Harga Tiket: Rp 15.000, Jam Operasional: 09.00-20.00 WIB, Alamat: Jl. Peneropongan Bintang No.45, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat; Map: Cek Lokasi

Apakah Anda merasa jenuh dan ingin beristirahat sejenak, namun bisa bermain sambal belajar? Apakah Anda tertarik dengan dunia seputar luar angkasa? Mungkin Anda bisa mencoba mengunjungi observatorium yang terkait, yang mungkin dapat membantu Anda untuk memuaskan rasa ingin tahu seputar astronomi.

Jika Anda tinggal di sekitar Bandung, Jawa Barat, Anda dapat mencoba untuk mengunjungi Observatorium Bosscha. Objek wisata milik ITB tersebut merupakan tempat penelitian seputar astronomi tertua dan terbesar di Indonesia. Nah, berikut ini informasi selengkapnya mengenai bangunan bersejarah ini.

Daya Tarik yang Dimiliki Observatorium Bosscha

Daya Tarik Observatorium Bosscha
Image Credit: Google Maps aji wahyu qander

Berbicara mengenai daya tarik, tentu saja setiap tempat wisata memiliki kekhasan dan keunikan masing-masing. Sebagai salah satu ikonnya kota Bandung dan sudah seringkali terkenal di seluruh penjuru Nusantara, berikut ini beberapa hal yang menjadi daya tarik khas bagi Observatorium Bosscha.

1. Sejarah Observatorium

Observatorium Bosscha adalah observatorium tertua dan terbesar di Indonesia yang dimiliki oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB, yang mana berusia hampir 1 abad lamanya. Pembangunan bangunan tertua tersebut dimulai oleh Perhiumpunan Astronomi Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereniging) pada tahun 1923 dan diakhiri pada tahun 1928, sehingga kurang lebih membutuhkan waktu hingga 5 tahun. Tujuan pembangunan tersebut pada awalnya yaitu untuk memajukan ilmu astronomi dari masyarakat Hindia-Belanda.

Observatorium tersebut sempat populer setelah Bosscha menerbitkan publikasi internasional untuk pertama kalinya pada tahun 1933. Namun, ketika telah terjadi Perang Dunia II, segala kegiatan di sana tertunda sejenak dikarenakan gedungnya mengalami kerusakan dan harus dilakukan renovasi.

Nama ‘Bosscha’ itu sendiri diambil dari nama belakang dosen yang mengajar Soekarno ketika mengenyam pendidikan di universitas ternama, Institut Teknologi Bandung, yang bernama Karel Albert Rudolf Bosscha, selaku tuan tanah atas kebun the Malabar di Jawa Barat (15 Mei 1865 – 26 November 1928). Bosscha ini pada faktanya telah mendonasikan uangnya sendiri untuk pembelian teropong di observatoriumnya, sehingga beliaulah yang paling berjasa dalam pembangunan observatorium sejauh ini, hingga digunakan sebagai pusat penelitian di bidang astronomi.

Kini, observatorium tersebut dimiliki oleh pihak Indonesia pada 6 tahun setelah Indonesia merdeka, hingga pada akhirnya menjadi bagian dari FMIPA ITB 8 tahun kemudian yang difungsikan sebagai Lembaga penelitian dan pendidikan astronomi di Indonesia. Satu hal yang membanggakan lainnya yaitu observatorium tertua tersebut diresmikan sebagai objek vital nasional dan benda cagar pada tahun 2008.

2. Bangunan Observatorium

Pada kenyataannya, sebagai salah satu bangunan tertua dan terbesar di Indonesia, Observatorium Bosscha terletak di ketinggian 1.310 meter di atas permukaan laut dan berdiri di atas lahan seluas 6 hektar. Jika dilihat dari kejauhan, sekilas bangunan tersebut terlihat sangat unik, yaitu berbentuk melingkar dengan semua bagiannya berwarna putih. Selain itu, di sekitar tempat tersebut, terlihat suatu hamparan tanah yang diselimuti rumput hijau serta pepohonan hijau rimbun yang tinggi nan asri.

3. Kubah Observatorium

Observatorium ini memiliki atap berbentuk kubah yang unik dengan diameter 14,5 meter dan beratnya sekitar 56 ton. Selain itu, jika Anda ingin melakukan peneropongan ke luar angkasa, maka atap tersebut akan terbuka secara penuh yaitu dengan tenaga sebesar 1.500 watt. Dari kubah tersebut Anda dapat mengagumi alam semesta di sekitar observatorium atau bahkan keluar angkasa.

Daya Tarik Dimiliki Observatorium Bosscha
Image Credit: Instagram ayuauleea

4. Teleskop

Beberapa teleskop tersedia di Observatorium Bosscha dan dapat dipelajari terutama dalam rangka penelitian. Misalnya Teleskop Zeiss, yang merupakan salah satu teleskop berukuran raksasa yang dimiliki observatorium di dalam bangunan beratap kubah raksasa yang dapat dibuka dan ditutup, di mana teleskop tersebut menjadi salah satu dari 10 teleskop aktif yang ada di observatorium. Telesko Zeiss menghadap ke langit, dan dapat dijadikan tutorial saat kunjungan siang. Saat ini teleskop tersebut sangat populer digunakan untuk berbagai penelitian seperti pengamatan astrometri (posisi benda langit), pengamatan gerak diri bintang dalam gugusnya, pengamatan komet dan planet-planet lainnya selain Bumi.

Teleskop Bamberg merupakan teleskop lain yang populer di observatorium, yang dirumahkan dalam bangunan bawah tanah beratap kubah dan dapat dibuka-tutup. Selain itu, terdapat beberapa teleskop lainnya yaitu Bosscha Robotic Telescope, Teleskop STEVIA, Teleskop GAO-ITB RTS, Teleskop Surya, Teleskop Portable, Teleskop Cassegrain GOTO, Teleskop Schmidt Bimasakti, Teleskop Radio, Teleskop Radio Hidrogen, Teleskop Unitron, dan Teleskop Radio JOVE.

5. Perpustakaan

Perpustakaan Observatorium Bosscha awalnya hadir karena sumbangan beberapa buku bacaan berjudulkan Bahasa Belanda dari Prof. Sande Bakhuijzen selaku mantan direktur Leiden Observatory pada tahun 1920-an. Kemudian koleksi perpustakaan tersebut disempurnakan oleh Dr. Voute selaku direktur pertama observatorium tersebut, misalnya Astronomica Danica (1640), Annalen from Bosscha Observatory (1926), dan beberapa dokumentasi pembangunan observatorium. Selain itu, beberapa pihak lainnya juga turut menyumbangkan buku-bukunya seperti LKBF (Leids Kerkhoven Bosscha Fond) yang kemudian mengalokasikan buku-buku dan jurnal langganannya untuk observatorium sejak 67 tahun silam.

Berbagai koleksi yang dimiliki perpustakaan tersebut antara lain 5000 eksemplar buku, 20000 volume jurnal dan publikasi lainnya, foto-foto, ebook, e-journal, kliping astronomi, foto-foto, sky map, dan sebagainya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan tersebut memiliki koleksi publikasi dan jurnal astronomi paling lengkap se-Asia Tenggara. Kemudian, berbagai publikasi baru yang diterima dari berbagai negara sebagai pertukaran ataupun hadiah antar institusi ditampilkan di Ruang Baca, yang mana dapat diakses secara bebas oleh Anda yang sedang melaksanakan riset tugas akhir/skripsi selama 24 jam.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Observatorium Bosscha
Image Credit: Google Maps soffie gusniza

Observatorium Bosscha, suatu pusat astronomi tertua di Indonesia, terletak di Jalan Peneropongan Bintang, Desa Lembang, Kecamatan Bandung Barat, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, terutama di kawasan wisata Farm House Susu Lembang dan de Ranch. Anda dapat pergi ke sana menggunakan kendaraan pribadi atau bahkan dengan bus kemudian dengan ojek, tentu saja dengan akses jalan yang semakin baik.

Jika Anda berada dekat dengan pusat Bandung, Anda tinggal mengarahkan kendaraan Anda ke bagian utara melalui rute berikut: Jalan Sunda – Jalan Sumbawa – Jalan Seram – Jalan L.L.R.E. Martadinata – Jalan Ir. H. Juanda-Jalan Dago – Jalan Citra Green – Jalan Punclut – Jalan Pagermaneuh – Jalan Cijeruk – Jalan Mutiara I – Jalan Kinderdorf – Jalan Peneropongan Bintang. Kurang lebih rute jalan menuju observatorium tersebut akan memakan waktu sekitar 30-50 menit dengan jarak sekitar 15 kilometer. Anda juga dapat pergi dengan menggunakan bus dengan pemberhentian tertentu.

Harga Tiket Masuk Objek Wisata

Harga Tiket Observatorium Bosscha
Image Credit: Google Maps Raynardthan Pontoh

Sejauh ini, harga tiket masuk ke kawasan Observatorium Bosscha dapat dibilang terjangkau, namun terbagi berdasarkan waktu kunjungan. Jika melakukan kunjungan pada waktu siang hari, Anda dikenakan biaya Rp 15.000, sedangkan jika melakukan kunjungan pada malam hari, Anda akan dikenakan biaya Rp 20.000, namun kunjungan tersebut hanya dibuka untuk umum dari bulan April – Oktober dan hanya dibuka sebanyak 4 kali dalam 1 bulan.

Sedangkan untuk hari dan waktu operasional dari observatorium super lengkap tersebut agak berbeda-beda setiap harinya dan dengan kapasitas dan syarat pengunjung tertentu. Umumnya, observatorium buka setiap hari Selasa – Sabtu mulai pukul 09.00 – 14.30 dan 17.00 – 20.00 dengan terbagi menjadi beberapa sesi dengan kapasitas 180 orang/sesi. Sedangkan biasanya setiap hari Selasa – Jumat, observatorium tersebut khusus menerima pengunjung dalam lingkup instansi/sekolah/organisasi, sedangkan bagi Anda pribadi atau keluarga, Anda dapat mengunjunginya setiap hari Sabtu. Namun, dengan catatan bahwa setiap pihak yang ingin mengunjungi observatorium tertua di Indonesia ini harus melakukan registrasi terlebih dahulu.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Observatorium Bosscha

Kegiatan di Observatorium Bosscha
Image Credit: Instagram Indonesia Hidden Heritage

Observatorium Bosscha hingga saat ini masih digunakan oleh para peneliti ataupun masyarakat untuk mempelajari segala hal tentang astronomi di Indonesia. Dengan peruntukan untuk umum, tentunya ada beberapa kegiatan seru yang dapat Anda lakukan di dalam observatorium tersebut, meski hanya disarankan pada saat cuaca sedang cerah, yaitu sebagai berikut:

1. Mengamati Cara Kerja Zeiss sebagai Teropong Tertua

Zeiss adalah suatu teleskop refraktor (menggunakan lensa) dan terdiri dari 3 teleskop (2 utama dan 1 pencari). Secara luas, Zeiss telah digunakan untuk berbagai penelitian astronomi, misalnya mengamati bintang-bintang yang terlihat jauh lebih lemah jika dilihat dengan mata telanjang, pengamatan gugus bintang, serta pengamatan astrometri (informasi posisi benda langit secara akurat dalam orde 1/10 detik busur). Cara kerjanya secara singkat yaitu dengan menggunakan spektograf BCS yang dapat melakukan pengamatan bintang secara konsisten. Selain itu, terdapat berbagai teleskop lain yang dapat digunakan di Observatorium Bosscha untuk melihat bintang dan benda langit lainnya.

2. Mencari Informasi tentang Astronomi di Ruang Multimedia

Ruang multimedia merupakan suatu ruangan yang dapat digunakan sebagai tempat ceramah seputar astronomi dan pemutaran film-film/dokumentasi ilmiah, serta terdapat berbagai peraga ilmiah seperti peraga bola langit, miniatur teleskop, peraga gerhana, dan sebagainya di tempat tersebut. Bahkan, tempat ini juga digunakan sebagai tempat kuliahnya anak Astronomi ITB. Jadi, yuk cari ilmu sebanyak-banyaknya di sana.

3. Menyelam Ilmu di Perpustakaan

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, terdapat perpustakaan besar yang tersedia di Observatorium Bosscha, di mana Anda dapat mencari berbagai buku bacaan dan jurnal publikasi yang sekiranya dapat membantu penelitian Anda. Selain itu, publikasi-publikasi tersebut dapat diakses secara online lewat website resmi Bosscha.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Wisata

Fasilitas Observatorium Bosscha
Image Credit: Google Maps aji wahyu qander

Observatorium Bosscha menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh semua pengunjung, termasuk Anda sendiri. Fasilitas-fasilitas yang disediakan terdiri dari yang utamanya dapat membantu pembelajaran astronomi Anda dan juga fasilitas pendukung. Umumnya beberapa fasilitas yang bisa Anda nikmati, yaitu sebagai berikut:

1. Toilet, Tempat Ibadah, Kedai

Secara umum, fasilitas-fasilitas tersebut masih tersedia di kawasan observatorium, di mana Anda dapat menuntaskan hajat buang air, menunaikan ibadah sholat bagi yang Muslim, serta membeli makanan/minuman tertentu di sana. Di situ juga tersedia sedikit saja toko oleh-oleh yang dapat dimanfaatkan.

2. Perpustakaan Observatorium Bosscha

Perpustakaan Observatorium Bosscha merupakan perpustakaan yang sudah berdiri sejak lama karena dukungan dari berbagai pihak, seperti Prof. Sande Bakhuijzen, Dr. Voute, dan LKBF, yang mana menjadikan perpustakaan tersebut menjadi rujukan utama akan segala informasi mengenai astronomi.

Berbagai koleksi yang dimiliki perpustakaan tersebut antara lain 5000 eksemplar buku, 20000 volume jurnal dan publikasi lainnya, ebook, e-journal, kliping astronomi, foto-foto, sky map, dan sebagainya. Berbagai jurnal yang menjadi langganannya yaitu IAU Symposium, IAU Colloquiium, ASP Conference Series, The International Astronomical Union, ICARUS, JBAA, dan The Astronomical Almanac. Mungkin perpustakaan tersebut dapat membantu Anda untuk membuat tugas akhir dan skripsi seputar astronomi, meski saat ini kebanyakan hadir secara online.

3. Bengkel Teknik

Ibaratnya, bengkel teknik ini adalah laboratoriumnya anak teknik dalam rangka penelitian. Anda dapat melakukan pembuatan berbagai keperluan lain untuk penelitian seperti adapter penyambung ataupun dudukan teleskop. Bahkan di sana dapat dilakukan perbaikan teleskop-teleskop yang tersimpan di observatorium tersebut.

4. Pusat Informasi – Ruang Multimedia

Biasanya, di observatorium, terdapat berbagai informasi mengenai teleskop-teleskop yang kebanyakan merupakan peninggalan Belanda dan juga informasi-informasi lainnya seputar astronomi, yang dapat diakses di Ruang Mutlimedia. Namun, kini informasi-informasi tersebut, termasuk pula mengenai publikasi, penelitian, kalender astronomi, sejarah, dan materi-materi untuk umum dapat Anda akses di website resmi berikut: https://bosscha.itb.ac.id

5. Wisma Kerkhoven

Peran observatorium sebagai pusat penelitian dan pendidikan membuatnya banyak dikunjungi oleh banyak pihak akademisi seperti mahasiswa dan peneliti, yang mana biasanya seringkali datang secara berkelompok. Maka dari itu, untuk menjamin kelancaran kegiatan mereka, observatorium tersebut menyediakan fasilitas menginap bagi para tamu sekaligus menjadi tempat pertemuan dan workshop, yaitu Rumah Kayu Kerkhoven.

Demikianlah beberapa hal menarik terkait Observatorium Bosscha. Bagaimana, sangat menarik perhatian Anda, bukan? Tempat wisata tertua yang dapat membuat Anda belajar sekaligus bermain seputar astronomi menjadikan kawasan wisata ini layak direkomendasikan untuk dikunjungi oleh Anda. Jadi, apakah Anda tertarik untuk menghabiskan waktu liburan di observatorium tersebut?