Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional Tertua di Jogja

Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional Tertua di Jogja

Pasar Beringharjo termasuk ikon wisata belanja di Yogyakarta dan pasar tertua dengan nilai historis yang menarik diekplor. Pasar tradisional ini menyediakan berbagai kebutuhan, termasuk menjadi pusat oleh-oleh khas Jogja.

Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 08:30-21:00, Alamat: Jl. Margo Mulyo No.16, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta; Map: Cek Lokasi

Kota Jogja memiliki keunikan tersendiri sehingga sering membuat para wisatawan ingin datang lagi ke tempat tersebut. Tak hanya keelokan wisata alam dan budaya, tempat ini juga memiliki tempat menarik yang menyajikan oleh-oleh layaknya Pasar Beringharjo. Pasalnya pasar ini memiliki ciri khas yang dapat membawa Anda pada masa kolonial. Anda penasaran? Yuk intip pesona yang dimiliki oleh pasar tradisional ini.

Sejarah Singkat Pasar Beringharjo

Image Credit: Instagram.com @muh_rizalfy

Pasar Beringharjo yang banyak dikenal oleh berbagai kalangan memiliki nilai historis dan filosofis yang tidak terlepas dari Keraton Yogyakarta. Istilah beringharjo yang digunakan sebagai nama tempat ini memiliki makna harfiah pohon beringin. Lazimnya pohon tersebut sangat diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Yogyakarta.

Keberadaan pasar tradisional ini sebelum ada Keraton Yogyakarta merupakan hutan beringin yang memiliki kesan anger. Namun, pembangunan keraton yang dilakukan pada tahun 1756 menghadirkan wilayah tersebut menjadi salah satu pusat ekonomi yang melahirkan transaksi jual beli. Perkembangan transaksi jual beli yang terjadi di tempat ini mulai berkembang sejak tahun 1758.

Kegiatan ekonomi yang semakin lancar menjadikan pihak keraton ingin mendirikan pasar di tempat tersebut. Bahkan, pihak keraton telah menugaskan perusahaan Beton Hindia Belanda atau dikenal dengan Nederlandsch Indisch Beton Maatschappij untuk membangun 11 kios. Pembangunan tersebut akhirnya dilakukan pada tanggal 24 Maret 1925 hingga akhir Agustus 1925.

Peresmian nama Pasar Beringharjo dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII pada tanggal 24 Maret 1929. Beringharjo terdiri dari dua kata , yaitu bering yang berarti beringin dan harjo yang berarti kesejahteraan. Pasalnya pohon beringin merupakan salah satu simbol kebesaran dan pengayoman bagi banyak orang.

Kehadiran nilai historis dan filosofis yang dimiliki oleh pasar ini karena telah ikut andil dalam melewati 3 fase, yaitu masa kerajaan, penjajahan dan kemerdekaan. Pasar ini bahkan termasuk salah satu bagian rancang pola tata kota kesultanan yang disebut Catur tunggal. Pola tata kota kesultanan tersebut terdiri dari pusat pemerintahan, pusat ekonomi, empat ibadah dan ruang publik.

Seiring dengan perkembangannya, pola tata kota tersebut akhirnya menghadirkan masjid dan alun-alun kota sebagai tambahan keraton dan pasar yang ada disekitarnya. Perkembangan pola tata kota tersebut bahkan dapat melahirkan interaksi antara masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat sebagaimana harapan Sri Sultan Hamengku Buwono VII ketika pembangunan pasar.

Menariknya, Pasar Beringharjo selalu menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi hingga saat ini. Pasar ini bahkan tetap hidup dan bekerja dari pagi hingga malam. Lazimnya, kondisi ini dapat terjadi karena kegiatan ritel yang dijalankan mencerminkan budaya jawa, meliputi memberikan kepuasan, gotong royong, menghormati sesepuh, sopan dan menghormati orang lain.

BACA JUGA:  Sindu Kusuma Edupark, Destinasi Rekreasi Seru di Jogja

Bentuk Struktur Bangunan Pasar Beringharjo

Bentuk Struktur Bangunan Pasar Beringharjo

Image Credit: Instagram.com @sukatripjogja

Pasar Beringharjo memiliki ciri khas penggunaan perpaduan arsitektur kolonial Belanda dan tradisional Jawa. Bentuk struktur bangunan ini termasuk bangunan yang megah karena memiliki 2 lantai dan 3 lantai secara terpisah. Bangunan yang memiliki 2 lantai terletak di barat sebagai bangunan utama. Sedangkan bangunan yang memiliki 3 lantai berada di bagian timur.

Pintu utama dari bangunan ini terletak di bagian barat. Pintu utama yang dimiliki pasar tertua ini memiliki ciri khas kolonial Belanda dan dipadukan dengan tulisan nama Pasar Beringharjo menggunakan aksara jawa dan aksara latin. Bentuk bangunan dan aktivitas yang terjadi bahkan menjadikan tempat ini sebagai pusat perdagangan, tempat bersejarah dan tujuan wisata.

Pasar ini juga diimbangi dengan ruangan yang berfungsi sebagai kantor pengelola pasar. Ruangan ini berada di sisi kanan dan kiri pintu utama dengan ukuran 2,5×3,5 meter. Menariknya, pintu utama yang dihadirkan di pasar ini dapat menghubungkan langsung jalan utama pasar yang sengaja dibentuk secara lurus dari arah barat hingga ke timur.

Jalan utama yang dihadirkan dalam pasar ini memiliki ukuran 2 meter dan bentuk los-los terbuka di bagian sisi kanan dan kiri. Pintu utama yang mengarahkan pada jalan utama ini bahkan memiliki ukuran yang berbeda dengan pintu lainnya. Anda bahkan bisa melihat bentuk pintu lain seperti pintu pada bagian timur, utara dan selatan dengan ukuran yang lebih kecil.

Daya Tarik yang Dimiliki Pasar Beringharjo

Daya Tarik Pasar Beringharjo

Image Credit: Instagram.com @khanaphie_frgs

Pasar Beringharjo merupakan pasar yang telah berjalan puluhan tahun lamanya. Tak ayal jika pasar ini menjadi salah satu rujukan yang sering dikunjungi masyarakat. Begitu pula, tempat ini juga menyediakan berbagai kebutuhan yang sering dicari oleh masyarakat. Terdapat koleksi batik, rempah-rempah, barang antik dan beberapa jajanan khas yogyakarta.

Koleksi batik yang dihadirkan di pasar ini terdiri dari berbagai corak yang telah dijadikan sebagai pakaian maupun dalam wujud kain. Anda bahkan bisa memilih berbagai bahan yang menarik seperti bahan katun hingga sutra dengan harga yang bersaing. Anda bahkan bisa menemukan pakaian dengan harga puluhan ribu hingga ratusan ribu di tempat ini.

Lazimnya koleksi batik yang dihadirkan di Pasar Beringharjo sangat mudah Anda temukan di dalam pasar bagian barat. Meski demikian, Anda juga dapat menemukan berbagai jenis pakaian lain seperti sarung tenun, sarung batik, baju surjan dan blangkon. Tempat ini bahkan juga menyediakan tas maupun sandal yang berada di sekitar eskalator bagian barat.

BACA JUGA:  Pantai Trisik, Objek Wisata Pantai yang Memesona di Kulon Progo

Jika Anda mencari rempah-rempah atau bahan jamu jawa, cobalah berjalan ke dalam pasar area timur. Terdapat beberapa bahan tradisional rempah seperti kunyit, temulawak, jahe, kayu manis dan lainnya di tempat ini. Berbagai bahan tersebut bahkan dapat digunakan untuk membuat minuman ronde, wedang jahe, teh dan pengganti bubuk coklat pada cappucino.

Anda juga bisa menemukan berbagai barang antik yang dijual di pasar ini. Barang antik tahun 1960-an maupun barang bekas impor sangat mudah ditemukan di tempat ini. Lazimnya Anda perlu perjalan ke lantau 3 bagian timur untuk mendapatkan beberapa jenis barang ini. Terdapat mesin ketik tua, helm tua hingga sepatu maupun tas yang masih bagus dengan harga yang murah.

Pasar Beringharjo juga memiliki tempat terkenal yang sering dikenal dengan kawasan lor pasar atau kampung pecinan. Tempat ini menyediakan kaset lama yang menerbitkan musisi tahun 1950-an. Anda bahkan bisa menemukan berbagai kerajinan logam patung Budha dengan berbagai posisi. Uang lama dari berbagai negara juga bisa Anda dapatkan di tempat ini.

Selain itu, Anda juga bisa menikmati berbagai aneka jajanan di tempat ini. Jajanan pasar, makanan berat, minuman hingga berbagai jajanan untuk dijadikan oleh-oleh dapat Anda miliki dengan mudah. Jajanan yang dikemas dengan cara tradisional bahkan dapat Anda tawar untuk mendapatkan harga yang sangat terjangkau.

Daya Tarik Pasar Beringharjo Jogja

Image Credit: Instagram.com @malioboro_insta

Salah satu makanan khas mengenyangkan yang bisa Anda nikmati di tempat ini adalah pecel urap. Makanan ini bahkan disajikan dengan mangkuk yang terbuat dari daun pisang atau biasa disebut pincuk. Terdapat beberapa sayuran untuk membuat pecel tersebut seperti sawi, bayam, tauge dan bumbu kacang. Makanan ini bahkan sangat nikmat dicicipi dengan makanan pelengkap tahu dan tempe.

Anda juga bisa mencicipi jajanan tradisional unik di tempat ini seperti kue kipo. Kue ini dibuat dengan bahan tepung ketan yang dipadukan dengan unti kecil. Makanan unik ini bahkan dihadirkan dengan bentuk kecil-kecil yang dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat.

Anda juga bisa mencicipi makanan tradisional lain seperti mendut dan mega mendung. Mendut terbuat dari bahan ketan dengan warna merah hijau yang disajikan dengan kuah santan. Sedangkan mega mendung merupakan makanan kecil dari hunkwe dengan ciri khas berwarna putih dan biru. Anda bahkan bisa menemukan berbagai jajanan tradisional lain di tempat ini.

Selain jajanan tradisional, Pasar Beringharjo juga menyediakan aneka minuman tradisional seperti es cendol dan es kelapa muda. Es cendol yang dihadirkan di tempat ini memiliki isian cendol putih dan campuran cincau. Anda bahkan bisa menikmati es kelapa muda yang segar dengan perpaduan sirup gula jawa.

BACA JUGA:  Indahnya Pantai Drini, Tujuan Favorit Pecinta Snorkling di Gunung Kidul Jogja

Berkunjung ke Kota Yogyakarta memang kurang lengkap jika tidak membawa oleh-oleh. Tentunya, bakpia merupakan salah satu oleh-oleh khas yang banyak diminati. Kuliner legendaris yang sudah banyak diminati sejak tahun 1930-an ini memiliki isian kacang hijau. Anda bahkan bisa menemukan berbagai varian rasa lain bakpia pathok yang sangat lezat.

Begitu pula, Anda juga bisa membeli brem bulat khas daerah ini. Makanan ini terbuat dari air tape ketan yang difermentasikan. Kemudian, air tape ketan tersebut perlu diendapkan selama sehari semalam. Brem bulat khas Jogja bahkan memiliki rasa yang lembut dan unik karena dapat langsung meleleh dan lenyap ketika dimasukkan ke mulut.

Anda juga bisa membawa jajanan khas krasikan yang bisa Anda dapatkan di Pasar Beringharjo. Jajanan yang memiliki bentuk hampir sama dengan dodol ini memiliki tekstur yang lebih kenyal dan kasar. Lazimnya makanan ini terbuat dari bahan beras ketan yang dicampur dengan gula jawa dan santan. Kemudian, adonan tersebut akan disangrai hingga berubah warna.

Lokasi dan Fasilitas yang Tersedia di Pasar Beringharjo

Lokasi di Pasar Beringharjo

Image Credit: Instagram.com @malioboro_insta

Pasar yang dijadikan sebagai salah satu pusat ekonomi Kota Yogyakarta memiliki fasilitas lengkap yang tidak bisa diragukan lagi. Pasar yang terletak di Jl. Margo Mulyo No. 16, Ngupasan Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Anda bahkan bisa mengunjungi tempat ini menggunakan kendaraan umum maupun pribadi.

Letak pasar yang berada di pusat kota ini berada di sebelah selatan Jalan Malioboro yang sering dijadikan sebagai tempat estetik untuk berfoto dan di sebelah utara Benteng Vredeburg. Anda bahkan tidak perlu khawatir akan fasilitas umum karena terdapat tempat parkir, toilet, tempat sampah, petugas umum dan papan informasi. Menariknya, tempat ini juga menyediakan tempat duduk untuk umum.

Untuk mengunjungi tempat ini, Anda sebaiknya memilih waktu pagi hingga sore hari. Pasar Beringharjo Jogja pada dasarnya resmi tutup pada pukul 17.00 WIB. Meski demikian, tempat ini masih ramai pedagang hingga lewat tengah malam. Terdapat berbagai makanan tradisional yang sering menjajakan dagangannya di depan tempat ini.

Anda bahkan bisa menikmati berbagai makanan khas seperti martabak, klepon, gudeg maupun kikil. Suasana Kota Yogyakarta yang menyenangkan dipadu dengan tempat duduk umum di samping jalan dapat digunakan untuk jalan-jalan santai. Anda bahkan bisa menikmati musik tradisional jawa yang diputar sembari bercerita dengan penjual yang ramah.

Kota Yogyakarta memang memiliki keunikan tersendiri sehingga banyak diminati wisatawan. Pasar Beringharjo sebagai salah satu pusat ekonomi yang telah berjalan puluhan tahun juga sering menjadi tempat yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke kota ini. Selain berwisata, Anda bisa berbelanja di tempat ini.