Banten menjadi salah satu daerah yang berhasil memisahkan diri dari wilayah Jawa Barat. Apabila dihitung mundur, Banten ini masih belum lama berdiri. Bahkan ada beberapa kebudayaan yang masih terbawa dengan provinsi Jabar. Hal ini bisa dilihat dari keberagaman pakaian adat Banten yang bervariasi, mulai dari Pangsi, Pengantin, sampai dengan Pakaian adat Suku Baduy Luar dan Dalam. Untuk lebih lanjut, yuk simak ulasan baju adat berikut!

1. Pakaian Adat Pangsi

Pakaian Adat Pangsi
Image Credit: Twitter.com @bwinsandi3

Mengingat Banten pernah menjadi bagian dari Jawa Barat, maka kebudayaan dari masyarakatnya terbilang cukup mirip dengan daerah Jabar. Hal ini terjadi karena banyaknya masyarakat pendatang dari luar daerah provinsi Banten. Salah satu kebudayaan Banten yang terkena pengaruh dengan kebudayaan daerah lain bisa dilihat dari pakaian adatnya.

Namun meskipun begitu, kebudayaan masyarakat Banten masih memiliki ciri khas khusus jika dilihat mendetail. Setidaknya, Anda akan menemukan lima kategori baju adat. Salah satu yang terbilang cukup populer di kalangan masyarakat Banten adalah pakaian adat Pangsi. Pakaian yang satu ini memiliki ciri khas tersendiri dan cukup unik.

Awalnya, pakaian ini memang cukup menjadi favorit bagi para masyarakat Sunda sebagai pakaian asli Jawa Barat. Namun dengan berkembangnya wilayah Banten, maka pakaian Pangsi menjadi salah satu bagian dari pakaian adat yang ada di di dalam kehidupan para masyarakat Banten untuk melakukan aktivitas sehari hari.

Tak hanya berfungsi sebagai pakaian yang dapat digunakan dalam kegiatan harian, pakaian adat Pangsi juga dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya, saja dikenakan pada saat seseorang mengikuti latihan silat tradisional. Hal ini merupakan adat yang paling sering dilakukan oleh masyarakat Banten.

Pakaian Pangsi
Image Credit: Kompas.com

Untuk pemakaian baju adat Pangsi ini tidak bisa sembarangan. Pasalnya, ini menjadi salah satu baju adat yang dibuat secara khusus bagi kaum laki laki saja. Selain pakaian yang hanya bisa dikenakan oleh para pria, pakaian yang satu ini ternyata memiliki arti yang cukup unik. Sehingga, banyak orang yang cukup tertarik dengan pakaian Pangsi.

Nama dari baju pangsi ini ternyata berasal dari sebuah singkatan atau akronim frasa Sunda. Jika ditelisik lebih dalam, pakaian adat Pangsi ini merupakan singkatan dari Pangeusi Numpang ka Sisi. Ini memiliki arti yang cukup berhubungan sekali dengan pakaian tersebut yaitu baju yang dapat menutupi badan.

Bagi Anda yang penasaran dengan pakaian Pangsi, maka bisa mengetahuinya dari susunan pakaian. Ini terdiri dari tiga susunan, mulai dari Samping, Tangtung, sampai dengan Nangtung. Setiap lapisan pakaian ini memiliki cara penggunaan yang cukup berbeda secara signifikan. Sehingga, membutuhkan kebiasaan untuk mengenakan baju adat Pangsi Banten.

Untuk pemakaian baju adat Pangsi ini, maka Anda harus melilitkan dan menumpang pakaian ini. Bisa dikatakan penggunaan pakaian ini seperti saat seseorang sedang mengenakan sarung. Mengingat pemakaiannya membutuhkan teknik khusus, tak jarang jika baju ini digunakan di acara acara tertentu, seperti acara adat, dan lain sebagainya.

2. Pakaian Adat Pengantin

Pakaian Adat Pengantin
Image Credit: Goodminds.id

Beralih ke pakaian lainnya, Anda bisa menemukan baju adat Banten Pengantin. Sesuai namanya, pakaian ini dikhususkan untuk digunakan pada acara pernikahan. Jika dilihat dari motif dan juga modelnya, pakaian ini hampir mirip dengan baju adat Sunda yang ada di Jawa Barat. Hal ini memang tak mengherankan, mengingat Banten pernah menjadi bagian dari Jabar.

Kemiripannya hampir tak memiliki perbedaan jauh dari segi motif, desain, corak, warna, sampai dengan model bajunya. Kemiripan yang ada pada pakaian adat antara Sunda dan Banten tersebut, dipengaruhi oleh kebudayaan Sunda yang lebih dominan. Sehingga, sering kali banyak orang yang cukup bingung untuk membedakan keduanya.

Kalau Anda ingin tahu bagaimana desain pada baju adat pengantin ini, maka bisa dideskripsikan cukup mudah. Sebab, pakaian yang satu ini memiliki desain yang mewah dan elegan. Ditambah lagi dengan warna dan motif yang begitu elok, tentu menambah kesan tersendiri. Karena alasan tersebut, pakaian ini akan dikenakan dalam momen atau acara yang istimewa.

Selain memiliki ciri khas dari desainnya, ternyata pakaian adat pengantin ini juga dilengkapi dengan perlengkapan aksesoris yang cukup unik. Bahkan untuk pria dan wanita memiliki aksesoris yang beda. Sehingga, inilah yang membuat baju adat ini menjadi unik dan tidak bisa ditemukan seperti pakaian daerah lainnya.

Pakaian Pengantin
Image Credit: Instagram.com @sriammorwedding

Untuk perlengkapan serta aksesoris yang harus ada pada pakaian adat pengantin pria meliputi beberapa hal. Misalnya saja ikat pinggang atau sabuk yang terbuat dari bahan kain batik. Umumnya, perlengkapan ini diikuti dengan motif yang serupa. Selain itu, ada juga pakaian atasan seperti baju koko dengan desain kerah di bagian lehernya.

Untuk bagian bawahnya, ada kain dengan model samping yang cukup unik. Sebagai tambahan aksesoris, pria yang mengenakan pakaian ini harus menggunakan penutup kepala, selop, dan juga senjata keris atau golok. Sederet perlengkapan tersebut harus dikenakan pria ketika melangsungkan acara khusus.

Sementara itu, perlengkapan dan aksesoris untuk baju adat Banten perempuan bisa dikatakan lebih rumit. Untuk pakaian atasan, maka harus menggunakan pakaian berupa baju kebaya. Kemudian di bagian bawah menggunakan kain samping dan batik. Tak berhenti sampai disitu saja, ada juga selendang yang harus digunakan dengan cara diselempangkan ke bahu.

Sebagai pelengkap, ada juga penutup kepala yang dibuat khusus untuk perempuan. Namun, penutup kepala ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Pasalnya, penutup kepala ini terdiri atas Kembang Goyang berwarna keemasan. Anda juga akan menemukan susunan dari bunga melati yang kemudian diletakkan di bagian sanggul.

3. Pakaian Adat Suku Baduy

Pakaian Adat Suku Baduy
Image Credit: Ensiklopebanten.wordpress.com

Selanjutnya terdapat pakaian tradisional Banten yang berasal dari Suku Baduy, atau lebih dikenal dengan penghuni asli wilayah Banten. Suku Baduy ini menjadi masyarakat yang terkenal dengan suku asli di wilayah yang satu ini. Menjadi penduduk lokal, Suku Baduy memiliki sisi keunikan yang terbilang cukup menarik dan unik untuk dibahas.

Keunikannya tersebut bisa terlihat dari sifat Suku Baduy yang tak bisa disamakan dengan masyarakat lainnya. Sebab, masyarakat suku Baduy sangat menjunjung tinggi nilai nilai adat dan istiadatnya. Bisa dikatakan suku ini sangat menutup diri dari pengaruh pengaruh luar yang cukup signifikan. Misalnya saja seperti perkembangan zaman serta kemajuan teknologi.

Sebagai informasi, Suku Baduy ini terbagi menjadi dua kelompok yang berbeda yaitu Suku Baduy Luar dan Suku Baduy Dalam. Kedua sekte suku ini memiliki perbedaan yang cukup besar. Ini bisa dilihat dari sikap Suku Baduy Dalam yang tidak pernah menerima dan menolak mentah mentah untuk berinteraksi dengan masyarakat luar daerah.

Pakaian Suku Baduy
Image Credit: Budayanesia.com

Sedangkan untuk Suku Baduy Luar, bisa dikatakan masih cukup toleran kepada budaya dan perkembangan yang ada. Pasalnya, suku yang satu ini masih menerima dan mau berinteraksi dengan masyarakat dari luar suku mereka. Namun perlu diketahui, interaksi tersebut juga tetap memiliki batasan tertentu.

Dengan adanya perbedaan tersebut, dua macam Suku Baduy juga memiliki ciri khas tersendiri dalam beberapa hal. Salah satu perbedaan yang paling mencolok yaitu dalam masalah pakaian adat. Sehingga, Anda bisa mengidentifikasi lebih jelas mengenai baju adat dari kedua suku tersebut.

4. Pakaian Adat Suku Baduy Luar

Pakaian Adat Suku Baduy Luar
Image Credit: Facebook.com @mulyononasinah

Pakaian tradisional dari Suku Baduy Luar memiliki nama yang cukup unik yaitu Baju Kampret. Penyebutan unik ini ternyata memiliki arti yang menarik yaitu Kelelawar. Pasalnya, desain dari baju adat Suku Baduy Luar memiliki karakteristik yang menonjol dari warna hitam dengan tampilannya yang bisa dikatakan cukup dinamis dan elegan.

Pada pakaian adat ini, desainnya terbilang sudah lebih unggul jika dibandingkan dengan Suku Baduy Dalam. Hal ini karena proses dari produksi baju adat ini menggunakan alat jauh lebih canggih. Misalnya saja, pakaian sudah dibuat dengan kancing, kantong, sampai dengan penggunaan jahitan mesin.

Pakaian Suku Baduy Luar
Image Credit: Guratgarut.com

Selain itu, dari segi bahan untuk membuat pakaian adat ini juga lebih bebas dan bervariasi. Para masyarakat suku ini tak harus menggunakan bahan dari kapas murni saja, sehingga desain dan model tampak lebih bervariasi. Sehingga, Anda bisa mengidentifikasi mana suku Baduy Luar maupun suku Baduy Dalam.

Selain itu, ada juga cara untuk membedakan orang Suku Baduy Luar dengan orang Suku Baduy Dalam lebih mudah. Caranya yaitu dengan melihat ikat kepala yang digunakan oleh kedua suku tersebut. Ikat kepala yang biasa dikenakan Suku Baduy Luar memiliki ciri ciri dengan warna biru tua serta motif batik. Sebaliknya, Suku Baduy mempunyai karakteristik warna putih.

5. Pakaian Adat Suku Baduy Dalam

Pakaian Adat Suku Baduy Dalam
Image Credit: Twitter.com @gnfi

Pakaian adat dari Banten lainnya yang menjadi ciri khas dari provinsi yang satu ini yaitu Suku Baduy Dalam. Perlu diketahui, pakaian ini memiliki dua jenis baju yang berbeda yaitu untuk perempuan dan laki laki. Untuk membedakan mana pakaian adat yang harus digunakan, maka ada istilah penyebutan antara keduanya.

Untuk baju adat perempuan diberi nama Jamang Sangsang. Jika ditanya cara untuk mengenakan pakaian ini, maka harus digunakan dengan cara menggantungkan ke arah badan. Agar mendapatkan desain yang diinginkan, bahan dasar untuk membuat pakaian adat ini memanfaatkan pintalan kapas asli dari hasil tani dari hutan.

Selanjutnya, pintalan dari kapas ini diolah sedemikian rupa dan para pengrajin akan menjahitnya secara manual. Dengan ketelitian dan kejelian yang cukup mendetail, maka menghasilkan pakaian adat yang cukup unik dan tidak bisa ditemukan di daerah lainnya. Sebab, pakaian ini merupakan ciri khas dari suku Baduy Dalam.

Pakaian Adat Baduy Dalam
Image Credit: Kompas.com

Sedangkan untuk desain pakaian ini bagi kaum laki laki dibuat dengan warna putih. Warna tersebut melambangkan beberapa simbol, salah satunya yaitu kesucian dari suku ini yang tak akan terpengaruh dengan budaya luar. Hal ini berbeda dengan khusus buat kaum perempuan yang dibuat dengan warna biru ketuaan.

Jika dilihat secara keseluruhan, maka Anda bisa membedakan mana pakaian adat yang khusus buat kaum perempuan dan laki lakI. Pasalnya, baju adat Suku Baduy Dalam ini memiliki panjang mulai dari dada hingga tumit. Biasanya, kaum perempuan menggunakan pakaian adat tersebut untuk beraktivitas sehari hari.

Itulah beberapa informasi yang bisa Anda tahu mengenai pakaian adat tradisional Banten. Selain baju ikonik dari Suku Baduy Luar dan Dalam, ternyata ada banyak baju adat yang menjadi populer di kalangan masyarakat Banten. Misalnya saja baju Pangsi dan juga Pengantin. Masing masing pakaian tersebut memiliki perbedaan dan ciri khas yang unik.