Harga Tiket: Rp 6.000, Jam Operasional: 07.00-16.00 WIB, Alamat: Jl. Candi Gedong Songo, Krajan, Banyukuning, Kec. Bandungan, Kab. Semarang, Jawa Tengah; Map: Cek Lokasi

Indonesia punya banyak peninggalan yang sarat akan sejarah di baliknya. Sehingga beberapa orang ada saja yang tertarik untuk mengeksplorasi tempat tempat dengan cerita sejarah kental seperti itu. Salah satunya di daerah Semarang, tepatnya di lereng Gunung Ungaran, terdapat destinasi menarik yang merupakan peninggalan sejak zaman dahulu, yaitu Candi Gedong Songo.

Komplek candi tersebut berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, yang mana antara satu komplek candi dengan komplek lainnya memiliki jarak yang berdekatan. Sehingga tidak begitu sulit apabila ingin menjelajah situs budaya yang ada di lereng gunung tersebut.

Sejarah Singkat Candi Gedong Songo

Sejarah Singkat Candi Gedong Songo
Image Credit: Google Maps DeLax_Supreme

Candi yang mempunyai beberapa komplek candi ini pertama kali ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1740. Namun untuk pertama kali dibangunnya candi, para arkeolog belum dapat memecahkan kapan waktu pastinya. Sehingga sampai sekarang masih banyak ahli yang mencoba meneliti Gedong Songo.

Meski begitu, ada juga beberapa orang yang berpendapat bahwa candi tersebut dibangun sekitar abad ke-8, yaitu pada masa pemerintahan dinasti Sanjaya Hindu di Jawa. Pendapat ini dicetuskan berdasarkan segi bangunan dan corak candi. Karena dilihat dari bentuk dan reliefnya, Gedong Songo tampak dibangun di masa pemerintahan dinasti Sanjaya.

Kendati demikian, belum ada yang benar benar memastikan tahun pembangunan dari Candi Gedong Songo. Untuk namanya sendiri diambil dari bahasa Jawa yaitu ‘Gedong’ yang berarti bangunan, dan ‘Songo’ yang berarti sembilan. Jadi ketika digabungkan, maka Gedong Songo bisa diartikan sebagai sembilan bangunan. Yang mana hal tersebut mewakili jumlah dari candi yang ada di wilayah ini.

Kesembilan candi yang ada di lereng gunung tersebut dibangun sebagai tempat pemujaan kepada para dewa. Karena umat Hindu sejak dahulu percaya bahwa gunung adalah tempat bersemayam para dewa. Itulah kenapa Gedong Songo dibangun di lereng gunung, dan menjelaskan keberadaan beberapa patung dari tokoh dalam kepercayaan umat Hindu.

Di candi ini memang pengunjung bisa menemukan beberapa patung seperti Siwa Mahadewa, Siwa Mahaguru, Siwa Mahakala, Ganesha, Maharsi Agastya, dan beberapa patung dewa lainnya. Selain dipercaya sebagai tempat untuk memuja para dewa karena adanya patung patung dewa tersebut. Sebagian masyarakat percaya bahwa Candi Gedong Songo berkaitan dengan kisah pewayangan.

BACA JUGA:  10 Candi di Klaten yang Paling Cantik & Wajib Dikunjungi

Kisah pewayangan yang dimaksud yaitu cerita antara Hanoman dan Dasamuka atau Rahwana. Menurut mitosnya, candi ini digunakan sebagai tempat bagi Hanoman untuk menimbun Rahwana ketika perang memperebutkan Dewi Sinta. Hanoman memimpin pasukan kera bersama Rama untuk merebut kembali Dewi Sinta, istri dari Rama.

Karena Rahwana tidak kunjung mati meskipun sudah dirajam ratusan senjata oleh Rama, Hanoman berpikir keras untuk mengalahkannya. Pada akhirnya Hanoman memiliki ide untuk mengangkat Gunung Ungaran, tempat dari Candi Gedong Songo. Gunung tersebut digunakan untuk menimbun Rahwana hidup hidup.

Daya Tarik Candi Gedong Songo

Daya Tarik Candi Gedong Songo
Image Credit: Google Maps Waasi Hidayah

1. Terdiri dari Beberapa Kompleks Bangunan

Terdiri atas sembilan candi, Gedong Songo mempunyai beberapa kompleks candi. Dimana dua di antaranya terletak di sisi timur bukit, lalu dua lainnya di utara, dan satu lagi ada di sisi barat. Sehingga total kompleks bangunan candi yang ada di atas Gunung Ungaran ini berjumlah lima kumpulan candi.

Kompleks Candi I berada di ketinggian 1.208 meter di atas permukaan laut. Pada area ini terdapat yoni tanpa lingga, yang merupakan simbol kesuburan dan kejantanan. Sedangkan kompleks Candi II berada di ketinggian 1.297 meter di atas permukaan laut, dengan bangunan yang masih terlihat utuh. Di depan candi induknya terdapat bangunan candi kecil yang diduga sebagai candi perwara.

Kemudian kompleks Candi III berada pada ketinggian 1.297 meter di atas permukaan laut, dengan bangunan yang masih utuh dan hiasan stupa di atasnya. Lalu Candi IV ada di ketinggian 1.295 mdpl, yang mempunyai satu candi utuh dengan dikelilingi reruntuhan candi. Sementara Candi V berada di ketinggian 1.308 mdpl dengan kondisi serupa pada Candi IV.

2. Memiliki Bio Energy Terbesar

Perlu diketahui, bahwa kawasan Candi Gedong Songo yang berada di atas Gunung Ungaran mempunyai bio energy terbesar dan terbaik di Asia. Ini tentu menjadi sesuatu hal yang membanggakan dan juga mengesankan. Karena menurut para ahli, bio energy yang ada di kawasan ini bahkan jauh lebih baik ketimbang yang ada di pegunungan Tibet.

Tidak heran apabila di kawasan tersebut juga ditemukan sebuah emas dan juga perak. Emas dan perak yang ditemukan oleh para ahli tepatnya berasal dari kawasan Candi Gedong IV. Dimana semua emas yang ditemukan ini memang benar benar asli, sehingga menjadikannya sebuah penemuan yang begitu mengesankan.

3. Pemandian Air Panas

Daya Tarik di Candi Gedong Songo
Image Credit: Google Maps A A

Ketika mengunjungi Candi Gedong Songo, anda bisa menemukan sebuah pemandian air panas yang berada di antara Candi Gedong III dan Candi Gedong IV. Pemandian air panas ini diletakkan di sebuah kepundan gunung, dimana airnya memang benar benar alami. Yang merupakan air belerang dari gunung langsung.

BACA JUGA:  Taman Sriwedari - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

Sehingga jangan heran apabila air di pemandian ini memang memiliki bau yang cukup menyengat, karena memang asli belerang. Hal itu pula yang membuatnya sangat bermanfaat bagi kulit. Dengan adanya daya tarik alami seperti ini, pemerintah setempat pun serius untuk mengelola pemandian air panas di kawasan Gedong Songo.

4. Ritual Seribu Sajen dan Dupa

Candi yang dulunya dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyembah para dewa, sampai saat ini oleh sebagian masyarakat masih sering dimanfaatkan untuk melakukan berbagai ritual. Tidak terkecuali dengan Candi Gedong Songo, yang mana masyarakat setempat diketahui beberapa kali melakukan ritual di sana.

Yang terbaru yaitu ritual bertajuk Seribu Sajen dan Dupa, yang digelar di pelataran candi. Doa lintas agama lintas budaya tersebut dilakukan untuk menjawab keresahan para pelaku dan pemerhati budaya. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus dilakukan untuk mempromosikan lokawisata candi yang dikemas dalam bentuk wisata religi.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Candi Gedong Songo
Image Credit: Google Maps Achmad Solechan

Candi Gedong Songo beralamatkan di Desa Candi, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Karena nama Bandungan sudah dikenal oleh masyarakat secara luas, bukan hal sulit untuk menuju lokasi candi. Anda dapat memulai perjalanan dari Kota Ambarawa, dimana waktu tempuh yang dibutuhkan kurang lebih hanya 40 menit saja.

Jalanan yang harus ditempuh selama waktu tersebut terbilang cukup berliku dan berkelok, sehingga wisatawan sebaiknya berhati hati. Terlebih kondisi jalan tidak terlalu baik dan cukup sempit. Karena rutenya yang memasuki beberapa gang sempit, sebaiknya gunakan peta digital atau sempatkan diri untuk bertanya pada penduduk sekitar yang melintas.

Harga Tiket dan Jam Operasional

Harga Tiket Masuk Candi Gedong Songo
Image Credit: Google Maps Hadi Siswanto

Bagi anda yang ingin menikmati wisata sejarah dan wisata religi Candi Gedong Songo, objek wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 pagi sampai 16.00 sore waktu Indonesia barat. Jadi pastikan anda berkunjung pada jam operasionalnya agar dapat menikmati dan menjelajah setiap kompleks candi.

Untuk harga tiketnya sendiri terbilang cukup murah meriah dan tidak menguras kantong. Anda cukup menyediakan uang kurang lebih Rp. 6.000 saja untuk tiket masuknya, sedangkan bagi warga negara asing perlu membayar sekitar Rp. 50.000. Harga tertera belum termasuk parkir, akomodasi, dan wahana lainnya selama berada di lokasi.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Menarik Candi Gedong Songo
Image Credit: Google Maps Alvinus Nathanael

1. Napak Tilas

Mengunjungi bangunan candi bersejarah seperti ini, tentunya salah satu aktivitas yang tidak boleh anda lewatkan yaitu napak tilas atau menilik kembali peristiwa atau kejadian seperti apa yang mungkin terjadi di sana. Caranya dengan menjelajah setiap bangunan candi, mulai dari kompleks Candi Gedong I sampai Gedong V.

2. Berendam Air Panas

Memiliki pemandian air panas yang berada di antara Candi Gedong III dan IV, serta tidak begitu jauh dari Candi Gedong V, wisatawan yang berkunjung untuk berlibur sebaiknya jangan melewatkan aktivitas berendam air panas. Apalagi air panas alami di sana mengandung belerang yang sangat bagus untuk kulit. Jika ingin merasakan sensasinya, cukup membayar sekitar Rp. 5.000 saja.

BACA JUGA:  Candi Jolotundo - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

3. Naik Kuda

Mau napak tilas sambil naik kuda, karena lelah berjalan? Tentu bisa, daripada anda harus berjalan kaki mengelilingi candi yang berjumlah 9 dengan track yang cukup menguras tenaga. Sebab di antara candi satu dan lainnya mempunyai jarak sekitar 200 sampai 300 meter. Sehingga mungkin cukup melelahkan ketika anda harus berjalan menggunakan kaki.

Oleh karena itu, anda bisa memilih untuk naik kuda. Di sini memang sengaja disediakan sewa kuda bagi pengunjung yang ingin menjelajah dan mengelilingi setiap kompleks candi. Harga sewa kudanya pun mulai dari Rp. 25.000-an saja. Namun harga sewa tersebut tergantung seberapa jauh perjalanan anda. Tentunya semakin jauh perjalanan, maka harga yang akan dibayar juga semakin mahal.

4. Trekking di Candi Gedong Songo

Aktivitas Menarik di Candi Gedong Songo
Image Credit: Google Maps budi zan

Seperti halnya Candi Cetho yang ada di Karanganyar, Candi Gedong Songo juga digunakan sebagai salah satu titik pendakian karena letaknya di lereng gunung. Jadi bagi anda yang menyukai aktivitas trekking, berjalan mendaki sekaligus menjelajah candi tentu bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan daripada harus mengeluarkan uang untuk menyewa kuda.

5. Camping Seru

Karena dimanfaatkan sebagai salah satu titik pendakian, tidak jauh dari kawasan candi anda bisa menemukan sebuah bumi perkemahan yang memang tersedia untuk para pendaki. Biasanya banyak wisatawan yang ingin mendirikan tenda dan menginap di sini sambil menikmati indahnya alam lereng Gunung Ungaran.

6. Hunting Foto

Kurang afdol rasanya apabila mengunjungi objek wisata tanpa mengabadikan potret. Pun ketika berkunjung ke Candi Gedong Songo. Selain mengabadikan momen saat tengah berada di sekitar candi, anda juga bisa berfoto foto ria di Taman Ayana, yang merupakan wahana wisata baru di kawasan Gedong Songo. Di taman ini menyediakan berbagai spot foto menarik, seperti spot balon udara.

Fasilitas yang Tersedia di Candi Gedong Songo

Fasilitas Candi Gedong Songo
Image Credit: Google Maps Andy Pradhana

Kawasan candi dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas penunjang untuk mendukung kenyamanan dan kebutuhan para pengunjung yang datang. Mulai dari area parkir yang cukup luas untuk berbagai jenis kendaraan, pusat informasi bagi para pengunjung, gazebo sebagai tempat beristirahat, taman, spot foto kece, warung wisata, sampai pusat oleh oleh dan souvenir.

Sangat menarik bukan wisata Candi Gedong Songo yang ada di lereng Gunung Ungaran ini? Apalagi kegiatan yang dapat dilakukan di destinasi tersebut terbilang amat beragam. Anda tidak hanya dapat menjelajah situs budaya saja. Tapi banyak aktivitas seru lainnya yang bisa dilakukan untuk mengisi hari libur supaya tambah berkesan.