Jawa Tengah dikenal sebagai daerah dengan banyak candi bersejarah di Indonesia. Provinsi yang digawangi oleh Semarang ini menghadirkan nuansa unik saat Anda menjelajah di dalamnya. Tidak hanya keindahan alam, tetapi wisatawan juga dapat mengunjungi jejak-jejak peninggalan masa lampau.

Terletak di tengah Pulau Jawa, tidak heran jika wilayah ini menjadi pusat dari kebudayaan Suku Jawa. Namun, di sisi lain juga berbatasan dengan kebudayaan masyarakat lain semisal Sunda di daerah Kabupaten Cilacap. Ada pula hubungan keterikatan bersama suku-suku lainnya seperti peranakan Arab, China, Indonesia.

Kentalnya kebudayaan di Jawa Tengah menjadikannya spot paling menarik untuk berburu objek wisata sejarah. Apalagi, budaya masyarakat setempat terbilang homogen dengan kearifan lokal yang mengalami akulturasi. Anda dapat menemukan gambaran hubungan harmonis di antara suku-suku yang menghuninya.

1. Gedong Songo

Gedong Songo
Image Credit: Google Maps Tjiunggu Tjermin

Candi Gedong Songo telah mendapatkan sentuhan modern untuk membuat para wisatawan bersedia berlama-lama di sekitarnya. Beberapa ikon unik di antaranya adalah sangkar serta balon bubble berukuran jumbo. Bangunan bersejarah yang didirikan sejak abad 9 Masehi ini dilengkapi pula oleh kisah-kisah kebudayaan masa lampau.

Dalam hal penamaan, Gedong Songo ditranslasi dari bahasa Jawa yang menggabungkan bangunan (gedong) serta sembilan (songo). Secara harfiah, atraksi tersebut memang menghadirkan sembilan candi yang saling bertetangga. Namun, sebagian sudah hilang seiring berjalannya waktu dan hanya beberapa yang masih tetap berdiri kukuh sampai sekarang.

Saat datang ke sini, Anda dapat menikmati sisa-sisa bangunan di Candi Gedong Songo dan memanfaatkan wahana lain yang dibangun belakangan. Misalnya, pada area berkuda yang menanti untuk dijelajahi demi menyusuri sepanjang kompleks.

Harga Tiket: Rp 6.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Krajan, Banyukuning, Kec. Bandungan, Kab. Semarang, Jawa Tengah.

2. Pringapus

Pringapus
Image Credit: Google Maps iniyoedh

Candi Pringapus masih menjadi ikon yang juga wajib dikunjungi saat Anda sedang berwisata sejarah di Jawa Tengah. Bangunan bersejarah ini ada sejak 852 Masehi silam dengan tidak banyak mengalami perubahan meskipun waktu telah banyak berlalu.

Bentuknya masih tetap indah di mana pahatan yang mengelilinginya tampak begitu halus. Barangkali Candi Pringapus dibuat untuk menunjukkan betapa megahnya nilai kesenian di masa lampau.

Apalagi, di sekitar sini turut serta dibangun kolam yang tetap terisi walaupun sedang terjadi musim kemarau. Di sisi lain, konon dahulu candi cantik itu dibuat dengan tujuan menjadi lokasi pemujaan Dewa Siwa kepercayaan nenek moyang masyarakat Jawa.

Berada di daerah Temanggung, Candi Pringapus dikelilingi oleh rumput hijau yang terawat dan terpangkas rapi. Ini mengalami pemugaran lewat penanaman aneka pohon di sekelilingnya. Adapun untuk bangunan candinya sendiri, tidak banyak dilakukan modifikasi.

Harga Tiket: Rp 3.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Pringapus, Ke. Ngadirejo, Kab. Temanggung, Jawa Tengah.

3. Borobudur

Borobudur
Image Credit: Google Maps Ary Wibisono

Candi Borobudur tampaknya menjadi bangunan bersejarah paling populer yang namanya telah diketahui oleh wisatawan internasional. Sering disalahpahami sebagai ikon di Yogyakarta, kenyataannya candi yang didirikan abad 8 Masehi ini berdiri kukuh di bilangan Magelang.

Bentuknya secara umum terlihat bagaikan stupa di mana pendirinya berasal dari penganut kepercayaan Buddha Mahayana. Pada saat itu bertepatan dengan momentum kekuasaan Dinasti Syailendra, yang didesain secara serius sehingga menjadi candi Buddha terbesar di seluruh dunia.

Harga Tiket: Rp 50.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Badrawati, Kec. Borobudur, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

4. Ngawen

Ngawen
Image Credit: Google Maps Heru Suherman Lim

Masih menjadikan masyarakat Buddha sebagai asal-mulanya, Candi Ngawen dapat Anda saksikan di kawasan Kabupaten Magelang. Diperkirakan sudah ada sejak masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno, persisnya di abad ke-8 Masehi.

Sebagian ahli juga memiliki pendapat bahwa Candi Ngawen disinyalir sebagai ikon suci yang namanya dicatat pada suatu prasasti di tahun 824 Masehi. Prasasti tersebut dinamakan Karang Tengah, sementara bangunan sucinya sendiri bertajuk Venuvana atau Hutan Bambu.

Ukuran candi eksotis ini tidak begitu besar, seperti kamar kuil yang biasa dipakai untuk beribadah. Bangunannya tetap terlihat utuh meskipun mulai mengalami kerapuhan di beberapa bagian.

Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Ngawen, Kec. Muntilan, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

5. Prambanan

Prambanan
Image Credit: Google Maps Dewi Mardhiyana

Selain Candi Borobudur, Prambanan juga mengisi daftar candi ternama di daerah Jawa Tengah, yang dikenal oleh berbagai wisatawan di Indonesia bahkan dunia. Daya tarik candi cantik ini berupa kisah legenda antara Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, di mana meliputi tuntutan pembangunan 1.000 candi dalam waktu satu malam suntuk.

Tentu tidak hanya itu karena candi ini membentang di perbatasan dua provinsi sehingga lanskapnya begitu memukau. Anda bisa merasakan perpaduan budaya dari masyarakat Jawa Tengah sekaligus Yogyakarta dalam satu waktu.

Ini merupakan candi dari penganut kepercayaan Hindu, yang keberadaannya telah berulang kali dipugar. Apalagi setelah terjadinya gempa Jogja di tahun 2006 lalu, pemerintah melakukan pemugaran berskala besar untuk mempertahankannya. Namun demikian, Anda tetap dapat menikmati kealamian milik bangunan bersejarah ini.

Harga Tiket: Rp 75.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Tlogo Kidul, Tlogo, Kec. Prambanan, Kab. Klaten, Jawa Tengah.

6. Sukuh

Sukuh
Image Credit: Google Maps Hardanta Putra

Candi Sukuh menghadirkan suasana berbeda bila dibandingkan dengan candi lainnya di Jawa Tengah. Bangunan tempo dulu ini memiliki desain unik seperti halnya piramida di Meksiko yang bernama Chichen Itza.

Dari segi ornamen, itu dibentuk oleh relief yang mirip seperti alat kelamin di mana kabarnya menyimbolkan kesuburan. Artinya, candi ini diharapkan dapat terus bertahan hingga lintas generasi dan harapan itu kini terkabul.

Datang ke Candi Sukuh akan mempertemukan Anda dengan sisa peninggalan kebudayaan masa lampau yang mulai terlihat rapuh di sejumlah sisi. Namun demikian, keindahan di Karanganyar akan membuat Anda terpukau berkat posisinya yang berada di lereng Gunung Lawu.

Apalagi, pengunjung dimungkinkan memanjat ke atas candi dan melihat-lihat keadaan di sekitarnya. Sebaiknya siapkan kamera terbaik jika Anda berencana datang ke jejak peninggalan di Desa Berjo ini.

Harga Tiket: Rp 10.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Tambak, Berjo, Kec. Ngargoyoso, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah.

7. Plaosan

Plaosan
Image Credit: Google Maps Heru Prabowo

Candi Plaosan menyajikan latar belakang sejarah yang berisi kisah cinta antara Pramodawardhani dan Rakai Pikatan. Bangunan penuh sejarah ini memuat nilai-nilai toleransi sekaligus percintaan yang banyak menarik pengunjung dari berbagai penjuru.

Berdiri kukuh di atas halaman hijau yang ditumbuhi rumput, penampakannya tetap terlihat eksotis seiring perubahan zaman. Sebagian wisatawan menjadikan halaman yang luas tersebut sebagai spot foto favorit di mana menghasilkan potret secara memukau.

Bisa dibilang, selain candi, halaman juga menjadi daya tarik utama yang tidak boleh Anda lewatkan. Ingin bepergian ke bangunan bersejarah sambil tetap menikmati suasana damai dan tenang? Candi Plaosan di Klaten adalah alternatif tepat yang wajib dipertimbangkan!

Harga Tiket: Rp 3.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Candi Plaosan, Plaosan Lor, Bugisan, Kec. Prambanan, Kab. Klaten, Jawa Tengah.

8. Asu

Asu
Image Credit: Google Maps Achmad Noer Cholis

Namanya mungkin akan membuat Anda mengernyit saat pertama kali mendengarnya, tetapi Candi Asu sungguh-sungguh merepresentasikan keadaan masa silam menurut masyarakat sekitar. Dahulu, konon banyak anjing hidup di daerah ini sehingga diberilah nama asu dari bahasa Jawa, yang artinya anjing.

Pemandangan di Candi Asu menghadirkan perbatasan dua buah sungai, yakni Telingising dan Pabelan sehingga keindahannya tidak diragukan lagi. Apalagi, reruntuhan eksotis ini berada di sebuah desa yang dekat dengan lereng Gunung Merapi.

Meskipun begitu, keadaan di sekitarnya kental dengan kehidupan masyarakat sebab berada di area pemukiman. Barangkali kegiatan lain yang bisa dilakukan saat mengunjungi Candi Asu adalah menyapa dan mengobrol dengan warga lokal.

Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Dukuhan, Ngampel, Kec. Dukun, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

9. Umbul

Umbul
Image Credit: Google Maps Denias Susanto

Berbeda dari candi biasanya yang menawarkan bekas bangunan bersejarah, Candi Umbul justru berbentuk seperti pemandian. Ada air panas mengalir di sekitarnya, di mana senantiasa siap menyambut wisatawan dari mana pun.

Didirikan sejak masa pemerintahan Wangsa Syailendra, candi di Kabupaten Magelang ini sudah sejak lama menarik perhatian. Desain utamanya mengangkat tema-tema dengan corak agama Hindu.

Harga Tiket: Rp 7.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Candi Umbul, Kartoharjo, Kec. Grabag, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

10. Mendut

Mendut
Image Credit: Google Maps David Dvorak

Candi Mendut tidak kalah populer dari Candi Prambanan dan Candi Borobudur, apalagi usianya juga diperhitungkan jauh lebih lama dibandingkan Candi Borobudur. Berdiri di kawasan Mungkid, bangunan eksotis ini menawarkan berbagai kisah masa lampau serta kebenaran sejarah.

Relief yang menempel di sekitarnya memiliki latar belakang tersendiri, seperti cerita seekor kepiting dan Brahmana. Ada pula Dustabuddhi dan Dharmabuddhi yang siap memanjakan wawasan para pecinta sejarah atau legenda.

Tidak heran, Candi Mendut mengalami pemugaran sebagai destinasi wisata berbasis edukasi, di samping menjadi bukti peninggalan kekayaan masa lampau. Datang ke sini bisa membantu Anda menambah insight tentang sejarah di Jawa Tengah, jadi jangan sampai dilewatkan!

Harga Tiket: Rp 10.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Mayor Kusen No.92, Mendut, Kec. Mungkid, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

Sesungguhnya ada lebih banyak candi tersebar di seluruh Provinsi Jawa Tengah, tetapi dari daftar di atas setidaknya dapat menjadi referensi wisata sejarah Anda. Dari pemandangan alam yang memukau, pemandian air panas, hingga relief dengan makna variatif, seluruhnya dapat dinikmati tanpa susah payah. Anda hanya perlu mengalokasikan anggaran dan tenaga.