Menelisik Legenda & Mitos Dibalik Keindahan Telaga Remis di Kuningan

Lokasi: Kaduela, Kec. Pasawahan, Kab. Kuningan.
MapCek Lokasi

Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya tidak asing dengan legenda dan juga mitos yang berkembang di sebuah wilayah tertentu. Hal inilah yang membuat beberapa tempat menjadi lebih unik karena kehadirannya. Begitu juga dengan Telaga Remis, dimana di balik keindahannya menyimpan legenda dan juga mitos yang berkembang. Untuk mengetahui legenda maupun mitos di balik keindahannya, yuk simak ulasan berikut ini.

Daya Tarik Telaga Remis di Kuningan

Daya Tarik Telaga Remis di Kuningan

Image Credit: Indonesiakaya.com

Begitu Anda menginjakkan kaki di Telaga ini, Anda akan merasakan suasana yang asri dan tenang. Yang membuat tempat ini begitu indah karena memiliki pepohonan pinus sehingga semakin membuat udaranya menyejukkan. Tumbuh dengan liar, membuat pohon pinus yang ada memiliki tinggi dan juga bentuk yang alami. Kawasannya juga terbilang luas, yakni keseluruhan lahannya mencapai 13 ha dan 3,25 ha nya merupakan danau.

Telaga Remis berada di daerah Dea Kaduela, Kec. Mandirancan, Kuningan, Jawa Barat. Tempat ini sangat cocok untuk Anda yang ingin menenangkan pikiran dengan udara sejuk yang pasti bisa menghempaskan penat anda. Jaraknya juga tidak terlalu jauh, Anda hanya perlu menempuh sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Kuningan. Selain menikmati ketenangan dan keindahan pemandangan Anda juga bisa menjajal wahana yang ada.

Seperti sepeda air yang nantinya bisa membuat Anda bisa mengitari telaga yang memiliki air jernih ini. Anda yang gemar memancing juga bisa mencoba keberuntungan. Ada banyak spesies ikan yang ada dan bisa Anda bawa pulang. Fasilitas yang disediakan juga terbilang lengkap. Mulai dari toilet hingga warung makan yang menjual makanan khas Jawa Barat. Kegiatan yang bisa dilakukan juga bermacam macam mulai dari tracking, camping hingga berswafoto.

BACA JUGA:  Taman Wisata Matahari, Destinasi Keluarga Favorit di Bogor

Legenda & Mitos Telaga Remis

Legenda & Mitos Telaga Remis

Image Credit: Arocki.com

Tak lengkap rasanya jika membahas keindahan Telaga Remis tanpa membahas cerita yang berkembang. Mengingat telaga cantik ini sangat erat kaitannya dengan sejarah Kesultanan Cirebon. Sebelum menuju ke cerita tersebut, nama Telaga Remis di ambil dari Remis yang merupakan hewan yang memiliki habitat di sekitar telaga.Hewan ini sejenis dengan kerang air tawar yang hingga kini bisa ditemui di daerah telaga. Dan mendikan telaga ini diberi nama Telaga Remis.

Yang paling populer untuk mengaitkan asal usul telaga ini adalah dari kisah pangeran Keraton Cirebon dan air matanya. Menurut legenda tersebut, telaga ini terbentuk dari air mata Pangeran Keraton Cirebon yang dikenal dengan Pengeran Selingsingan. Karena menangis tak berhenti akhirnya air matanya berubah menjadi danau. Cerita ini dimulai ketika  pemimpin Keraton Cirebon mengutus Pangeran untuk memimpin penolakan upeti dari kerajaan Mataram

Saat diperjalanan,tiba tiba Pangeran Selingsing dan juga pasukannya diserang oleh pasukan Mataram. Yang pada saat itu di pimpin oleh Pangeran Purabaya. Karena penyerangan tersebut akhirnya kedua belah kubu melakukan peperangan di Kaki Gunung Slamet. Pengeran Selingsing yang tidak bisa menandingi pasukan dari Mataram mengirim pesan kepada Sultan Mantangaji. Dari surat tersebut mengirim Elang Sutajaya untuk membantu pangeran.

Elang Sutaya merupakan menantu dari Sultan Mantangaji yang memiliki kesaktian. Pangeran Selingsingan dan Elang Sutajaya akhirnya kembali berperang dengan Pengeran Purabaya. Pangeran Purabaya yang tak bisa menandingi meminta ampunan pada Elang Sutajaya. Pangeran Purabaya mengatakan jika ia hanyalah seorang muslim biasa. Namun Elang Sutaya tidak menghiraukan karena menurutnya muslim yang baik tidak melakukan kekerasan.

Dari nasihat yang diberikan oleh Elang Sutajaya kepada Pangeran Purabaya tersebut membuat Pangeran Selingsing menangis. Ia menangis tidak berhenti apalagi saat Elang Sutajaya memandanginya. Hingga kemudian air matanya berubah menjadi danau. Sementara Pangeran Purabaya berubah menjadi kura kura. Hingga kini cerita ini dipercaya secara turun temurun dan beredar hingga saat ini.

BACA JUGA:  Jembatan Gantung Situ Gunung, Wisata Ikonik di Sukabumi

Beberapa cerita yang beredar memiliki alur cerita yang berbeda namun dengan tokoh yang sama. Ada yang percaya jika peperangan yang terjadi tidak ada habisnya membuat pangeran Selingsingan menangis tidak berhenti. Terdapat juga masyarakat yang percaya jika Telaga ini merupakan sisa embun di Kisah Prabu Siliwangi. Karena menganggap jika nama Remis dari kata Reumis yang dalam bahasa Sunda berarti tetesan embun.

Mitos Telaga Remis

Image Credit: Fauziprima.blogspot.com

Terdapat juga legenda lain yang mengatakan jika Telaga ini berkaitan dengan sejarah Sultan Giri Laya, yang merupakan sultan berkuasa di Cirebon. Sang Sultan memiliki puteri cantik yang bernama Ratna Pandang Kuning yang merupakan penerus tahta. Sang putri yang cantik membuat beberapa orang datang untuk meminangnya, namun beberapa kali ditolaknya. Sang sultan sendiri ingin sang puteri menikah dengan Elang Drajat.

Namun cerita satu ini juga dilanjutkan dengan cerita yang sebelumnya. Dimana Elang membantu pangeran Cirebon untuk berperang. Elang jugalah yang akhirnya menikahi sang putri karena Elang orang yang sakti mandraguna. Bagaimanapun legenda yang berkembang hingga saat ini tetap akan menambah nilai suatu tempat. Membuat Indonesia semakin kaya akan hadirnya cerita cerita semacam ini.

Tak hanya legenda yang dipercaya hingga kini, ada juga mitos mitos yang terbentuk dan berkaitan dengan Telaga yang indah. Salah satunya yang paling populer adalah larangan untuk berpacaran ketika mengunjungi Telaga ini. Menurut mitos jika melanggarnya maka jalinan kisahnya bisa putus setelah mereka mengunjungi Telaga ini. Hal ini karena Telaga Remis merupakan simbol dari kerendahhatian pangeran muslim.

Untuk itu dianggap pantang jika menodai kerendahatiannya dengan cara digunakan untuk pacaran. Dan air mata sendiri juga bisa menjadi simbol yang meyakini akan jadi dampak siapapun yang melanggarnya. Mitos ini memang masih ada juga yang percaya hingga saat ini. Namun untuk keindahan dari telaga remis ini bukanlah mitos belaka. Keindahannya begitu nyata hingga menarik perhatian banyak orang untuk mendatanginya.

BACA JUGA:  Goa Sunyaragi, Situs Sejarah Menarik & Sarat Mitos di Cirebon

Selain mitos soal larangan berpacaran, banyak juga yang mengaitkan dengan pesugihan. Pesugihan yang dipercaya di tempat ini adalah pesugihan putih yang nantinya tidak akan memakan tumbal. Hanya perlu untuk menuruti serangkaian hal hal yang harus dilakukan. Namun perlu diingat jika pesugihan pesugihan apapun bentuknya tentunya bukanlah hal yang baik. Alangkah baiknya jika bekerja keras untuk mendapatkan apapun yang diinginkan.

Harga Tiket Masuk Telaga Remis Kuningan

Harga Tiket Masuk Telaga Remis Kuningan

Image Credit: Triptrus.com

Di samping legenda dan mitos yang berkembang, tempat satu ini memang dijadikan sebagai tempat wisata. Bagi Anda yang ingin mengunjunginya, Anda tak perlu merogoh kocek yang dalam. Anda hanya perlu membayar tiket sekitar Rp. 7.500 untuk menikmati keindahannya. Selain membayar tiket masuk Anda juga perlu untuk membayar biaya parkir untuk kendaraan anda. Wisata satu ini masih masuk jajaran wisata yang terjangkau.

Setiap tempat di Indonesia memang rata rata memiliki legenda dan juga mitos yang beredar. Begitu juga dengan Telaga Remis Kuningan, Jawa Barat ini. Terlepas dari mitos maupun legendanya, telaga ini tetap menawan dan memiliki keindahan yang harus Anda singgahi. Terutama untuk Anda yang membutuhkan ketenangan dan juga pemandangan yang dijamin akan membuat indera Anda termanjakan.