Candi Penataran atau dikenal dengan Candi Palah merupakan gugusan candi peninggalan sejarah di Blitar yang corak bangunannya keagamaan Hindu Siwaitis. Diperkirakan dibangun pada masa Hayam Wuruk. Ada tiga area utama yaitu pelataran halaman, pelataran depan dan pelataran tengah.

Harga Tiket: Rp 3.000, Jam Operasional: 08.00-17.00 WIB, Alamat: Penataran, Kec. Nglegok, Kab. Blitar, Jawa Timur; Map: Cek Lokasi

Sebagai negara kerajaan dulunya, Indonesia memiliki berbagai peninggalan sejarah yang bisa dieksplor. Baik berupa bangunan, dokumentasi, ataupun benda-benda bersejarah yang tak ternilai. Kali ini terdapat candi dengan corak Hindu bernama Candi Penataran, yang berlokasi di Kota Blitar. Ada banyak keistimewaan yang dimiliki candi ini, simak ulasannya berikut.

Sekilas Tentang Candi Penataran Blitar

Tentang Candi Penataran
Image Credit: Google Maps (Ghaisan Haidar Salman)

Banyak versi cerita terkait kisah sejarah dibalik berdirinya bangunan candi. Kalau menurut sejarah yang sering diceritakan, pertama kali candi ditemukan pada tahun 1815. Penemunya adalah Sir Thomas Stamford, Letnan Gubernur Jenderal kolonial Inggris yang saat itu berkuasa. Beliau bersama Dr. Horsfield seorang ahli ilmu alam, menemukan corak bangunan yang unik.

Hasil temuannya ditulis dalam sebuah buku berjudul “History of Java”, dan diterbitkan dalam 2 jilid. Setelah buku beredar para peneliti mulai berdatangan, untuk melakukan penyelidikan. Kemudian pada tahun 1867, Andre de la Porte dan J. Knebel meneliti kembali kawasan Penataran. Hasil penelitiannya diterbitkan dalam artikel berjudul “De ruines van Penataran” di tahun 1900.

Sedangkan dalam kitab Negarakertagama, Candi Penataran memiliki nama lain Candi Palah. Diceritakan bahwa Raja Hayam Wuruk dari Majapahit sering berkunjung ke Palah untuk memuja Hyang Acalapati. Dalam kepercayaan Syiwa juga dikenal sebagai Girindra, yang artinya Raja Gunung. Itulah mengapa kawasan candi sengaja dibangun dengan latar belakang Gunung Kelud.

Menurut kepercayaan setempat, pemujaan terhadap Gunung Kelud bertujuan untuk menangkal petaka dan bahaya. Mengingat gunung tersebut merupakan salah satu gunung berapi paling berbahaya. Sehingga petaka yang ditimbulkan jika suatu hari meletus bisa merusak kehidupan sekitarnya. Maka dibangunlah candi sebagai tempat pemujaan dan pengampunan.

Namun berdasarkan tulisan pada prasasti di sisi selatan bangunan utama, Candi Penataran dibangun pada awal abad 12 M. Pembangunan atas dasar perintah Raja Srengga dari Kediri, dan terus mengalami perbaikan hingga masa pemerintahan Hayam Wuruk selesai. Diduga candi mulai dibangun antara tahun 1197-1454 M, bila dilihat dari angka yang tertera pada prasasti.

Daya Tarik yang Dimiliki Candi Penataran

Daya Tarik Candi Penataran
Image Credit: Twitter.com @diajengemy_

Bangunan sejarah ini tergolong unik dibandingkan candi lainnya. Jika kebanyakan candi terdiri dari satu bangunan saja, maka Candi Penataran berupa kumpulan bangunan kuno. Deretan bangunan berjajar dari barat laut ke timur, lalu berlanjut ke arah tenggara. Berdiri di atas lahan seluas kira-kira 12.950 m2. Dengan pelataran sekitar yang sudah dilapisi oleh paving.

Letak candi berada di sekitar 450 meter di atas permukaan laut. Sehingga menjadikan suhu sekitarnya normal, tidak begitu dingin ataupun panas. Latar belakang berupa Gunung Kelud menjadi andalan dari kawasan wisata ini. Rumput-rumput hijau dan tanaman bunga tumbuh subur di sekelilingnya. Tak ayal bila pemandangan yang disuguhkan begitu memanjakan mata.

Meksipun terbagi dalam kumpulan candi, namun kompleks wisata ini mempunyai tiga area utama. Masing-masing pelataran memiliki beberapa bangunan candi dan arca-arca. Ketika masuk gerbang yang terletak di sisi barat, terdapat tangga turun menuju pelataran. Luas halamannya kisaran 6 m2 dan terdapat dua arca raksasa penjaga pintu, dikenal sebagai Dwarapala.

Pada arca tersebut ada tatakan yang tertera tulisan tahun 1242 Saka atau 1320 Masehi, ditulis dengan huruf Jawa Kuno. Diduga bahwa angka tersebut merupakan tanggal peresmian candi pada masa pemerintahan Raja Jayanegara. Lalu di belakang arca Dwarapala terdapat tangga naik menuju ke pelataran depan. Anda akan melihat sisa-sisa pintu gerbang dari bahan batu bata merah.

Masuk ke pelataran depan, Anda akan menemukan 6 buah bekas bangunan. Dua bangunan tidak dapat dikenali bentuk aslinya karena rusak berat. Salah satu yang paling besar adalah Bale Agung, letaknya di sisi barat laut pelataran depan. Dulunya Bale Agung merupakan tempat musyawarah para pendeta. Bentuknya persegi panjang seperti rumah panggung, tersisa lantai saja yang masih utuh.

Berlanjut ke pelataran tengah, Anda masih bisa menyaksikan 7 bekas bangunan. Enam diantaranya sudah tidak dapat dikenali rupa bangunannya. Namun ketujuhnya rata-rata terbuat dari batu bata merah dan batu andesit. Pelataran terbagi menjadi dua dinding yang membujur dari arah timur ke barat. Belum dipastikan tembok tersebut mengelilingi candi atau hanya pembatas.

Di pelataran tengah terdapat Candi Candra Sengkala, yang paling dikenal oleh pengunjung. Selain bangunannya masih utuh, candi tersebut menjulang paling tinggi dibandingkan lainnya. Wisatawan lebih mengenal nama candi ini dengan sebutan Candi Brawijaya. Ada juga yang menyebutnya Candi Ganesha, karena di dalam bilik candi terdapat arca Ganesha atau dewa berkepala gajah.

Daya Tarik dari Candi Penataran
Image Credit: Facebook.com @tiger.zerro

Masih di pelataran tengah, Anda dapat menemukan Candi Naga dengan tinggi sekitar 4,7 meter. Dinamakan demikian karena sekeliling tubuhnya dililit oleh pahatan berwujud naga. Sebagian besar bangunannya terbuat dari batu andesit, dan pintu masuk menuju bilik candi terletak di sisi barat. Kanan kirinya terdapat arca raksasa yang membawa gada, namun kini tersisa satu arca.

Candi Naga pernah dipugar pada tahun 1917-1918, tapi yang berhasil kembali ke bentu asli hanya kaki dan tubuh candi. Lalu pada dinding candi terdapat pahatan sembilan tokoh dalam balutan busana mewah kerajaan. Sayangnya sampai sekarang belum ada yang bisa mengungkapkan cerita apa yang digambarkan dalam relief tersebut.

Selanjutnya area pelataran dalam, yang memiliki sekitar 9 bangunan candi. Tujuh diantaranya berupa reruntuhan, sedangkan sisanya lumayan utuh. Salah satu paling menonjol ialah Candi Utama atau Candi Induk. Bangunan sejarah yang ukurannya terbesar dan terletak di sisi timur. Terdiri atas tiga teras bersusun dengan tinggi 7,19 meter, serta bagian yang paling suci.

Teras pertama sedikit menjorok ke dalam teras kedua, dan memiliki sedikit ruang Perbedaan ukurannya justru memungkinan pengunjung untuk mengelilingi bangunan. Sambil melihat relief yang dipahat sepanjang dinding, bercerita tentang kisah Ramayana dan Krisnayana. Sedangkan teras ketiga merupakan emperan kosong, tapi dindingnya berhiaskan relief.

Kemudian di luar area bangunan terdapat sebuah kolam, yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1415 M. Kolam berada di sebelah tenggara, dulunya merupakan tempat mandi para raja. Makannya ukuran kolam agak besar, jika Anda ingin tahu cukup jalan kaki sekitar 200 meter dari Candi Utama.

Disamping kompleks Candi Penataran kerap menjadi lokasi penelitian dan belajar sejarah, area candi masih digunakan untuk upacara keagamaan. Bila Anda beruntung pada hari-hari khusus bisa melihat langsung prosesinya. Jadi jangan heran kalau saat berkunjung sering melihat dupa, atau bau khas orang habis sembahyang.

Alamat, Rute Lokasi dan Harga Tiket Candi Penataran

Alamat Candi Penataran
Image Credit: Google Maps (Gigih)

Untuk memudahkan perjalanan, patokannya dari Makam Bung Karno menuju ke utara. Kurang lebih 12 kilometer hingga menemukan lokasi Kecamatan Nglegok. Arahkan kemudi untuk jalan terus sampai bertemu gapura kawasan Candi Penataran. Letaknya di Desa Penataran, dari gapura belok kiri sampai melihat pos polisi lalu tinggal berkendara sebentar.

Sebagai tempat wisata populer, baik lokal maupun mancanegara, pengelolanya menetapkan biaya masuk. Pengunjung hanya perlu membayar tiket sebesar 3 ribu per orang. Harga tersebut bisa dibilang sangat terjangkau bagi semu kalangan, bahkan bisa sampai seharian di kawasan candi. Jika mengendarai kendaraan baru bayar lagi, sepeda motor 3 ribu dan mobil sekitar 5 ribu.

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Candi Penataran

Kegiatan di Candi Penataran
Image Credit: Google Maps (Widya Pramana)

1. Tour Kawasan Wisata

Area Candi Penataran sering kali dijadikan sebagai lokasi study tour sekolah. Tujuannya agar para siswa belajar sejarah mengenai berdirinya candi ini. Dengan begitu, para pelajar akan mendapatkan wawasan baru terkait pelajaran sejarah. Sekaligus bisa menikmati asyiknya belajar langsung di lapangan dan di ruangan terbuka.

Kegiatan tour ini juga bisa dilakukan oleh para wisatawan selain pelajar. Apalagi bagi pengunjung yang menyukai pengetahuan baru tentang sejarah. Anda bisa mengandalkan pemandu wisata yang menawarkan jasanya di pintu depan. Para tour guide ini kebanyakan dari warga setempat, yang memang mengetahui persis sejarahnya dari turun temurun.

Serunya agenda tour candi ini tidak dibatasi waktu. Jadi pengunjung bebas bekeliling area wisata dan meneliti satu per satu bangunan yang tersisa. Paling seru kalau Anda bereksplor sendirian, berbekal rangkuman catatan tentang sejarahnya. Sehingga tiba di pelataran candi tinggal mencocokkan keserasiannya.

2. Menikmati Suasana Sekitar Candi

Candi Penataran terletak di lereng Gunung Kelud, tepatnya di sebelah barat daya gunung. Berada di ketinggian sekitar 450 mdpl, sehingga angin yang berhembus cukup sejuk. Sangat cocok untuk berkeliling area wisata, yang notabene di ruang terbuka dan kurang teduh. Belum lagi latar Gunung Kelud yang membuat suasana wisata semakin menawan.

Lanksap alam yang dihadirkan mampu memanjankan mata siapapun. Angin semilir menjadi teman Anda selama berlibur di area bangunan bersejarah ini. Dari pelataran candi, Anda bisa melihat pesona matahari terbenam saat menjelang waktu senja. Kalau datang agak pagi sekitar jam 9 pagi, Anda bisa melihat dengan jelas gagahnya Gunung Kelud.

Kompleks Candi Penataran menyediakan bangku-bangku khusus, yang berada di area taman. Letaknya agak jauh dari kawasan Candi Utama, jadi tidak merusak tanah dekat lokasi candi. Wisatawan boleh duduk-duduk santai di taman sambil menikmati bekal yang dibawa. Asalkan setelah makan dibuang ke tempat sampah, demi menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama.

Kegiatan Candi Penataran
Image Credit: Google Maps (Abu Hanif)

3. Berenang di Pemandian

Tidak jauh dari kompleks candi terdapat kolam pemandian yang bisa dimanfaatkan. Dulunya bekas kolam pada masa kerajaan, namun dibongkar dan diperbarui kembali. Hanya kedalamannya saja yang tidak diubah. Air kolam bewarna biru jernih dan sensasi segar langsung terasa setelah berenang disini. Hawa sejuk khas pegunungan turut menemani agenda bermain air ini.

Fasilitas yang Tersedia di Candi Penataran Blitar

Fasilitas Candi Penataran
Image Credit: Google Maps (Kak Ichsan)

Jika berwisata di Candi Penataran, pengunjung tidak perlu khawatir karena fasilitasnya sudah memadai. Tersedia toilet dan mushola yang bersih serta nyaman, serta bangku-bangku untuk bersantai. Di sekitar area wisata juga terdapat beberapa toko oleh-oleh, baik menjual kerajinan tangan, makanan, minuman, hingga souvenir buatan masyarakat lokal.

Blitar sebenarnya punya banyak pesona wisata yang tak main-main indahnya. Salah satu diantaranya adalah Candi Penataran. Bentuk bangunannya mengadaptasi corak Hindu, karena perkiraan dibangun pada masa kerajaan Hayam Wuruk. Dalam satu kompleks bangunan terdiri beberapa bangunan candi. Bagi Anda yang ingin liburan disarankan berkunjung kesini.