ekspor Impor Indonesia pada 1968.

Penamaan Bank Mandiri baru benar diusulkan pada Jaman pemerintahan Presiden B.J. Habibie. Setelah itu, Bank ini kemudian melakukan merger dengan Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan Indonesia dan Bank Bumi Daya. Hasil merger dari ketiga bank besar inilah yang kemudian menghasilkan Bank Mandiri.

Arsitektur bangunan Museum Bank Mandiri ini sangat khas jaman kolonial. Dengan bentuknya yang simetris menjadikan bangunan ini berciri khas gaya art deco yang kental. Namun terdapat beberapa sisi yang dipengaruhi gaya arsitektur kubisme. Beberapa sisi tersebut seperti pada atap yang datar dan cenderung mempunyai bentuk yang bertingkat.

Koleksi Museum Bank Mandiri

Koleksi Museum Bank Mandiri
Image Credit: Google Maps Jakarta Tourism

Barang yang dipamerkan pada Museum Bank Mandiri adalah yang berkaitan dengan perbankan jaman dahulu. Beberapa koleksi antik yang dimilikinya adalah seperti surat berharga, perlengkapan operasional bank, brandkast, mata uang kuno atau numismatik dan masih banyak lagi lainnya yang bisa anda saksikan.

Ada lagi koleksi dari Museum ini yang tak kalah kuno seperti kalkulator, mesin pembukuan, mesin hitung uang mekanik, mesin cetak, peti uang, alat pres bendel, seal press, dll. Selain itu, arsitektur bangunan baik dalam maupun luar juga masih tetap dipertahankan seperti saat dibangun pertama kali.

Alamat dan Rute Lokasi

Alamat Musuem Bank Mandiri
Image Credit: Google Maps Dinar Subagyo

Lokasi Museum terkenal ini tepatnya berada di Jl. Lapangan Stasiun Desa Pinangsia Kecamatan Tamansari Kota Jakarta Barat. Lokasi museum ini cukup mudah ditemukan karena terletak tak jauh dari pusat kota. Bila anda berkendara dari arah Jakarta Barat tentu akan lebih mudah menemukannya.

Namun bila anda wisatawan dari luar kota anda bisa menemukan lokasi wisata sejarah ini dengan menggunakan Google Maps bila menggunakan kendaraan pribadi. Namun bila anda ingin berkendara dengan kendaraan umum, anda bisa memulai perjalanan dari terminal Kota Jakarta Barat kemudian menggunakan ojek ke arah Jl. Lapangan Stasiun.

Harga Tiket Masuk Museum

Harga Tiket Masuk Museum Bank Mandiri
Image Credit: Google Maps Nurman Riyadi Rahman

Harga tiket masuk Museum Bank Mandiri cukup murah yaitu sekitar Rp 2.000 untuk dewasa. Namun bila anda datang dengan rombongan yang jumlah pesertanya lebih dari 20 orang, maka tiket masuk akan dikenakan sebesar Rp 1.000 saja per orangnya. Terlebih lagi bila anda adalah pelajar atau mahasiswa maka akan gratis masuk ke Museum ini.

Seperti halnya lokasi publik lainnya, Museum ini tutup pada hari libur atau tanggal merah. Namun untuk hari biasa, museum bersejarah ini buka pada jam 09.00 dan tutup pada jam 16.00. Bila anda adalah salah satu karyawan Bank Mandiri dan mempunyai kartu tanda pengenal, maka anda akan gratis masuk ke dalam museum.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik Museum Bank Mandiri
Image Credit: Google Maps simon giarso

1. Mengenal Sejarah Perkembangan Perbankan

Bangunan Museum Bank Mandiri sudah dibangun sejak jaman kolonial. Sehingga banyak sekali barang kuno yang dipamerkan disini. Mengajak keluarga dan anak untuk mengunjungi tempat ini sambil memperkenalkan cerita sejarah tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Berbagai macam ornamen kuno yang tidak lagi bisa ditemukan saat ini banyak dipamerkan disini.

2. Mengagumi Arsitektur Klasik

Tak hanya koleksi barang kuno yang berharga yang bisa anda saksikan. Namun keindahan arsitektur bangunan Belanda jaman dahulu juga masih sangat terasa bila anda mengunjungi tempat ini. Arsitektur khas jaman Belanda ini masih tetap dipertahankan dan terawat dengan baik seperti bangunan asli yang dibangun pertama kali.

3. Spot Foto yang Estetik

Walaupun arsitektur di dalam gedung menakjubkan, namun desain luar bangunan yang kokoh dan estetik juga tak kalah menawan. Anda bisa berfoto dengan berlatar gedung Museum yang unik dan klasik. Bagian setiap gedung yang terawat membuat banyak spot foto menarik di lokasi ini. Terlebih lagi kawasan ini tak pernah sepi pengunjung.

Objek Wisata Dekat Museum Bank Mandiri

Objek Wisata Dekat Museum Bank Mandiri
Image Credit: Google Maps dani ridho

1. Taman Fatahillah

Taman Fatahillah terletak persis di depan museum Fatahillah. Taman dekat Museum Bank Mandiri ini terkenal di kalangan anak muda untuk tempat bersantai sore. Selain bersantai, anda juga bisa menyewa sepeda ontel untuk berkeliling Kota Tua. Suasana yang nyaman dan tenang, dan dikelilingi dengan arsitektur cantik akan memberi pengalaman berharga untuk anda.

Taman Fatahillah ini adalah taman yang paling banyak pengunjungnya. Tak hanya menikmati suasana sambil berkeliling menggunakan sepeda, anda juga akan menemukan banyak spot foto. Spot foto berlatar bangunan unik akan menjadi foto yang estetik. Banyak juga penjual makanan khas Jakarta disana bila anda ingin berkuliner.

2. Cafe Batavia

Setelah puas berkunjung ke Museum, anda juga bisa mengunjungi café Batavia untuk melepas lelah. Café ini mempunyai desain interior yang unik. Anda tak akan menemukan desain interior klasik jaman Belanda seperti ini di tempat lainnya. Bangunan kuno yang tetap terawat hingga saat ini adalah daya tarik terbesar café ini.

Sangking cantiknya interior café Batavia, lokasi ini seringkali dijadikan spot foto. Pengambilan gambar seperti pre-wedding, foto buku tahunan pelajar, dan foto lainnya sering dilakukan disini. Harga makanan dan minuman disini juga terjangkau. Anda bisa menikmati suasana Kota Tua sambil bersantai di Café.

3. Jembatan Kota Intan

Walaupun lokasi ini sederhana namun anda tidak boleh melewatkan spot di Kota Tua satu ini. Jembatan Kota Intan adalah jembatan paling tua di Kota Tua. Desain jembatan ini juga bergaya kolonial yang klasik. Sehingga berfoto di jembatan ini seringkali dilakukan untuk mendapatkan hasil yang estetik.

Jembatan klasik ini dibangun pada jaman pemerintahan VOC di Indonesia. Jembatan ini banyak menyimpan cerita sejarah masa lalu yang unik dan menarik. Lokasinya juga tak jauh dari Museum Bank Mandiri. Hasil foto estetik banyak di hasilkan dari tempat ini sambil mengagumi arsitektur kuno yang masih bertahan hingga kini.

4. Kawasan Kali Besar

Kali Besar atau sungai yang besar ini adalah salah satu lokasi wisata di daerah Kota Tua. Lokasi Kali besar ini menyimpan banyak cerita masa lalunya sendiri. Kali Besar adalah saksi bisu jaman penajajahan di Indonesia. Banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di Lokasi ini dahulu, sehingga mengunjungi Kali Besar juga bisa menjadi salah satu destinasi wisata sejarah.

Kawasan Kali Besar kini sudah dikelola dengan baik. Lokasi ini bahkan terlihat lebih cantik dan modern karena banyak dilakukan pembenahan dan perawatan. Terdapat lokasi taman yang luas dan asri juga terdapat pedestrian unik yang terapung. Akses jalan yang sudah baik ini akan memudahkan para wisatan mengunjungi tempat ini.

5. Toko Merah

Di kawasan Kota Tua terdapat lokasi unik yang juga bisa anda kunjungi, yaitu Toko Merah. Bangunan yang terlihat unik ini adalah bangunan yang paling tua diantara bangunan lainnya di Kota Tua Jakarta. Bangunan ini terkenal karena warnanya yang merah mencolok namun terkesan unik dan menarik.

Bangunan Toko Merah ini juga masih sangat kental dengan aksen kolonial yang dipertahankan hingga kini. Toko Merah memiliki kisah sejarah yang panjang. Dahulu Toko ini dijadikan lokasi pameran seni, pertunjunkan hingga melakukan konferensi. Walaupun lokasi Toko Merah tidak dibuka untuk umum namun anda masih bisa mengagumi keunikannya dari luar.

Selain Museum Bank Mandiri, di daerah Kota Tua Jakarta juga terdapat berbagai museum lainnya yang bisa anda kunjungi. Beberapa diantaranya adalah Museum Bahari, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, dan Museum Bank Indonesia. Banyaknya museum di Kota Tua menjadikan daerah ini dijuluki sebagai kawasan bersejarah.

Berwisata alam memang menyenangkan, namun anda juga bisa sesekali mengunjungi lokasi wisata sejarah bersama keluarga untuk memberi wawasan kepada anak. Mengetahui banyak cerita sejarah bisa membuat anak anak banyak mempelajari dan mengambil hikmah kehidupan. Deretan Museum di Kota Tua bisa menjadi salah satu pilihan anda.