Museum Ullen Sentalu Sleman, Museum yang Menampilkan Seni & Budaya Jawa

Museum Ullen Sentalu Sleman, Museum yang Menampilkan Seni & Budaya Jawa

Museum Ullen Sentalu mempunyai jejak sejarah peradaban Dinasti Kerajaan Mataram di Sleman. Keunikan terletak pada bangunan bergaya Eropa dan Jawa. Koleksi sejarah lengkap berupa benda pusaka, lukisan, foto-foto, karya seni, hingga arca dewa-dewi.

Harga Tiket: Rp 50.000, Jam Operasional: Pukul 08.30 – 16.00 WIB, Alamat: Jl. Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, DI Yogyakarta; Map: Cek Lokasi

Indonesia kaya akan peninggalan sejarah yang tersebar di berbagai daerah. Salah satunya Museum Ullen Sentalu Sleman, saksi bisu keberadaan Dinasti Mataram yang kini menjadi objek wisata favorit. Terletak di kawasan pegunungan dan berhawa sejuk menjadi alasan mengapa wisata ini ramai dikunjungi wisatawan. Ingin tahu keistimewaan lainnya? Simak ulasan berikut.

Sekilas Tentang Museum Ullen Sentalu

Sekilas Tentang Museum Ullen Sentalu

Image Credit: Google Maps (Bayu Sapta)

Pertama kali museum digagas oleh keluarga Haryono, keluarga pembatik asal Yogyakarta. Keluarga tersebut suka mengoleksi peninggalan warisan budaya Jawa, karena jatuh cinta dengan sejarah Indonesia khususnya Jawa. Museum Ullen Sentalu sendiri dibangun pada tahun 1994. Dirintis di lereng Gunung Merapi dan berada satu komplek dengan Taman Kaswargan.

Tujuan bangunan ini dibangun sebagai jembatan komunikasi bagi generasi muda, agar lebih mengenal seni dan budaya Jawa. Isi museum mengisahkan tentang peradabaan Kerajaan Mataram, yang terpecah menjadi 4 keraton di Solo dan Yogyakarta. Diantaranya Kasunan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaraan, dan Kadipaten Pakualaman.

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari kalimat bahasa Jawa, yaitu ‘Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku’. Kalimat tersebut mengandung makna nyala lampu blencong, lampu yang dipergunakan saat pertunjukan wayang kulit. Apabila dijabarkan lebih luas artinya petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.

Museum terletak di atas lereng Gunung Merapi, dekat dengan kawasan Kaliurang. Jadi tak heran jika hawa sekitar sejuk dan suasana tenang untuk berlibur. Meskipun bentuk bangunannya terkesan mistis karena adanya patung-patung batu. Di dalamnya memuat berbagai koleksi budaya Jawa dari waktu ke waktu, bahkan kitab peninggalan Kerajaan Mataram.

Daya Tarik yang Dimiliki Museum Ullen Sentalu

Daya Tarik Museum Ullen Sentalu

Image Credit: Google Maps (Andra Pradana)

Keunikan objek wisata ini adalah bentuk bangunan yang membuat Anda berdecak kagum. Pasalnya museum berhasil memadukan arsitektur Eropa ala-ala gothic dan nuansa Tanah Jawa pada masa Kerajaan Mataram. Tak heran kesan pertama saat tiba ialah bangunan museum yang tampak misterius. Itulah mengapa banyak pengunjung yang penasaran dengan pesonanya.

Museum Ullen Sentalu berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektar, dan diperluas secara bertahap. Awalnya bangunan bernama Ndalem Kaswargan yang berarti Rumah Surga. Menggambarkan suasana sekitar museum yang damai dan asri, cocok untuk tempat refreshing pikiran.

BACA JUGA:  15 Tempat Wisata Alam di Jogja yang Paling Hits

Dari luar Anda akan melihat museum yang berdiri tegak karena pilar bangunan yang kokoh. Pilar-pilar ini terbuat dari material batu alam seperti pada rumah tropis. Melewati beberapa ruangan, pengunjung dibuat takjub dengan bangunan berwarna putih. Bagaian ujungnya lancip semacam kastil Eropa, terinspirasi dari arsitek Jepang bernama Yoshio Taniguchi.

Ketika masuk Anda akan menemukan ruang selamat datang, atau bisa dikatakan sebagai ruang tamu. Di ruangan ini pengunjung dapat melihat banner berisi latar belakang dan sejarah berdirinya Museum Ullen Sentalu. Tak jauh berdiri arca Dewi Sri yang dipercaya sebagai Dewi Kesuburan Tanah Jawa.

Dari gerbang masuk, Anda bisa melihat ruang pamer berupa restoran dan artshop. Jalan yang dilalui cukup unik berupa kelokan, undakan, serta labirin dengan nuansa pegunungan indah. Di sekelilingnya terdapat kolam ikan, taman, gapura, dan dinding timbul yang menggambarkan keagungan para leluhur.

Di ruang selanjutnya terdapat berbagai lukisan tarian Jawa dan koleksi benda yang dihibahkan oleh Kraton Yogyakarta. Ada sebuah gamelan legendaris milik pangeran Kasultanan Yogyakarta, yang kala itu menjadi pengiring pagelaran seni tari dan wayang orang di Kraton.

Berlanjut ke ruangan primadona wisatawan yaitu ruangan bawah tanah bernama Guwa Sela Giri. Sejatinya bangunan ini dibentuk menyesuaikan dengan kontur tanah. Memiliki gaya arsitektur gothic Eropa, dipadukan dengan arsitektur lokal berbahan material dari kawasan Gunung Merapi. Di dalamnya berisi fine arts dari karya lukis dokumentasi beberapa tokoh figur 4 Kraton pada zaman Dinasti Mataram.

Berikutnya ada ruang Kampung Kambang yang terbagi menjadi lima tempat. Paling populer ialah Bilik Syair Tineke, dimana terpajang beberapa syair dari GRAj Koes Sapariyam atau disapa Tineke, Putri Sunan Pakubuwana XI Surakarta. Ada pula Royal Room Ratu Mas, dimana Anda akan menjumpai beberapa benda berkaitan dengan Ratu Mas, permaisuri Sunan Pakubuwana X.

Museum juga mempunyai ruangan yang memuat biografi perjalanan hidup dari GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, Putri Mangkunegara VII dan Permaisuri GKR Timur. Di ruangan ini Anda bisa mempelajari kehidupan beliau dari foto-foto mulai tahun 1921-1951. Mulai dari foto sejak anak-anak hingga menikah. Diresmikan sendiri oleh tokohnya pada tahun 2002.

Ruangan lainnya yaitu Koridor Retja Landa yang memamerkan koleksi arca dewa-dewi Hindu dan Buddha dari abab 8 Masehi. Di tempat ini Anda dapat menikmati peninggalan sejarah secara outdoor. Selanjutnya ada Sasana Sekar Bawana, yang berisi koleksi lukisan para Raja Mataram. Paling legendaris dari ruangan ini ialah lukisan tarian sakral Bedhaya Ketawang.

Alamat dan Rute Menuju Museum Ullen Sentalu

Alamat Museum Ullen Sentalu

Image Credit: Google Maps (Cindhi Cintokowati)

Museum Ullen Sentalu bejarak 25 kilometer dari pusat kota Yogyakarya. Tepatnya di Jalan Boyong, Kaliurang Barat, Hargobinangun, Sleman, DI Yogyakarta. Anda bisa mengendarai kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum untuk menuju ke objek wisata ini. Rutenya mudah untuk ditelusuri meskipun perjalanannya sedikit melelahkan.

BACA JUGA:  Taman Sari Jogja, Fakta Sejarah & Mitos Dibalik Keindahan Istana Air

Dari jantung kota melalui Jalan Kaliurang sekitar 45 menit, lalu ikuti jalan utama kea rah utara sepanjang 18 kilometer. Kemudian melaju kira-kira 35 menit ke Jalan Palagan Tentara Pelajar. Setelah 10 kilometer belok kanan pada pertigaan Pulowatu, kurang lebih 3 kilometer belok kiri ke pertigaan Pasar Pakem. Sekitar 6,5 kilometer dari jalan utama baru Anda menemukan letak museum.

Bila menggunakan Bus Trans Jogja ambil rute 2B atau 3B, lalu turun di Shelter Ring Road Utara-Kentungan. Setelah tiba, ganti naik angkot rute Yogyakarta-Pakem dan turun di Pasar Pakem. Ambil angkot arah Pakem-Kaliurang patokannya Taman Kanak-Kanak Kaliurang, baru turun. Jalan kaki ke arah Barat sekitar 8 menit baru tiba di lokasi. Tapi perlu diingat angkot beroperasi pukul 08.00-14.00.

Harga Tiket dan Jam Operasional Museum Ullen Sentalu

Harga Tiket Museum Ullen Sentalu

Image Credit: Google Maps (Falminda Rt)

Untuk memasuki kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan biaya tiket yang cukup terjangkau. Untuk dewasa harga tiket masuk sebesar 40 ribu per orang, sedangkan anak-anak cukup 15 ribu setiap anak. Sementara wisatawan mancanegara sekitar 50 ribu untuk dewasa dan anak-anak 30 ribu rupiah.

Museum Ullen Sentalu buka mulai pukul 08.30 pagi sampai 16.00 sore, jam operasional untuk weekday. Sedangkan saat weekend akan beroperasi mulai jam 08.30 hingga 17.00. Baik hari biasa maupun Sabtu-Minggu kondisi museum tetap ramai pengunjung. Jadi usahakan datang lebih awal agar lebih leluasa menyusuri objek wisata ini.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Museum Ullen Sentalu

Kegiatan Menarik di Museum Ullen Sentalu

Image Credit: Google Maps (Imajika Architect)

1. Belajar Sejarah

Bangunan bersejarah ini menyajikan berbagai koleksi sejarah, mulai patung hingga benda-benda zaman kerajaan. Semuanya masih terawat dengan baik dan dipamerkan di depan para wisatawan. Anda bisa mengandalkan pemandu wisata yang disediakan oleh pihak pengelola. Pemandu tersebut dapat menjelaskan seluk beluk museum baik dengan Bahasa Indonesia maupun Inggris.

Pemandu wisata akan membawa pengunjung untuk menjelajahi seni dan budaya di Ullen Sentalu. Anda tidak hanya tahu kisah masa lalu dari beberapa koleksi tersebut, tapi juga mendapatkan edukasi penting. Karenanya ketika berkunjung kesini Anda bisa membawa si kecil, agar berlibur sambil belajar. Cocok juga bagi wisatawan yang suka sejarah Indonesia.

Selain jalan-jalan keliling museum, pengunjung bisa memilih tur audio. Dimana tidak membutuhkan seorang pemandu, melainkan audio yang menyediakan berbagai bahasa. Diantaranya bahasa Mandarin, Belanda, dan Jepang khusus wisatawan mancanegara. Tur audio ini tidak dipungut biaya, syaratnya hanya menyertakan kartu identitas dan durasi cuma 90 menit.

BACA JUGA:  Pantai Trisik, Objek Wisata Pantai yang Memesona di Kulon Progo

2. Ikut Program Jelajah Budaya

Sealain tour museum bersama pemandu, Anda bisa menjajal program jelajah budaya yang disediakan oleh pengelola. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan keragaman seni dan budaya, baik koleksi di dalam museum maupun sejarah Kerajaan Mataram. Terkadang pula ada penjelasan tentang Kaliurang hingga Kotagede.

Program dari pengelola Ullen Sentelu ini boleh untuk rombongan kecil maupun rombongan besar. Syaratnya harus reservasi terlebih dahulu minimal 1 hari sebelum tanggal kunjungan. Karena program ini diminati oleh wisatawan termasuk dari mancanegara, jadi antriannya lumayan panjang.

3. Ikut Klub Diskusi

Museum Ullen Sentulu mempunyai Klub Diskusi yang diselenggarakan secara rutin. Klub ini membahas berbagai tema tentang budaya, dengan jumlah peserta maksimal 10 orang. Tema bahasan ditentukan oleh pihak museum, dan berharap adanya diskusi dapat memberikan sumbangsih terhadap pelestarian budaya serta saling bertukar pikiran.

Biasanya waktu weekend mengadakan pemutaran film dokumenter di pelataran museum. Film dokumenter yang diputar berupa cerita sejarah pendirian Kraton dan terbentuknya Kota Jogja. Sekaligus beberapa kisah napak tilas dari museum ini, serta cerita di balik koleksi di dalam museum.

Kegiatan di Museum Ullen Sentalu

Image Credit: Google Maps (Bernadeta Heni)

4. Berfoto

Banyak spot foto menarik yang tersebar sekitar museum, tetapi Anda tidak boleh sembarangan ambil foto. Pengelola Museum Ullen Sentalu menerapkan peraturan khusus tidak boleh mengambil gambar dalam bentuk apapun di beberapa titik. Mengingat isi didalamnya berupa koleksi sejarah langka dan bernilai jual tinggi.

Tapi tak perlu khawatir, masih ada beberapa spot khusus yang disediakan untuk berfoto. Diantaranya area replika relief Candi Borobudur yang dibuat miring. Relief tersebut mengandung makna penurunan minat generasi muda terhadap seni dan budaya Jawa. Selain itu, boleh berfoto di bagian depan atau latar gerbang masuk.

5. Mencicipi Ramuan Minuman Awet Muda

Salah satu keunikan Museum Ullen Sentalu adalah jenis minuman Wedang Ratu Mas. Sajian ini bisa Anda dapatkan ketika mengunjungi Sasana Sekar Bawana. Minuman merupakan campuran dari bahan-bahan herbal yang berkhasiat. Konon, racikan minuman ini dipercaya bisa membuat awet muda dan bagus untuk kesehatan tubuh.

Fasilitas yang Tersedia di Museum Ullen Sentalu

Fasilitas di Museum Ullen Sentalu

Image Credit: Google Maps (Kayana Travelling)

Museum menyediakan ruang pameran bernama Kaligonal, tempat untuk menampilkan pagelaran budaya. Ada pula fasilitas restoran dengan berbagai menu khas Indonesia dan mancanegara. Toko souvenir untuk wisatawan yang gemar belanja, atau ingin membeli buah tangan. Pemandu wisata siap kapan saja mendampingi wisatawan napak tilas di objek wisata ini.

Yogyakarta selalu berhasil memberikan tempat wisata menajubkan untuk berlibur. Salah satunya Museum Ullen Sentalu di Sleman, yang memiliki jejak sejarah Kerajaan Mataram. Gaya arsitektur bangunannya sangat unik, perpaduan Eropa dan Jawa. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi sejarah yang dilestarikan.