Harga Tiket: Rp 20.000, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Mekar Rahayu, Kec. Margaasih, Kab. Bandung, Jawa Barat; Map: Cek Lokasi

Menghabiskan liburan di lokasi yang baru selalu menjadi hal yang menyenangkan. Selain singga ke pantai atau pegunungan, anda pun bisa memilih wisata religi menjadi salah satu alternatif andalan. Ada banyak sekali kampung wisata yang mengangkat tema tersebut dan bersiap menerima wisatawan yang datang.

Salah satu kampung wisata yang dapat anda kunjungi adalah Kampung Adat Mahmud. Selain berkonsep wisata religi, kampong ini juga mengangkat tema lingkungan. Lokasi kampung tersebut berada di Kabupaten Bandung. Sayangnya masih banyak wisatawan yang belum mengenal destinasi ini. Di kesempatan kali ini, yuk cair tahu lebih dalam seputar Kampung Mahmud!

Daya Tarik yang Dimiliki Kampung Adat Mahmud

Daya Tarik Kampung Adat Mahmud
Image Credit: Facebook Alex Ari

1. Kental Akan Histori Religi

Alasan mengapa kampung ini menjadi sangat terkenal adalah sejarahnya yang erat kaitannya dengan penyebaran islam. Di kampung terdapat sebuah makam yang biasa dikunjungi para peziarah yaitu Makan Mahmud. Lokasi tersebut ennaidi lokasi bersemayangnya Eyang Dalem Abdul Manaf. Beliau merupakan tokoh penting dalam penyebaran Islam di Bandung.

Menurut cerita, kampung ini dulunya merupakan sebuah rawa yang kemudian dibangun menjadi sebuah kampung oleh Eyang Dalem Abdul Manaf. Beliau menggunakan sekepal tanah yang diambil dari Kampung Mahmud di Mekah. Cerita tersebutlah yang diyanini oleh masyarakat menjadi asal muasal kampung ini. Setibanya datang di lokasi, anda akan bisa merasakan konsep religi yang kuat.

2. Lingkungan yang Asri

Alasan kedua yang membuat destinasi ini wajib anda kunjungi adalah panoramanya yang indah. Wilayah kabupaten Bandung yang sejuk juga sangat cocok digunakan untuk bersantai dan menghabiskan liburan. Anda bisa menghabiskan waktu untuk berkeliling kampung sambil melihat keseharian masyarakat yang tinggal di sana.

Destinasi ini sudah disiapkan sebagai kampung wisata sehingga semuanya sudah tertata dengan baik. Anda tidak akan kesulitan untuk mencari tempat makan atau penginapan di sekitar lokasi. Perjalanan anda di kampung akan terasa lebih menyenangkan jika dilakukan bersama dengan keluarga. Selain menambah pengetahuan seputar sejarah Islam, anda juga bisa bersantai dengan tenang.

3. Erat Hubungannya Sunan Gunung Jati

Anda pasti bertanya-tanya siapakah Eyang Dalem Abdul Manaf yang terkenal sebagai pendiri Kampung Mahmud. Ternyata beliau masih memiliki hubungan dengan Sunan Gunung Jati. Beliau meripakan keturunan ketuju sehingga cukup disegani oleh masyarakat. Lokasi kampong yenag berad aid tepi sungai Citarum selalu menjadi pusat penyebaran Islam yang maju.

Melihat fakta bahwa Eyang Dalem Abdul Manaf adalh keturunan dari Sunan Gunung Jati, tidak heran jika banyak wisatawan yang penasaran untuk singgah ke makamnya, kedatangan mereka semata mata hanya untuk berziarah dan menelisik sejarah Islam. Bagi anda yang penasaran tentang kisah Eyang Dalem Abdul Manaf, tidak ada slaahnay untuk berkunjung ke sana.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Kampung Adat Mahmud
Image Credit: Instagram PSDA Bappelitbangda Kab Bandung

Agar bisa sampai ke Kampung Mahmud, anda harus tahu dimana lokasi dari kampung terbit secara detail. Adapun lokasi wisata religi ini berada di RW 4 Desa Mekar Rahayu Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dea tersebut berada di kawasan Kecamatan Margaasih. Perjalanan untuk sampai kesana adalah sekitar 25 menit jika saat ini anda berada di Alun Alun Bandung.

Rute paling cepat adalah dengan masuk tol Pasir Koja dan teruskan perjalanan hingga anda keluar di Marga Asih. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Jl. Tol Soroja. Setelah itu, terus kemudikan kendaraan hingga sampai di Jl. Mahmud. Perjalanan ini didominasi oleh jalan tol sehingga mudah untuk diikuti, terlebih oleh wisatawan yang asing dengan kota Bandung.

Harga Tiket Masuk Kampung Adat Mahmud

Harga Tiket Masuk Kampung Adat Mahmud
Image Credit: Facebook Hendra Messa

Tentu untuk masuk ke sebuah lokasi wisata, selalu ada biaya tiket yang harus dibayar oleh wisatawan. Namun untuk masuk ke Kampung Adat Mahmud tidak ada biaya yang harus dibayar. Sejatinya informasi terkait dengan tiket tidak ditemukan. Kendati demikian, anda siapakan saja uang sekitar 20 ribu per orang untuk jaga jaga.

Ternyata kampung ini bisa anda akses sesuka hati karena jam operasionalnya yang 24 jam. Anda bisa berkunjung kapan saja namun untuk jam ziarah biasanya hanya buka sampai sore hari. Akan lebih baik jika anda dapat mulai pagi demi merasakan sejuk dan indahnya pemandangan di Kampung Mahmud.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Kampung Adat Mahmud

Kegiatan Menarik Kampung Adat Mahmud
Image Credit: Facebook Irawati Wardhani

1. Mengulik Histori Islam

Aktivitas pertama yang bisa anda lakukan di Kampung Mahmud adalah mengulik histori islam khususnya di tanah Priangan atau Bandung. Tentu informasi semacam ini belum banyak diketahui oleh masyarakat. Demi mendapatkan informasi yang valid, anda bisa berkunjung langsung ke desa tersebut dan mengulik penjelasannya dari sesepuh atau warga sekitar.

Anda juga kana dibuat sadar bahwa ternyata Islam menyebar di kalangan masyarakat dengan berbagai cara. Tepi sungai yang menjadi pusat aktivitas perdagangan menjadi spot paling penting. Banyak sekali pendatang yang kala itu singgah dan akhirnya membuat Islam semakin menyebar seperti saat ini. Tentu hal hal semacam ini sangat seru untuk dipelajari lebih dalam.

2. Ziarah Makam

Di Kampung Adat Mahmud terdapat sebiah makan yang selalu menjadi spot utama bagi peziarah, Mkaan tersbeut deknal dengan nama Makam Mahmud. Makan tersbeut adalah peristirahatan dari Eyang Dalem Abdul Manaf yang merupakan keturunan Sunan Gunung Jati, agar perjalanan ziarah anda lebih lengkap, maka jangan lupa untuk singgah ke kampung adat ini.

Tujuan anda untuk berziarah juga harus bersih dan tidak mengharap apapun. Kedatangan anda hanya untuk berdoa saja karena tidak baik jika anda meminta minta pada sebuah makam. Hal tersebut juga dilarang oleh warga karena kegiatan tersebut merupakan perbuatan yang tidak patut ditiru. Takutnya keberadaan makam malah disalah gunakan oleh orang orang.

3. Menikmati Pemandangan

Kampung Adat Mahmud memiliki pemandangan yang sangat indah. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika anda tidak mampir dan menjelajah desa. Perjalanan anda akan terasa lebih menyenangkan jika dilakukan bersama dengan keluarga atau teman teman. Jangan lupa untuk membawa kamera demi mengabadikan setiap sisi desa yang menawan.

Demi mendapatkan pengalaman yang lebih dalam, anda bisa memarkirkan kendaraan dan berjalan kaki. Dengan begitu, anda juga bisa melihat secara langsung apa saja kegiatan masyarakat yang tinggal di desa tersebut. Pengalaman tersebut pasti akan sangat menyenangkan, terlebih masih jarang orang yang hendak melakukannya.

4. Menikmati Hidangan Lezat Masakan Warga

Di sekitar desa banyak sekali warung atau rumah makan yang menawarkan hidangan khas Sunda. Anda yang berasal dari luar kota bisa mengisi perut dengan masakan warga sedikana. Harga makanan tersebut juga tidak terlalu mahal sehingga cocok untuk kantong wisatawan. Anda bebas memilih lauk untuk memuaskan rasa lapar dan penasaran.

Fasilitas yang Tersedia di Kampung Adat

Fasilitas Kampung Adat Mahmud
Image Credit: Facebook Alex Ari

1. Tempat Parkir Peziarah

Fasilitas pertama yang bisa anda temukan di kampung tersebut adalah tempat parkir bagi para peziarah. Anda bisa datang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan banyak wisatawan yang datang dalam rombongan besar. Lokasi parkirnya mudah dijaga sehingga tidak akan membuat anda kesulitan.

Jarak antara lokasi pakri dengan makan juga tidak terlalu jauh sehingga masih nyaman bagi wisatawan yang tidak kuat jalan jauh. Parkirannya juga aman karena sudah diatur dan dijaga oleh tukang parkir. Hanya saja anda perlu membayar retribusi parkir karena telah menggunakan lahan parkir yang dikelola oleh warga.

2. Toilet Umum

Keberadaan toley menjadi fasilitas wajib yang harus ada di setiap lokasi wisata. Anda tidak perlu khawatir terkait dengan hal ini, karena di Kampung Mahmud sudah ada toilet yang biasa digunakan oleh peziarah. Toiletnya tidak terlalu besar namun terbilang cukup nyaman untuk digunakan. Demi mendukung kebersihan toilet, hendaknya anda membayar sekitar 2000 rupiah.

Nominal tersebut tidak terlalu besar namun cukup berarti bagi warga yang selalu meluangkan waktunya untuk menjaga agar toilet tetap bersih. Anda pun sebagai pengguna tetap harus menjaga kebersihan toilet secara mandiri agar tidak menyulitkan orang lain. Hal semacam ini sudah menjadi etika wajib di setiap destinasi wisata.

2. Warung dan Rumah Makan

Sebelumnya sudah disinggung bahwa terdapat banyak rumah makan dan warung di sekitar lokasi ziarah. Keberadaan mereka menjadi fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh pengunjung untuk mengisi perut yang lapar. Pilihan makanan disediakan warga sangat beragam, sehingga anda tidak akan kesulitan untuk menemukan yang sesuai selera.

Hingga saat ini Kampung Adat Mahmud masih terus dikembangkan agar bisa menjadi destinasi andalan bagi wisatawan yang datang ke Bandung. Bisa saja apa yang anda temukan tahun ini terlihat jauh lebih baik di tahun yang akan datang. Kunjungan anda ke sana akan mendukung program pemerintah yang akan membuat desa tersebut semakin maju.

Mengunjungi Kampung Mahmud dapat anda jadikan alternative jika sudah merasa bosan mengunjungi gunung atau laut. Sangat disayangkan pula jika perjalanan anda ke bandung hanya diisi oleh aktivitas di puncak. Lebih baik sempatkan waktu untuk datang ke destinasi religi ini untuk memperkaya pengetahuan sejarah dan berlibur.