Harga Tiket: Rp 5.000, Jam Operasional: 09.00-16.00 WIB, Alamat: Jl. K.S. Tubun No.2-4, Kota Bambu Selatan, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta; Map: Cek Lokasi

Museum Tekstil adalah salah satu tempat atau bangunan bersejarah yang masih berdiri di daerah Jakarta. Keberadaannya sendiri memang dapat dikatakan sebagai saksi dari perdagangan yang ada di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, sebagai pusat dari jual beli tekstil besar yang ada di daerah Asia Tenggara, kawasan Tanah Abang memang tidak pernah sepi dari pengunjung.

Untuk itu, di tengah padatnya kawasan tersebut sebagai tempat jual beli tekstil, di sekitar tempat tersebut juga terdapat tempat yang memang menyimpan berbagai sejarah dan juga informasi mengenai tekstil yang ada di nusantara. Oleh karena itu, berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai keberadaan museum yang ada di Tanah Abang ini.

Sejarah Museum Tekstil

Sejarah Museum Tekstil
Image Credit: Google Maps TAKADARASA

Berbicara mengenai keberadaan museum ini memang tidak terlepas dari perkembangan perdagangan tekstil yang ada di Indonesia. Bangunan yang digunakan sebagai museum juga merupakan bengunan yang menjadi cagar budaya dengan luas yakni sekitar 16 ribu meter persegi.

Awalnya, pada abad ke 19, museum tersebut masih berupa rumah pribadi. Dalam sejarahnya sendiri, sebelumnya museum bersejarah ini memang menjadi rumah pribadi. Dimana milik seorang warga keturunan Perancis di abad ke 19. Namun, kemudian Gedung tersebut dijual kepada anggota konsulat Turki yang memiliki nama yakni Abdul Aziz Al Musawi Al Katiri.

Berlanjut di tahun 1942, Gedung tersebut akhirnya dijual lagi yakni ke seseorang yang memiliki nama yakni Karel Christian Cruq. Lalu di tahun 1945, menjadi Markas Besar BKR atau Barisan Keamanan Rakyat. Dimana Gedung tersebut diambil alih menjelang kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.

Kemudian, setelah Indonesia merdeka, yakni di tahun 1947 maka kepemilikan dari Gedung ini pun selanjutnya dipegang oleh seseorang yang memiliki nama yakni Lie Sion Phin. Lalu, di tahun 1962, properti dari Gedung ini diakuisisi oleh Departemen Sosial dan digunakan sebagai kantor. Sedangkan di tahun 1966, bangunan ini pun berubah menjadi asrama karyawan.

Pada akhir tahun 1975, bangunan tersebut akhirnya berubah menjadi Museum Tekstil setelah beberapa kali sempat beralih kepemilikan dan fungsi. Gedung tersebut juga diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta dan akhirnya dijadikan sebagai museum. Tepatnya di tanggal 28 Juni 1976, museum pun berhasil diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto.

Koleksi Museum Tekstil

Koleksi Museum Tekstil
Image Credit: Google Maps Nina Liu

Setelah membahas sejarahnya, koleksi dari Museum Tekstil pun dapat dikatakan cukup beragam. Hal ini lantaran museum yang berada di kawasan Jakarta Pusat ini merupakan satu satunya museum khusus yang ada di bidang pertekstilan di Indonesia. Dimana memiliki peran yakni sebagai Lembaga suaka tekstil dan juga penelitian tekstil tradisional Indonesia.

Adapun berbagai benda benda koleksi yang bisa anda temukan disini antara lain adalah kain atau pakaian dan juga peralatan. Sebut saja, mulai dari yang tradisional hingga yang memiliki bentuk kontemporer. Selain itu, bangunan bersejarah ini juga memiliki 907 koleksi yang berasal dari seluruh Indonesia.

Dimana untuk koleksinya sendiri dibagi dalam beberapa kelompok. Antara lain adalah kelompok batik, koleksi kain tenun, peralatan dan juga campuran. Untuk bagian lain sendiri juga terdapat peralatan tradisional yang berkaitan dengan produk produk kain batik dan tenun dari berbagai macam daerah.

Di Museum Tekstil, anda pun akan menemukan berbagai macam koleksi batik. Mulai dari yang memiliki motif yakni geometris sederhana, dan juga yang memiliki motif lebih rumit. Contohnya adalah batik Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Pelambang, Cirebon, Solo, Madura dan juga Riau. Selain itu, juga terdapat bendera Keraton Cirebon yang merupakan koleksi pilihan dan menjadi benda yang paling tua.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Rute Menuju Lokasi Museum Tekstil
Image Credit: Google Maps Akhmad Qurtubi

Museum Tekstil berada yakni di Jalan Aipda Ks Tubun No 2-4 Tanah Abang, Petamburan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Lokasinya sendiri berada di pusat kota, sehingga anda pun bisa dengan mudah menemukannya. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, maka anda bisa menempuhnya dengan mengendarai mobil atau motor.

Anda hanya perlu menggunakan peta digital agar nantinya tidak tersesat apabila ingin mengunjungi museum satu ini. Selain itu, anda juga bisa menggunakan transportasi umum seperti Trans Jakarta untuk bisa sampai ke lokasi ini. Atau untuk lebih memudahkan anda di dalam berkeliling, anda juga bisa menggunakan ojek online yang tersedia di ibukota.

Harga Tiket Masuk Museum

Harga Tiket Masuk Museum Tekstil
Image Credit: Google Maps Abdul Kohar

Berbicara mengenai harga tiket masuk dari Museum Tekstil ini memang sangat beragam. Harga tersebut ditentukan berdasarkan usia hingga koleksi koleksi mana saja yang ingin untuk anda masuki. Untuk kategori dewasa, anda hanya perlu membayar tiket masuk yakni sekitar 5 ribu rupiah saja. Namun, apabila anda pergi dengan grup sejumlah minimal 30 orang, maka hanya cukup membayar kurang dari 4 ribu rupiah.

Kemudian, untuk mahasiswa dan juga siswa, maka cukup membayar 3 ribu rupiah dan 2 ribu rupiah saja. Terlebih lagi jika anda datang bersama dengan rombongan, maka harga yang dibayarkan lebih terjangkau. Selain itu, apabila anda ingin mengikuti kursus batik, maka cukup membayar sekitar 40 ribu rupiah untuk warga lokal dan kurang lebih 75 ribu rupiah untuk turis.

Bagi anda yang tertarik mengunjungi destinasi wisata yang ada di Tanah Abang ini, bisa datang langsung mulai pukul 9 pagi hingga 3 sore. Namun perlu diingat bahwa museum umumnya akan tutup di hari Senin dan hari Libur Nasional. Oleh karena itu, jika anda memang berniat mengunjungi Museum Tekstil bisa datang setiap hari Selasa hingga Minggu.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Menarik Museum Tekstil
Image Credit: Google Maps ciptanti putri

1. Belanja Oleh-Oleh

Ketika menghabiskan waktu di tempat penuh sejarah ini, anda tidak hanya akan disuguhkan dengan nuansa budaya yang sangat kental saja. Melainkan, anda pun juga bisa untuk berbelanja oleh oleh untuk keluarga di rumah maupun sekedar menambah koleksi yang anda miliki ketika berada di museum satu ini.

Salah satunya dikarenakan di sini anda akan menemukan toko oleh oleh yang masih satu lokasi dengan museum tersebut. Di tempat belanja ini, anda pun bisa shopping berbagai macam barang barang dan juga souvenir yang khas. Pastikan anda mampir kesini ketika berkunjung ke Museum Tekstil Jakarta.

2. Memperbaiki Kain

Apabila anda memiliki kain tradisional yang rusak, maka tidak ada salahnya untuk memperbaikinya disini. Sebab, di sini tersedia laboratorium yang bisa anda manfaatkan. Bukan hanya berfungsi sebagai laboratorium biasa, namun disini anda juga bisa untuk memperbaiki kain tradisional yang anda miliki.

Pasalnya, di laboratorium ini menawarkan jasa yakni perbaikan kain tradisional. Cukup unik bukan? Mungkin anda pun tidak akan bisa untuk menemukan jasa satu ini di tempat yang lain. Oleh karena itu, ketika anda memang memiliki kesempatan untuk mampir ke museum bersejarah ini dan kebetulan memiliki kain tradisional yang rusak, anda pun bisa sekaligus memperbaikinya disini.

3. Belajar Mengoperasikan Alat Tenun

Kegiatan lain yang bisa anda lakukan disini adalah dengan mencoba mengoperasikan alat tenun. Hal ini dikarenakan terdapat satu ruangan yakni bernama Ruang Pengenalan Wastra yang lokasinya berada di sebelah perpustakaan. Sesampainya anda di ruangan ini, anda pun akan melihat koleksi alat tenun dari berbagai macam daerah.

Selain itu, disini anda juga bisa tahu mengenai informasi terkait bahan baku dan juga proses pembuatan kain tradisional Indonesia. Hal lain yang cukup menarik disini adalah anda bisa mencoba untuk mengoperasikan alat tenun. Tentu saja akan menjadi salah satu pengalaman yang tak akan terlupakan ketika berada di Museum Tekstil di Tanah Abang ini.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Tekstil

Objek Wisata Terdekat dari Museum Tekstil
Image Credit: Google Maps Jefry Bagy

1. Museum Taman Prasasti

Masih berada di sekitaran Tanah Abang, ketika anda mengunjungi Museum Tekstil pastikan pula untuk mengunjungi Museum Taman Prasasti. Pilihan wisata satu ini sangat cocok bagi anda yang menyukai peninggalan jaman Belanda. Hal ini lantaran disini anda akan menemukan koleksi prasasti nisan kuno dan juga miniature makam khas dari 27 provinsi yang ada di Indonesia.

Bahkan ketika anda berada disini anda juga akan menemukan koleksi dari kereta jenazah yang antik. Sebelumnya, tempat ini adalah pemakaman tua yang memiliki nama yakni Kebon Jahe Kober dengan luas sekitar 5.5 hektar. Namun, sejak tahun 1977, kawasan satu ini beralih fungsi menjadi museum yang bisa dikunjungi untuk umum.

2. Museum Nasional Indonesia

Selanjutnya, anda juga jangan melewatkan kunjungan wisata ke Museum Nasional Indonesia. Bangunan ini juga dikenal dengan nama lain yakni Museum Gajah. Disini, anda pun akan menemukan banyak sekali koleksi, mulai dari zaman prasejarah hingga zaman sejarah. Tidak hanya sebagai museum, disini juga kerap kali diselenggarakan lomba dan pameran.

Berkunjung ke Museum Tekstil dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa anda lakukan ketika sedang berada di Jakarta. Selain itu, anda juga bisa mengunjungi tempat wisata lain yang berada di sekitarnya. Daerah Tanah Abang sendiri memang dikenal sebagai pusat belanja pakaian grosir. Namun, disini anda juga bisa sekaligus berjalan jalan dan mengintip sejarah yang ada di Indonesia.