Monumen Kapal Selam Surabaya, Bukti Sejarah Kejayaan Maritim Indonesia

Monumen Kapal Selam Surabaya

Monumen Kapal Selam salah satu objek wisata sejarah di Surabaya yang menjadi bukti kejayaan maritim Indonesia. Monumen ini merupakan kapal selam KRI Pasopati 410 yang dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru.

Harga Tiket: Rp 15.000, Jam Operasional: 09.00-17.00 WIB, Alamat: Jl. Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur; Map: Cek Lokasi

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki wilayah maritim luas. Tak heran jika banyak peninggalan bersejarah berkaitan dengan kekuatan maritim yang hebat, termasuk Monumen Kapal Selam Surabaya. Peninggalan ini menjadi bangunan museum yang berdiri kokoh dan megah. Apa saja daya tarik dari monumen tersebut? Simak ulasannya disini!

Sekilas Tentang Monumen Kapal Selam

Tentang Monumen Kapal Selam

Image Credit: Twitter.com @swaragamafm

Monumen Kapal Selam Surabaya merupakan salah satu peninggalan bersejarah Armada Divisi Timur. Meskipun monumen ini bukanlah replika, tetapi pembuatannya dilakukan dengan beberapa tahapan. Hal ini dilakukan agar memudahkan pemindahan kapal selam dari lautan ke daratan. Salah satu cara yang diterapkan yaitu dengan membagi kapan menjadi 16 bagian.

Kapal selam ini merupakan KRI Pasopati 410 yang dipotong beberapa bagian oleh PT PAL Indonesia. Kemudian, potongan dari kapal selam ini disambung kembali hingga menjadi satu kesatuan. Untuk peresmian Monumen Kapal Selam Surabaya atau dikenal dengan sebutan Monkasel ini dibuka pada 15 Juli 1998 menjadi objek wisata bersejarah.

Sebelum menjadi monumen, KRI Pasopati ini awalnya didatangkan langsung dari Rusia. Untuk membawa kapal selam ini, pelaut muda Indonesia dikirimkan ke negara tersebut untuk mengikuti pelatihan keras. Hal ini bertujuan agar pelaut muda Indonesia menjadi awak kapal selam ini. Kemampuan kapal selam ini cukup hebat, sebab dipersenjatai oleh rudal anti serangan udara.

Daya Tarik yang Dimiliki Monumen Kapal Selam

Daya Tarik Monumen Kapal Selam

Image Credit: Instagram.com @arief.yassin

Selain dikenal bersejarah, ada cerita menarik pada kapal selam ini. Monkasel yang dikenal sebagai monumen kapal selam terbesar di Asia merupakan tipe SS Whiskey Class. Dimana, kapal ini sebelumnya bertugas di Angkatan Laut sejak tahun 29 Januari 1962 yang memiliki peranan besar dalam pertahanan kelautan. Operasi yang digunakan pada saat itu dikenal dengan Trikora.

Detail monumen ini sengaja dibuat semirip mungkin dengan keadaan aslinya untuk menggambarkan bagaimana Monkasel saat beroperasi. KRI Pasopati 410 memiliki berat mencapai 1300 ton dengan panjang 76,6 x 6,30 meter. Sementara itu, kecepatannya mencapai 13,6 knot di bawah permukaan laut dan 18,3 knot di atas permukaan laut.

BACA JUGA:  Batu Secret Zoo, Wisata Kebun Binatang Modern di Kota Batu

Di dalam Monkasel terdapat 7 ruangan yang bisa Anda lihat. Di antaranya yaitu ruang haluan torpedo dan ruang mesin diesel. Tak lupa juga dengan ruang komandan beserta ruangan awak kapalnya. Selain itu, ada juga jembatan utama dan pusat komando yang letaknya berdekatan dalam kapal selam ini.

Dalam masa kejayaan kapal selam ini, ada cerita bersejarah yang patut disimak. Bagaimana tidak, KRI pasopati dengan nomor lambung 410 berperan penting dalam pembebasan Irian Barat. Operasi ini diberi nama dengan Antareja Jaya Wijaya. Tak heran jika kapal selam ini dijadikan monumen agar dapat mengenang peristiwa tersebut.

Alamat, Rute Lokasi dan Harga Tiket Monumen Kapal Selam

Alamat Monumen Kapal Selam

Image Credit: Google Maps (Agustinus Supriyanto)

Monkasel dibangun di sisi sungai Kalimas yang dapat dicapai 5 menit dari pusat kota Surabaya. Karena terletak di tengah tengah kota monumen ini cukup mudah ditemukan. Bahkan lokasinya juga berdekatan dengan transportasi umum yaitu stasiun Gubeng. Jika Anda dari arah Jalan Gubeng Pojok, maka jarak yang ditempuh cukup 5 menit saja menggunakan mobil.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi tempat bersejarah ini, maka tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pasalnya dengan membayar Rp 15 ribu saja, Anda sudah bisa menjelajah semua areanya. Harga tersebut berlaku di tahun 2020 silam, sehingga masih ada kemungkinan mengalami kenaikan. Namun, prediksi kenaikannya tidak akan terlalu signifikan.

Harga tiket tersebut masih belum termasuk parkir bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi. Akan ada tarif tambahan yang ditarik sesuai dengan jenis kendaraan yang Anda miliki. Biaya ini ditarik untuk menjamin keamanan dari kendaraan yang diparkir. Dengan begitu, pengunjung tidak perlu khawatir lagi kehilangan atau kerusakan pada kendaraan.

Tidak hanya harga tiket dan parkirnya saja, Anda juga perlu mengetahui jam operasionalnya. Objek wisata ini bisa dikunjungi pada hari Selasa sampai hari Minggu. Pada hari Libur Nasional akan tetap buka, kecuali hari besar Islam. Jam bukanya mulai dari 09.00 sampai 17.00 WIB, dan di hari Sabtu hingga Minggu akan tutup lebih lama yakni pukul 19.00 WIB.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Monumen Kapal Selam

Aktivitas di Monumen Kapal Selam

Image Credit: Facebook.com@saiful.bachtiar

1. Berfoto di Spot Monumen

Ada beberapa hal menarik yang bisa Anda lakukan di destinasi wisata sejarah Surabaya yang satu ini. Kegiatan seru pertama yang bisa Anda lakukan adalah menjelajahi setiap sudut dari monumen bersejarah ini. Kapal selam yang memiliki bentuk unik memang akan mengundang rasa penasaran bagi pengunjung yang mendatanginya.

BACA JUGA:  15 Minuman & Makanan Khas Mojokerto yang Wajib Anda Coba

Terlebih ada banyak pengetahuan yang bisa didapatkan pengunjung monumen kapal selam ini. Bila diperhatikan monumen ini cukup megah dan kokoh. Hal ini ditampilkan pada bentuk kapal selam yang khas yaitu memanjang. Ketika siang hari, langit yang cerah menambah keelokan area monumen dan sangat menarik di jepretan kamera.

Area depan monumen menjadi salah satu spot favorit untuk swafoto bagi para pengunjung yang datang. Tak ketinggalan juga pada bagian pintu masuk yang bertuliskan monumen kapal selam Surabaya. Pada lokasi ini banyak pengunjung yang mengabadikan momennya bersama dengan kemegahan kapal selam Surabaya.

Tidak cukup dengan spot luarnya saja, di dalam kapal selam ini pengunjung juga dapat mengabadikan gambar. Di dalam kapal selam tersebut terdapat berbagai titik foto yang menarik seperti ruangan komandan, ruangan awak kapal, ruang kendali dan lain sebagainya. Dengan begitu, pengunjung bisa merasakan bagaimana awak kapal selam selama berada di dalam kapal tersebut.

2. Bersantai dan Berenang di Kolam Renang Monkasel

Meskipun merupakan tempat wisata bersejarah, Anda juga bisa menikmati fasilitas lainnya yang ada di sini. Sederet fasilitas sengaja disiapkan oleh pihak pengelola agar pengunjung tidak merasa bosan ketika menjelajahi wisata bersejarah. Terlebih bagi para wisatawan yang membawa anak kecil untuk berlibur di objek wisata ini.

Terdapat waterboom atau kolam renang Monkasel yang bisa dijadikan alternatif kegiatan seru. Anda dan keluarga dapat sekedar bersantai di tepian kolam renang tersebut. Bahkan Anda juga diperbolehkan menikmati fasilitas kolam renang Monkasel dengan membayarkan sejumlah biaya tambahan. Jangan khawatir, sebab tarifnya tidak menguras kantong.

3. Wisata Kuliner

Setelah lelah berkeliling di Monkasel, pengunjung dapat menikmati wisata kuliner yang disediakan pengelola. Terdapat beberapa penjaja makanan yang hadir di monumen inu. Selain itu, pengunjung juga bisa mengunjungi stand makanan di pinggiran Monkasel. Aneka makanan dan minuman dijual dengan harga terjangkau.

Tidak hanya itu, pengunjung yang lelah juga dapat bersantai sembari nongkrong di sekitar area monumen. Menikmati kopi dengan kudapan pendamping tentu akan sayang dilewatkan begitu saja. Pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas lainnya sambil menyantap kudapan yang dibeli pada stand sekitar monumen.

Aktivitas Monumen Kapal Selam

Image Credit: Facebook.com @dewiqimoedclluingindicintai

4. Menonton Film Bersejarah

Memiliki letak yang strategis, wisatawan dapat mempelajari sejarah dengan lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Terutama dengan hadirnya layar dan ruangan khusus untuk memudahkan pemahaman akan sejarah. Sebelum pengunjung masuk monumen kapal selam, pemandu akan mengarahkan ke ruang khusus untuk menyaksikan film sejarah Monkasel.

BACA JUGA:  14 Tempat Wisata di Trenggalek Terbaru & Terhits Dikunjungi

5. Menyaksikan Pertunjukan Reog Ponorogo

Selain dapat menikmati wisata bersejarah, ada aktivitas seru lainnya yang dapat dilakukan di sekitar monumen ini. Salah satunya yaitu pertunjukan Reog Ponorogo di depan Monkasel. Seperti yang sudah diketahui jika Jawa Timur terkenal dengan budaya Reog Ponorogonya, sehingga membuat pihak pengelola menyediakan atraksi Reog Ponorogo setiap hari Sabtu dan Minggu.

6. Menyusuri Sungai Kalimas dengan Perahu Motor

Tak berhenti sampai di situ saja, pengunjung Monkasel juga dapat menikmati keindahan perairan Sungai Kalimas. Anda dapat menyewa perahu motor untuk mengitari Sungai Kalimas sepuasnya pada hari tertentu. Wahana ini disediakan setiap Sabtu dan Minggu hingga menjelang malam hari, dengan membayar tiket tambahan berkisar 20 ribuan per orangnya.

Fasilitas yang Tersedia di Monumen Kapal Selam Surabaya

Fasilitas Monumen Kapal Selam

Image Credit: Google Maps (Mada Krisna)

Sebagai salah satu monumen bersejarah yang ada di kota Surabaya, tentu pihak pengelola menyediakan fasilitas yang memadai. Terdapat toilet untuk pria dan wanita yang terpisah, sehingga memudahkan para pengunjung. Belum lagi tempat duduk yang ada di sekitar monumen, dapat memberikan space khusus jika ingin beristirahat sebentar setelah lelah mengelilingi monumen.

Selain wisata sejarah, Monkasel juga menyediakan wahana lain yang seru untuk dinikmati. Salah satunya yaitu kolam renang anak anak atau waterboom. Karena didesain khusus untuk anak, jadi kolam ini memiliki kedalaman yang dangkal. Tempat ini hanya menyediakan kolam renang saja, jadi tidak ada wahana air lain. Meski begitu, keseruan tetap tercipta dengan adanya fasilitas tersebut.

Itulah beberapa informasi mengenai Monumen Kapal Selam Surabaya yang wajib Anda tahu. Ternyata objek wisata ini tidak hanya berupa peninggalan sejarah saja, tetapi ada juga fasilitas penunjang lainnya. Misalnya saja, kolam renang, tempat makan, spot foto menarik, dan lain sebagainya. Bahkan sebelum memasuki monumen, Anda akan diajak menyaksikan film sejarah di ruangan khusus.