7 Makanan Khas Karanganyar yang Wajib Anda Coba

Makanan Khas Karanganyar

Karanganyar dikenal dengan makanan khas yang manis dan pedas, sehingga mampu memikat banyak wisatawan. Tak hanya budaya dan oleh-oleh batik, Karanganyar juga menawarkan berbagai jenis makanan khas yang mampu menggoyang lidah Anda.

Jawa tengah memiliki keragaman budaya serta wisata yang tiada duanya, sehingga tak pernah bosan wisatawan untuk berkunjung ke kawasan tersebut. Beberapa tempat yang kurang dieksplor pun tak luput untuk dijajal, mulai dari wisata hingga kulinernya.

Karanganyar memiliki sederet makanan khas yang tidak bisa Anda temukan di tempat lain, baik dari cita rasa maupun keunikannya. Berikut rekomendasi terbaik yang tidak boleh Anda lewatkan!

1. Sate Kelinci

Sate Kelinci

Image Credit: Siapabisnis.com

Kenikmatan daging yang dibakar di atas bara api menimbulkan cita rasa serta aroma yang sangat khas. Oleh sebab itu, kuliner satu ini tak pernah sepi karena aroma bakarannya pun sudah mampu menggugah selera. Sate dengan daging ayam atau kambing terasa sangat biasa, tetapi dengan daging kelinci tentu belum banyak yang mencobanya. Hewan kecil dan menggemaskan satu ini mungkin tidak pernah terpikirkan untuk jadi kuliner unik.

Kelinci di Tawangmangu akan diolah dengan kecap dan bumbu kacang, lalu di bakar di atas arang untuk menciptakan aroma dan cita rasa khas. Keunikan lain, daging hewan mungil ini lebih kenyal sehingga cocok dengan paduan bumbu manis tersebut. Untuk proses memasak daging sendiri, daging yang sudah dipotong dan ditusuk dengan tusuk sate akan direndam di dalam air panas. Beri perasan jeruk nipis untuk hilangkan bau amis dan bumbu cepat meresap.

Proses mematangkan daging, kelinci memang memakan waktu yang lebih lama karena daging jauh lebih kenyal. Akan tetapi, perasan jeruk nipis membuatnya jauh lebih cepat matang. Tak hanya kenyal, daging hewan ini juga non kolesterol karena tidak ada lemak. Tak hanya rendah lemak, sate kelinci juga dipercaya mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu, sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes.

2. Sate Landak

Image Credit: Nglebak.sideka.id

Tak hanya memiliki sate kelinci, daerah yang berjarak sekitar 30 km dari Solo ini juga punya sate landak yang unik. Penyajiannya pun hampir sama dengan sate pada umumnya, yaitu dengan lontong atau ketupat. Lalu disiram dengan bumbu kacang dan tak lupa diberi tambahan irisan bawang merah, kol, tomat, timun, dan cabai. Anda bisa mencicipi sajian unik satu ini di daerah Tawangmangu karena di sepanjang jalan tersebut banyak kedai sate landak.

BACA JUGA:  15 Tempat Wisata di Tawangmangu Karanganyar yang Paling Hits

Hidangan satu ini tak membuat Anda lantas mengiranya daging landak. Karena daging telah dipotong potong dadu dan ditusuk dengan tusuk sate pada umumnya. Proses pembakaran yang dilakukan juga sama, yaitu memakai arang agar menimbulkan aroma khas dan nikmat. Dari segi cita rasa, daging landak hampir mirip dengan ayam tetapi memiliki tingkat kenyal yang berbeda. Untuk satu porsi dibanderol sekitar 20 ribu rupiah dengan jumlah 10 tusuk.

3. Selat Solo

Selat Solo

Image Credit: Instagram.com @radjazashaquilano

Telah dikenal banyak orang, bahwa Karanganyar tidak hanya surga oleh oleh berupa kain batik. Kawasan ini juga jadi tempat terbaik untuk icip icip kuliner yang mampu menggoyang lidah. Tentu sudah bukan rahasia, bahwa selat solo merupakan perpaduan antara budaya Eropa dan Indonesia. Akan tetapi, kuliner satu ini dibanderol dengan harga yang sangat ramah di kantong yaitu sekitar 10 ribu rupiah untuk dapatkan satu porsi selat solo.

Seperti namanya yang mirip salad, makanan ini memakai bahan utama sayuran. Beberapa bahan yang dipakai, yaitu buncis dan wortel yang direbus, kentang goreng, telur bacem, dan olahan daging. Bahan bahan tersebut lalu disiram dengan kuah yang bercita rasa asam dan manis dalam keadaan hangat. Tak lupa, kuah ini disajikan dengan mustard yang memberi rasa unik. Makanan sederhana ini dijamin membuat Anda ketagihan dengan kuliner solo.

Makanan yang terinspirasi dari makanan khas Eropa ini dulunya diolah oleh para koki yang bekerja untuk Belanda. Keahlian koki ini tak perlu diragukan karena mampu mengolah bahan bahan tersebut dengan tambahan telur ayam dan mentimun yang diracik dengan bumbu selat. Tak hanya Belanda yang menyukainya, bangsa Tionghoa pun menyukai sajian selat ini dan memperkenalkan ke masyarakat kelas menengah ke bawah.

4. Timlo Solo

Timlo Solo

Image Credit: Diahdidi.com

Makanan satu ini juga memiliki cita rasa yang hampir sama, tetapi dengan basic seperti sup. Bahan yang dipakai, yaitu soun atau bihun, telur pindang, jamur kuping, kacang polong, wortel, ampela ati, irisan kulit lumpia yang sudah digoreng, daging ayam, dan terakhir bawang goreng. Kemudian ditata di atas piring dan disiram dengan kuah panas seperti sup. Sajian satu ini sangat nikmat bila disantap selagi panas, sehingga seluruh rasanya tidak berubah.

BACA JUGA:  15 Tempat Wisata di Pemalang Terbaru & Terhits Dikunjungi

Bagi para pecinta rasa pedas, telah tersaji sambal kecap untuk menemani makan Anda. Makanan yang disajikan dengan tatanan yang rapi ini paling cocok bila disantap saat cuaca sedang dingin. Kuah panas mampu menghangatkan tubuh Anda yang sedang menggigil atau kedinginan. Tak lupa untuk menyiapkan nasi sebagai sumber karbohidrat yang tepat dan mampu menambah energi untuk beraktivitas selanjutnya, sehingga tubuh pun tidak mudah lapar.

Telah disebutkan sebelumnya, menyantap Timlo Solo selagi hangat sangat nikmat. Hal ini juga berlaku untuk Anda yang merasa kurang fit atau meriang. Makan makanan yang hangat dijamin ampuh untuk kembalikan kondisi tubuh. Tak hanya hangat, makanan satu ini juga punya kandungan gizi tinggi seperti vitamin, protein, lemak, dan karbohidrat yang lengkap. Oleh sebab itu, sangat cocok untuk mengembalikan kondisi tubuh yang sebelumnya sakit.

5. Sate Buntel

Sate Buntel

Image Credit: Detik.com

Kembali ke kuliner yang dibakar di atas arang khas Karanganyar, yaitu Sate Buntel. Dahulu masyarakat kelas bawah ingin menikmati sajian mewah yang berbeda. Hingga timbul ide untuk mengolah daging kambing dengan cara yang unik dan tidak biasa. Bila biasanya daging kambing dipotong dan ditusuk, lalu dibakar. Maka kali ini lebih rumit, yaitu lebih dulu daging dicincang atau dihaluskan kemudian dicampur dengan bumbu khusus.

Setelah daging dan bumbu dicampur secara merata, lalu siapkan tusuk sate. Tusuk yang dipakai pun berbeda karena menggunakan potongan bambu karena ukurang daging juga lebih besar. Daging dikepalkan di tusuk sate, lalu dibungkus dengan lemak kambing agar menempel satu sama lain. Setelah itu, daging dibakar di atas bara api dan arang agar aroma khas dari bakaran sate ini melekat. Dengan begitu, cita rasa daging kambing ini akan jauh berbeda.

Bila biasanya sate kambing memiliki daging yang cukup alot, maka sate buntel ini salah satu cara menikmati daging kambing dengan cara unik. Daging dijamin empuk meskipun dibalut dengan lemak di bagian luarnya. Penyajian sate ini hampir sama seperti sate pada umumnya yaitu memakai kol, cabai rawit, jeruk nipis, potongan bawang merah, tomat, dan tidak lupa bumbu kecap. Cita rasa pedas dan manis menjadi daya tarik yang kuat di lidah masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:  15 Minuman & Makanan Khas Wonosobo yang Wajib Anda Coba

6. Timus

Timus

Image Credit: Eventkampus.com

Makanan satu ini mungkin terasa aneh dan kurang familiar karena tidak banyak orang yang pernah mencicipinya. Masyarakat Karanganyar tentu sudah tidak asing dengan jajanan yang dibuat dari ubi atau ketela rambat ini. Timus memakai bahan dasar yang mudah ditemukan dan jarang digunakan, tetapi justru sangat digemari. Pengolahannya lebih dulu dengan merebus ubi hingga empuk atau medhuk untuk kemudian diolah dengan bahan bahan lain.

Bahan lain yang harus Anda siapkan, yaitu gula dan tepung terigu. Campur ketiga bahan hingga merata dan bentuk lonjong sekitar sekepalan tangan. Setelah semua adonan telah terbentuk, panaskan penggorengan di atas api sedang. Goreng semua timus hingga matang atau berwarna kecoklatan. Pastikan tidak terlalu besar agar timus tidak mudah gosong karena rasa manis dari gula sering kali membuat adonan cepat menghitam.

7. Grubi

Grubi

Image Credit: Intanpari.com

Makanan satu ini tidak hanya disajikan untuk tamu, tetapi juga sering dijadikan sebagai oleh oleh untuk kerabat atau saudara. Makanan yang bercita rasa manis ini memakai bahan dasar ketela rambat, kelapa, dan gula jawa. Cara membuat camilan ini cukup mudah dan murah dengan bahan yang mudah ditemukan. Makanan tradisional ini sering ditemukan di tempat jual oleh oleh, tetapi saat ini cukup sulit untuk mendapatkannya.

Bila tertarik untuk membuatnya sendiri, Anda cukup memarut kelapa dan ketela rambat. Setelah kedua bahan diparut hingga halus, campurkan dengan gula dan aduk hingga rata. Kemudian, bentuk bulat bulat dengan ukuran yang disesuaikan selera masing masing. Lalu panaskan penggorengan di atas api sedang. Terakhir, goreng grubi hingga berwarna kuning kecoklatan dan pastikan tidak terlalu gosong agar tidak ada rasa pahit.

Salah satu daerah di Jawa yang sarat akan budaya, yaitu Jawa Tengah. Daerah ini juga punya sederet kuliner nikmat yang tak boleh dilewatkan saat bertandang ke area tersebut. Salah satu kawasan yang patut Anda kunjungi, yaitu Karanganyar. Berada sekitar 30 km dari kota Solo, daerah ini memiliki tujuh kuliner yang mampu menggugah selera mulai dari makanan berat hingga camilan. Sudahkah Anda mencicipi makanan khas dari Karanganyar ini?