Taman Bungkul, Taman Wisata Kota yang Asri di Surabaya

Taman Bungkul, Taman Wisata Kota yang Asri di Surabay

Taman Bungkul merupakan ruang terbuka hijau di tengah kota Surabaya yang berfungsi sebagai hutan kota untuk menyerap polusi udara dan wisata hiburan rakyat. Memiliki banyak jenis tamanan dan fasilitas pendukung, seperti amphitheater, jogging track, playground, kolam, dan air mancur.

Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Taman Bungkul, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur; Map: Cek Lokasi

Menyandang kota metropolitan kedua setelah Jakarta, tak heran bila Surabaya kini dipenuhi gedung-gedung tinggi. Namun dibalik megahnya kota terdapat sejumlah tempat rekreasi nyaman dan ramah kantong. Salah satunya Taman Bungkul yang menjadi kebanggaan warga Surabaya. Beragam fasilitas untuk refreshing tersedia disini, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sekilas Tentang Taman Kota Bungkul

Tentang Taman Kota Bungkul

Image Credit: Google Maps (Ari Nur Rahman)

Taman rekreasi ini berhasil menyabet banyak penghargaan bergengsi. Hingga sekarang menyandang gelar sebagai taman terbaik se-Asia Tenggara. Dibangun di atas lahan seluas 900 meter persegi dan berada di tengah kota. Dahulunya sekitar tahun 1400an area taman merupakan pemukiman Bungkul. Pusatnya di sekitar Kalimas dan dipenuhi areal sawah serta pohon rimbun.

Desa Bungkul dulu merupakan kawasan terkenal, karena tokoh spiritual tersohor bernama Ki Ageng Supo tinggal disitu. Beliau adalah seorang ulama yang masih memiliki garis keturunan dengan Kerajaan Majapahit. Kehadiran beliau sangat berpengaruh terhadap perkembangan agama Islam di Jawa Timur. Paling santer di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Itulah mengapa Ki Ageng Supo dianugerahi gelar Mbah Bungkul atau Sunan Bungkul. Sebab perannya cukup penting terhadap perkembangan kota Surabaya. Untuk menghormati jasa beliau Anda bisa ziarah ke makamnya yang terletak di belakang Taman Bungkul. Letaknya di Jalan Darmo dan menjadi daya tarik tersendiri. Bukannya terkesan mistis justru dijadikan spot wisata religi.

Taman Bungkul sendiri telah mengalami revitalisasi beberapa kali. Pada tahun 2005 taman diperbaiki besar-besar dengan dana sekitar 1,3 milyar rupiah. Dana tersebut diperoleh dari bujet CSR Telkom. Kemudian diresmikan pada Maret 2007, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti Taman Kota Bungkul serta penanaman pohon sawo kecik.

Revitalisasi kedua terjadi pada tahun 2014 akibat kerusakan parah di area taman. Hal ini karena insiden pembagian es krim gratis yang merusak ribuan tanaman. Massa yang antusias tanpa sengaja menginjak-injak tanaman. Ada 35 spesies tumbuhan yang rusak dan ditanam kembali di tahun 2014. Sekaligus penanaman spesies tanaman baru dan perbaikan fasilitas.

Daya Tarik yang Dimiliki Taman Bungkul

Daya Tarik Taman Bungkul

Image Credit: Google Maps (Zainal Arifin)

Taman berada di pertengahan kota dan pinggir jalan protokol Jalan Raya Darmo. Lokasinya cukup strategis bila dituju dari arah manapun, terutama arus jalan Surabaya-Malang. Letaknya yang berada di tengah kota menjadikan taman sebagai hutan kota. Tentu saja sedikit banyak mampu mengurangi polusi udara akibat asap kendaraan dan uap pabrik.

BACA JUGA:  Museum De Javasche Bank, Saksi Sejarah Bermulanya Perbankan di Indonesia

Ruang terbuka hijau ini ditanami banyak pohon tinggi yang memayungi kawasan taman. Tak ayal bila hawa yang berhembus sejuk dan suasananya cukup teduh. Diantara pohon-pohon tersebut ada beberapa tanaman bunga yang dibudidayakan. Mulai dari Bintaro Merah, Joklan, Anggur Laut, Pagoda, Pucuk Merah, Siang Malam, Nanas Jepang, hingga Sakura.

Ketika musim bunga bermekaran kawasan taman semakin cantik dan memesona. Apalagi warna-warni bunga mendadak jadi spot utama para wisatawan. Ragamnya tanaman bunga di Taman Bungkul ini pernah menyabet penghargaan bergengsi. Salah satunya Best Asian Park in East Java pada The 2013 Asian Townscape Award tahun 2013 oleh PBB.

Taman rekreasi ini menggabungkan unsur pendidikan, olahraga, budaya, hiburan, dan keagaman. Terbukti dari beragam fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, mulai tempat bersantai untuk keluarga dan area nongkrong bagi anak muda. Lengkapnya akomodasi ini membuat kawasan taman kerap menjadi jujugan untuk menghabiskan waktu senggang.

Di pintu masuk Anda akan menjumpai tulisan Taman Bungkul. Setelahnya terdapat Amphitheater atau panggung hiburan yang terletak di tengah taman. Berbentuk lingkaran dengan diameter 33 meter. Bagian tepi area ini dilengkapi pilar-pilar batu yang berfungsi sebagai tempat duduk penonton. Amphitheater sering digunakan untuk acara pagelaran musik hingga kesenian.

Kalau sedang tidak ada event, amphitheater alih fungsi menjadi wahana bermain anak-anak. Karena diamaternya luas jadi anak-anak leluasa berlarian di area tersebut. Tidak jauh dari amphitheater tersedia area jogging track yang teduh. Jalurnya cukup panjang dan tertata rapi sehingga pengunjung lebih leluasa saat olahraga. Jogging track ini bersisian langsung dengan makam Mbah Bungkul.

Daya Tarik Dimiliki Taman Bungkul

Image Credit: Google Maps (Toopoki Yc)

Bergeser ke sebelah kiri taman terdapat area bermain anak atau playground. Sengaja di desain outdoor dan ramah anak agar si kecil betah menghabiskan waktu disini. Beragam fasilitas permaian disediakan seperti ayunan, perosotan, sampai jungkat-jungkit. Sebagian besar wahana tersebut bewarna cerah dan menarik perhatian, sekaligus terlindung oleh pohon-pohon besar.

Bagi yang hobi bermain skateboard dan sepeda BMX tak perlu khawatir, Taman Bungkul menyediakan arenanya. Fasilitas ini digemari anak-anak muda Surabaya untuk berlatih atau sekedar santai sore. Tak jauh dari area ini terdapat kawasan padang rumput terbuka, yang menjadi sarana resapan air hujan. Sehingga ketika musim hujan, air tidak meluap di sekitar taman dan meminimal banjir.

Kondisi lingkungan taman sangat bersih karena adanya sistem pengelolaan sampah. Terbukti dari tersedianya tempat sampah setiap jarak 5 meter, agar pengunjung mudah membuang sampah. Tempat sampah dibedakan menjadi 4 warna yaitu merah, kuning, hijau, dan biru. Masing-masing warna mempunyai kegunaan sendiri dan nantinya dikelola oleh pariwisata setempat.

BACA JUGA:  35 Tempat Wisata di Kediri Terbaru & Terhits Dikunjungi

Selain jogging track, Taman Bungkul juga mempunyai area pijat refleksi alami berupa batu-batu kecil. Pengunjung bisa berjalan di atas batuan yang tertata rapi ini tanpa alas kaki. Bagian pinggir track ini ada kolam kecil berbentuk lingkaran, serta air mancur yang menyembur setinggi 3 meter. Di sekelilingnya tersedia air mancur kecil yang biasa menjadi tempat bermain air anak-anak.

Menjelang malam hari suasana taman kota ini semakin dipadati pengunjung. Agendanya seputar bersantai menikmati udara malam, atau menonton hiburan live music. Lampu-lampu lampion menyala membuat nuansanya lebih romantis. Anda bisa membawa sang kekasih, keluarga, atau teman-teman kesini sambil mengobrol tentang banyak hal.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi Taman Bungkul

Alamat Taman Bungkul

Image Credit: Google Maps (Fariz Halim Aziz)

Taman tengah kota ini berlokasi di Jalan Taman Bungkul, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Posisinya cukup strategis sehingga mudah ditempuh naik kendaraan pribadi maupun umum. Dari Bandara Juanda waktu tempuhnya sekitar 30 menit. Anda bisa naik bus, taksi, atau kendaraan online. Ambil jalur Surabaya-Malang agar lebih cepat sampai lokasi tujuan.

Ruang terbuka hijau ini buka 24 jam jadi pengunjung bisa datang kapanpun. Tidak ada pagar atau loket tiket yang berjaga di pintu masuk. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk menikmati semua fasilitas disini Anda tidak dikenai biaya masuk alias gratis. Hanya wajib membayar retribusi parkir saja, untuk sepeda motor 3 ribu sedangkan mobil dan kendaraan besar 5 ribu.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Taman Bungkul

Kegiatan di Taman Bungkul

Image Credit: Google Maps (Aan Widariasih)

1. Liburan Bersama Keluarga atau Teman

Taman Bungkul dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang liburan. Area taman juga dilingkupi pepohonan rindang sehingga suasana semakin asri. Tanaman hias tersebar di berbagai sudut taman membuat kawasan ini lebih bewarna. Di tengah taman terdapat kolam dan air mancur, dengan beberapa air mancur kecil di sekelilingnya.

Kondisi taman terkenal ramah lingkungan jadi nyaman untuk berlibur bersama keluarga. Apalagi tersedia taman bermain anak-anak yang pastinya si kecil akan senang. Udara sekitar taman juga cukup sejuk, meski berkunjung saat siang dijamin tidak kepanasan. Anda boleh duduk-duduk lesehan atau di bangku kayu yang tersedia di pinggir taman.

Kalau datang bersama teman juga tak kalah serunya. Karen ataman tidak hanya dikonsep untuk keluarga, tapi bisa untuk anak muda nongkrong. Arena skateboard dan sepeda BMX khusus disediakan untuk kawula muda. Selain itu, ada area cukup luas yang ditanami rumput hijau. Biasanya tempat ini dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mengerjakan tugas kelompok.

BACA JUGA:  15 Wisata Pantai di Trenggalek yang Hits & Populer

Banyaknya fasilitas yang dimiliki merupakan alasan mengapa warga Surabaya betah liburan disini. Belum lagi taman dibuka 24 jam, jadi mau berkunjung pagi atau malam tidak masalah. Paling ramai ketika sore hari tepat saat cuaca sedang cerah. Banyak pengunjung memilih untuk bersantai di taman ini. Sebagian besar ingin melepas penat setelah seharian beraktivitas.

2. Car Free Day

Setiap Minggu pagi kawasan sekitar Taman Bungkul dibuka lebar untuk keperluan Car Free Day. Durasinya 3 jam dimulai pukul 6 pagi dan berakhir jam 9 pagi. Rutinitas tersebut mengundang masyarakat datang dan menikmati indahnya area taman terbuka hijau ini. Biasanya agenda yang rutin diadakan ialah senam pagi, lokasinya di arena panggung hiburan.

Selama car free day, pengunjung bisa melakukan jogging di area jogging track. Disarankan datang agak pagi karena area tersebut kerap diserbu pengunjung. Boleh juga sekedar duduk-duduk santai sambil menghirup udara segar Surabaya. Kalau perut lapar tinggal berjalan keluar taman, sebelah kanan dan kiri sudah dipenuhi banyak penjaja.

KegiatanMenarik di Taman Bungkul

Image Credit: Google Maps (Andi Setiawan)

3. Kulineran di Sentra PKL

Dulu Taman Bungkul kondisinya semrawut karena PKL bertebaran, jadi suasananya kurang nyaman. Namun kini para pedagang kaki lima sudah dipindah ke sentra khusus. Tempatnya tertata rapi dan nyaman untuk dikunjungi, jaraknya tidak jauh dari taman. Beragam makanan tradisional hingga modern tersedia disini, bahkan ditawarkan dengan harga ramah kantong.

4. Hunting Foto

Taman hijau ini sangat cocok bagi pecinta foto karena setiap sudutnya lumayan estetik. Beragam tanaman bunga menjadi latar epik dalam bidikan kamera. Tak heran apabila taman wisata kota ini menjadi lokasi hunting favorit para fotografer. Apalagui di dukung pephonan rindang sehingga sinar matahari tidak membuat backlight.

Fasilitas yang Tersedia di Taman Bungkul Surabaya

Fasilitas di Taman Bungkul

Image Credit: Google Maps (Zaraa Lya)

1. Keran Air Siap Minum

Pengelola wisata taman memiliki fasilitas Keran Air Siap Minum untuk para pengunjung. Keberadaan fasilitas ini membuat pengunjung tidak perlu membeli air minum. Cukup membawa botol dari rumah lalu mengisi air ulang di taman. Fasilitas KASM ini juga bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik dan mendukung upaya penghematan.

2. Sistem Keamanan Canggih

Selama menghabiskan waktu di Taman Bungkul, Anda tidak perlu khawatir soal keamanan. Hal ini karena area taman dilengkapi CCTV yang dipantau 24 jam nonstop. Sistem keamanan canggih dan ketat tersebut membuat Anda lebih leluasa menikmati aktivitas di taman.

Berkunjung ke Surabaya kurang rasanya bila belum ke Taman Kota Bungkul. Ruang terbuka hijau ini mempunyai sejumlah fasilitas hiburan untuk keluarga maupun umum. Area taman ditanami berbagai spesies tumbuhan, termasuk pohon-pohon besar yang rindang. Mulai aktivitas olahraga, menonton live music gratis, duduk santai, hingga wisata kuliner bisa dilakukan disini.